God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 54 Sosok


__ADS_3

‘’Kau ingin menghabisiku dengan cara seperti ini? Masih terlalu cepat 1000 tahun untukmu dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Tidak mungkin, kenapa kau bisa memiliki cha—‘’ belum sempat ucapan shinobi itu selesai, Naruto sudah menyerang.


Shinobi itu kewalahan menerima serangan cepat dari Naruto. Ia bahkan sempat terlempar ke tanah, dan kembali memperbaiki posisinya.


‘’Jika kita bertarung sebelum kau menghabisiku, setidaknya aku memiliki usaha untuk melawan. Tapi, jika kau ingin membunuhku tanpa aku melakukan perlawanan sama sekali, itu sangat memalukan bagi diriku dattebayo!’’ kesal Naruto.


Keduanya kembali saling menyerang. Tidak ada satu pun celah untuk shinobi itu agar bisa menyentuh tubuh Naruto.


Shinobi tadi kembali menggunakan elemen kayu, namun belum sempat serangan itu mengenai Naruto, salah satu ekor sudah menghancurkannya.


Naruto menangkis semua serangan yang menuju kepadanya, dan menyerang balik shinobi itu. ‘’Aku tidak tahu siapa kau, tapi kenapa kau ingin menghabisiku?’’


‘’Aku hanya menuruti perintah Tuan-ku,’’ jawab shinobi itu.


‘’Tuan? Siapa dia? Apa alasannya ingin menghabisiku?’’ tanya Naruto.


‘’Kau tidak perlu tahu apa alasannya, yang pasti malam ini aku harus menghabisimu.’’


Naruto berdecih sambil mengepalkan tangan. ‘’Padahal perang sudah berakhir, tapi masih ada saja penghianat seperti ini.’’



Tanpa membuang waktu, kedua anak itu kembali bertarung. Shinobi itu merasa aneh, karena sejak tadi Naruto tidak menyerangnya seperti beberapa saat yang lalu.


Setelah mendapatkan timing yang tepat, Naruto pun berhasil mengenai topeng shinobi tadi, membuatnya sebentar lagi akan mengetahui wajah di balik topeng itu.

__ADS_1


Sekarang aku mengerti, kenapa sejak tadi dia tidak menyerangku dan hanya memilih menghindar. Jadi dia mengincar topengku, ya? Cih, kata shinobi itu dalam hati.


Namun, belum sempat Naruto melihat wajah di balik topeng tadi, shinobi itu langsung melarikan diri.


Tubuh Naruto kembali seperti semula setelah merasa situasi sudah aman. ‘’Dia kabur.’’


Baru saja kita membahasnya, dan kau sudah menggunakan kekuatanku. Melihat reaksi yang terkejut tadi, sepertinya dia tahu. Menurutmu apa yang akan dia laporkan kepada atasannya itu mengenai dirimu?


‘’Masalah semakin rumit. Tidak ada yang tahu siapa atasan yang dia maksud. Mengejarnya kembali juga sudah tidak mungkin dattebayo,’’ kata Naruto.


Naruto mengepalkan tangan. "Elemen kayu ... Jangan bilang dia adalah...."


Deg!


‘’Ada apa Kurama?’’ tanya Naruto.


Naruto menatap ke sekeliling dengan wajah tegang sambil berjaga-jaga.


Sebaiknya kau bergegas pergi!


Tanpa membuang waktu pun, Naruto langsung bergegas dan melompati pohon-pohon.


Setelah melihat kepergian Naruto, muncul sosok berjubah bertudung di balik pohon.


‘’Hoh~ rubah itu bisa merasakan keberadaanku, ya?’’


Sosok di balik tudung hitam itu tersenyum.

__ADS_1



‘’Tidak apa-apa. Ini masih terlalu cepat menghampirimu. Aku lebih baik fokus dengan tujuanku. Tidak kusangka kau juga ada di sini bersama rubahmu itu, ya? Uzumaki Naruto.’’


......................


Shinobi yang melarikan diri tadi berhenti dan duduk bersandar di pohon untuk beristirahat sejenak. Setelah pertarungannya dengan Naruto tadi, tenaganya terkuras karena berusaha mengimbangi kecepatan bertarung Naruto.


‘’Seperti yang dikatakan rumornya … Naruto memang benar-benar hebat, tapi aku tidak tahu kalau dia memiliki chakra itu juga.’’


Di sisi lain, Naruto tiba di sebuah desa kecil membuatnya menatap sekitar. ‘’Oh? Bukankah ini adalah desa di mana kami berempat diutus untuk menyelidiki kekacauan yang ditimbulkan pengguna Kuchiyose itu?’’


Naruto kembali menoleh ke arah belakang dan bergegas mencari rumah yang masih dalam keadaan layak. ‘’Kalau melihat kondisi desa ini dia tidak akan berpikir kita sedang bersembunyi di sini.’’


Heh, bagaimana kalau perkiraanmu salah? Bagaimana jika shinobi itu datang kembali dan menyerangmu saat tidur?


‘’Hm~ aku tidak perlu cemas. Bukankah ada dirimu? Meskipun aku tidur, kau bisa mengambil alih kesadaranku, jadi kalau shinobi itu memang kembali dan menemukan kita, kau tinggal menyelamatkan diriku dattebayo,’’ kata Naruto.


Kalau begitu aku hanya akan diam dan membiarkan dia membunuhmu.


‘’Heh~ sungguh? Kau yakin tidak akan melakukan apa pun? Kau rela kalau aku dibunuh? Bukankah kau sebenarnya menyayangiku? Bukan aku saja, tapi Boruto, Himawari, Hinata-chan dan yang lainnya juga. Pandanganmu mengenai manusia sudah berubah berkat diriku dattebayo. Jadi, kau masih membenciku? Kalau aku mati maka kau juga akan mati, bagaimana ini?’’


Kurama yang mendengarnya tentu saja merasa kesal. Hal itu membuat Naruto terkekeh.


Cih! Setidaknya untuk malam ini saja.


‘’Hihi….’’

__ADS_1


__ADS_2