
Naruto? Apa yang kau lakukan di sini?’’ tanya Kushina.
Naruto tersentak saat melihat tubuh Sandaime dari jauh yang sudah tidak bernyawa.
‘’Kenapa kau datang? Cepat kembali!’’ seru Minato menarik anak itu.
Naruto menarik tangannya dan menatap Pain. ‘’Teme! Apa yang kau lakukan kepada desa dan keluargaku!’’
Minato berdecih. ‘’Naruto, dia bukan tandinganmu. Aku memberimu perintah sebagai Hokage untuk segera pe—‘’
‘’Aku tahu! Tapi, apa yang dia lakukan kepada semua orang, aku tidak akan memaafkannya,’’ kata Naruto.
Ketiga orang itu mulai menatap chakra warna merah mulai keluar dari tubuh anak itu. Pain memicingkan mata.
‘’Jadi, setengah chakra Kyuubi ada di dalam tubuh anak ini,’’ kata Pain.
Gumpalan chakra mulai muncul dari tangan Naruto. Ia berlari ke arah Pain untuk memberinya serangan.
‘’Jangan mendekat!’’ seru Minato dan Kushina.
‘’Shinra Tensei!’’
Bugh!
Punggung Minato membentur bangunan karena terkena daya serangan itu setelah berhasil menangkap tubuh Naruto dan memindahkannya tepat waktu.
Namun, Minato tidak bisa menahan Naruto yang telah dikuasai chakra Kyuubi.
‘’Ekor empat?’’ tatap Kushina.
Naruto melemparkan bola seperti laser dari mulutnya dan mengenai bangunan di sekitar.
‘’Naruto!’’ seru Kushina.
‘’Sepertinya dia hilang kendali,’’ tatap Minato.
__ADS_1
Rantai chakra langsung keluar dari punggung Kushina dan mengunci Naruto.
‘’Grr!’’ geram Naruto berusaha meloloskan diri.
Syut! Syut! Syut!
‘’Kushina! Akh!’’ seru Minato karena dirinya juga terkena besi seperti Kushina.
Kedua orang itu tidak bisa bergerak karena Pain membatasi tubuh mereka dengan besi dari Rinnegan. Rantai chakra yang mengurung Naruto tadi langsung hilang, membuat Naruto berlari ke arah Pain.
‘’Shinrai Tensei!’’
‘’Naruto!’’ seru Minato dan Kushina melihat anak itu terhempas.
‘’Melihat kalian begitu melindunginya, membuatku berubah pikiran. Wanita itu, aku akan menghabisinya, tapi sebelum itu … Anak ini yang akan kuhabisi terlebih dahulu,’’ kata Pain.
Kushina berusaha bergerak begitu juga dengan Minato.
‘’Kalian tidak akan bisa lolos, kecuali aku melepaskan besi itu. Jangan khawatir, aku tidak mengenai area vital jadi kalian tidak akan mati. Karena membunuh kalian secara langsung tidaklah seru,’’ kata Pain.
Sasuke dan yang lainnya masih berdiam diri di tempat mereka. Choji masih terisak sambil ditenangkan oleh Shikamaru dan Ino.
‘’Shikamaru, apakah kita tidak akan menyusul Naruto?’’ tanya Ino.
‘’Itu sudah jelas. Dengan kembali mengikuti Naruto, sama saja kita bunuh diri. Tapi, dia juga anak seorang Hokage. Kalau dia sampai tewas dalam pertempuran ini, kurasa masalah buruk akan terjadi,’’ kata Shikamaru.
Ino semakin cemas. ‘’Jadi, apa yang harus kita lakukan?’’
‘’Anak itu … Jika masalah ini sudah selesai, aku akan membunuhnya,’’ kata Sakura.
‘’Itu pun kalau dia berhasil kembali hidup-hidup,’’ kata Shino.
Sakura terbelalak dan kembali memasang wajah cemas. Sai yang menyaksikan hal itu hanya tersenyum.
‘’Aku tidak berniat ikut campur dengan urusan kalian. Tapi, serahkan saja kepada orang itu,’’ senyum Sai.
__ADS_1
‘’Kau ini, apakah harus tersenyum terus di saat seperti ini?’’ tanya Ino.
Sai semakin tersenyum dengan mata menyipit.
‘’Are?’’ tatap Kiba.
‘’Ada apa?’’ tanya Neji.
‘’Aku tidak mencium bau Hinata dan Tenten sejak tadi!’’ kata Kiba.
‘’Aum!’’
‘’Apa?!’’ pekik semuanya.
‘’Byakugan!’’ kata Neji langsung mengaktifkan matanya.
Neji berdecih. ‘’Aku tidak menemukan mereka.’’
‘’Jangan bilang mereka berdua menyusul Naruto!’’ pekik Rock Lee.
‘’Mereka berdua? Sepertinya tidak seperti itu. Satu-satunya orang yang membela Naruto hanyalah Hinata. Tenten pasti melihat Hinata kabur dan berusaha mengejarnya tanpa kita sadari,’’ kata Shikamaru.
‘’Aku tidak boleh membiarkan Hinata-sama terluka,’’ kata Neji bergegas.
Rock Lee juga ikut menyusul, begitu juga dengan Kiba dan Shino karena anggota mereka menghilang.
‘’Aku harus menghampiri ayahku!’’ kata Choji yang bergegas.
‘’Chotto Choji!’’ teriak Ino berusaha menghentikannya.
Kini tersisa Sasuke, Sakura dan Sai membuat Shikamaru semakin kesal.
‘’Mendokusei. Ini sama saja kita harus kembali dan ikut bersama mereka,’’ kata Shikamaru.
Sasuke berdecih hingga akhirnya bergegas bersama Sakura dan Shikamaru.
__ADS_1
‘’Padahal aku sudah bersusah payah membawa mereka pergi. Haa, ternyata mereka sama bodohnya dengan anak itu,’’ kata Sai menyusul.