God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 100 Desa Takigakure


__ADS_3

‘’Bisakah kita menyelinap ke dalam dari tempat seperti ini, Tuan Suien?’’ tanya salah satu ninja Amegakure.


‘’Percayalah padaku. Aku dulu mantan Jounin di Desa Air Terjun(Takigakure). Pergi dan bawa warga untuk dijadikan sandera agar Shibuki membuka mulut. Dan Hisame, kau adalah ninja paling cerdas dari Desa Hujan(Amegakure),’’ kata tuan Suien.


Salah satu wanita tersenyum remeh. ‘’Seperti dirimu, kami adalah ninja kriminal sekarang.’’


‘’Kalau begitu ayo kuasai desa ini dan mendapatkan air pahlawan itu!’’


......................


‘’Setelah di Jembatan itu, sekarang kita akan menuju ke Desa Air Terjun? Dulu, pemimpin desa itu dan sekarang anaknya? Ini yang kedua kalinya,’’ kata sosok berambut orange.


‘’Aku tidak mengerti, tapi jika seperti sebelumnya bisa menghentikan korban jiwa, maka aku akan ikut,’’ kata sosok berambut merah.


‘’Kebetulan, di antara mereka ada beberapa ninja dari Amegakure yang sekarang menjadi kriminal. Kita akan membawanya pulang,’’ kata sosok berambut biru.


Pasukan berjubah itu pun bergegas menuju ke Desa Takigakure.


......................


Naruto menghela nafas panjang dan meminta waktu untuk makan siang. Tapi, Shibuki menyuruhnya untuk makan di tempat lain dan pulang saja jika sudah selesai. Sasuke yang tidak tahan, berjalan pergi sesuai perkataan pria itu.


Sakura menghampirinya agar Sasuke mendinginkan kepala, sebab Konohagakure dan Takigakure bersekutu. Sasuke menghela nafas dan menurut.


‘’Tuan Shibuki, ini gawat! Mu-Musuh menyerang,’’ kata wanita itu lalu jatuh pingsan karena terluka di bagian punggung.


‘’Itu tidak mungkin. Bagaimana mereka bisa masuk ke desa?’’ tanya Shibuki.

__ADS_1


‘’Sakura, tangani wanita ini dan anak-anaknya, lalu temukan tempat yang aman dimana kau bisa bersembunyi. Mengerti?’’ kata Sasuke.


‘’Ya, dan bagaimana dengan dirimu, Sasuke-kun?’’ tanya Sakura.


‘’Oee Sakura-chan, aku juga di sini dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Aku dan Naruto akan masuk ke Desa Air Terjun untuk menyelidiki musuh,’’ jawab Sasuke.


‘’Heh, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh anak sepertimu? Meskipun kau putra Hokage, tapi kudengar kau tidak lolos di ujian Chuunin,’’ kata Shibuki.


Saat itu juga Sasuke mendorong mereka ke tanah. Naruto protes karena tiba-tiba di dorong seperti itu, hingga beberapa ninja muncul di balik air terjun melemparkan puluhan kunai ke arah Shibuki.


Sasuke mengeluarkan shuriken besar. ‘’Fuuma Shuriken!’’


Shuriken besar itu langsung berputar dan menangkis semua kunai yang mengarah ke Shibuki tadi. Para ninja kriminal terbelalak melihat shuriken tadi menjadi dua kloning sambil menuju ke arah mereka. Tiga di antara 4 orang tadi berhasil dikena dan satunya kabur.


‘’Tuan Shibuki?’’


‘’Sekarang kita sudah terlibat, dan kami akan mengawasimu sampai akhir sebagai misi,’’ kata Sasuke.


Awalnya Shibuki menganggap mereka akan menjadi penghinatan, tapi pandangan Shibuki sedikit berubah setelah kejadian tadi, membuatnya membawa anak itu masuk ke Desa Air Terjun.


‘’Wah, sebuah pintu masuk dibalik air terjun,’’ kata Naruto.


‘’Jangan ceritakan kepada siapa pun mengenai pintu masuk ini,’’ kata Shibuki.


Mereka pun akhirnya tiba di dalam desa. Sasuke yang menyadari situasi terlalu sunyi, membuatnya mendorong Naruto ke air.

__ADS_1


‘’Teme! Apa yang kau lakukan?’’ kesal Naruto.


‘’Aku akan menjadi umpan, jadi kau bawa Shibuki ke tempat yang aman. Cepatlah!’’ perintah Sasuke.


Setelah Naruto pergi, beberapa ninja kriminal datang dan bertarung bersamanya. Tapi, karena rata-rata ninja kriminal itu seumuran dengan orang dewasa, membuat Sasuke terpojok.


‘’Kali ini kami tidak akan gagal seperti tadi.’’


‘’Apa aku harus memotongmu berkeping-keping?’’ tanya ninja wanita.


‘’Tahan! Kita akan gunakan dia untuk negoisasi,’’ kata tuan Suien.


Sasuke meringis karena sengatan listrik langsung memenuhi tubuhnya. Ketiga ninja itu hendak membawanya pergi setelah tidak sadarkan diri.


‘’A-Apa ini?! Kenapa ada begitu banyak kertas?!’’ tanya tuan Suien.


Pandangan mereka diblok karena ribuan kertas yang berterbangan. Tidak lama kemudian, elemen angin menambah daya serang kertas itu, membuat ninja kriminal tadi menangis kertas itu satu persatu.


Muncul salah satu sosok berjubah yang membawa Sasuke kabur.


‘’Sial! Mereka membawanya pergi!’’


‘’Suiton : Daibafuku no Jutsu!’’


Air dengan jumlah banyak membentuk lingkaran bola air besar dan menghantam semua kertas itu seperti muntahan air terjun.


Mereka terbelalak saat tidak melihat siapa pun terutama Sasuke. Muncul beberapa ninja datang melapor.

__ADS_1


‘’Tuan Suien, semua sandera menghilang!’’


‘’Apa?!’’


__ADS_2