God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 185 Menyusup


__ADS_3

Kakashi dan yang lainnya tiba di sekitar istana. Mereka terbelalak saat melihat pertunjukan sirkus di halaman utama, membuat semua orang menonton.


‘’Bukankah mereka kelompok sirkus yang dibeli Pangeran Michiru?’’ tatap Rock Lee yang bersembunyi di dahan pohon.


‘’Ini waktu yang pas, semua orang berkumpul di sini. Dengan begitu, kita bisa menyusup ke dalam,’’ kata Kakashi melalui earphone.


‘’Ayah?’’


Semua orang langsung mengikuti pandangan Hikaru, dan melihat Pangeran Michiru berdiri di ujung papan dengan tali melilit di lehernya.


‘’Ossan itu … Dia menggunakan nyawa seseorang sebagai pertunjukan,’’ kesal Naruto #2.


Korega dan pasukannya yang bersembunyi di balik semak, langsung memberi kode untuk bergerak.


Sedangkan Obito yang menyamar sebagai pemain sirkus, hanya terbelalak melihat pemandangan dari atas.


‘’Gila. Apakah ini kejutan yang kau bilang Naruto? Orang itu akan jatuh, tanpa semua orang di sini menyadarinya,’’ kata Obito.


‘’Jangan khawatir. Kalau penalaranku benar, seharusnya mereka sudah tiba di sini sejak tadi,’’ kata Naruto #1.


Obito mengerutkan dahi sambil menatap sosok berambut kuning di sampingnya. ‘’Mereka? Ha? Tunggu! Naruto, kau mau ke mana?’’


‘’Ikut saja dan jangan bertanya,’’ kata Naruto #1.


‘’Tapi pertunjukannya?’’ tanya Obito.


‘’Seseorang akan mengatasinya. Kita akan menuju ke pertunjukan yang sebenarnya dattebayo,’’ kata Naruto #1.

__ADS_1


Obito dengan wajah bingung hanya menurut dan mengikuti Naruto #1.


......................


Shabadaba mulai merasa bosan, membuat para prajurit hendak mengeksekusi Pangeran Michiru dan Raja sebelumnya.


‘’Jangan dulu! Sebelum itu, bawa gadis itu ke hadapanku sekarang juga!’’ perintah Shabadaba.


Tidak lama kemudian, Sakura yang menggunakan pakaian menari diselubungi perhiasan tiba. Semua orang langsung merona melihat kecantikan gadis berambut panjang pink itu.


‘’Dia sangat cantik setelah di dandani. Bagaimana kalau aku jadikan istri saja,’’ kata Shabadaba mengelilingi gadis tadi.


Sakura yang risih, hanya diam tanpa melakukan tindakan gegabah. Melihat Pangeran Michiru digantung, dan Raja terbaring di altar jebakan, membuatnya harus berhati-hati. Dengan terpaksa, ia mengikuti perintah Shabadaba dan menari begitu mendengar alunan musik.


Aku harus menunggu waktu yang tepat untuk bertindak, kata Sakura dalam hati.


......................


Pintu batu tiba-tiba terbuka, menampilkan Korega bersama yang lainnya.


‘’Hanya kami yang mengetahui jalan rahasia ini, karena Raja pernah menggunakannya dulu,’’ kata Korega.


Ia pun memberi Hikaru panah sungguhan, berharap itu akan berguna. Hikaru menerimanya dan berterima kasih. Sampai akhirnya mereka pun menyusuri koridor secara diam-diam.


......................


Pemilik sirkus yang mengenali Kakashi, terkejut melihat ninja itu berpakaian seperti pemain sirkus.

__ADS_1


‘’Bisakah kau membantuku?’’ tanya Kakashi.


Tidak lama kemudian, Kakashi menaiki air mancur kolam dan berdiri di tengah. ‘’Akhirnya kita telah sampai pada puncak pertunjukan.’’


‘’Harap kalian sudah menunggu ini,’’ kata Kakashi membuka penutup matanya.


Deg!


Ishidate tertegun melihat mata sharingan itu dan tersadar. Namun, usahanya terlambat karena Kakashi meluncurkan serangan elemen air untuk menghantam semua orang.


‘’Ishidate!’’ teriak Shabadaba.


‘’Ck! Aku tahu!’’ kata Ishidate bergegas.


Sakura menggunakan kesempatan itu. Tangannya mengepal dengan urat-urat yang sudah menegang. Ia mengarahkan pukulan tersebut kepada Shabadaba.


‘’Shannarou!’’ seru Sakura.


Namun, bukan Shabadaba yang terkena pukulan itu, melainkan pelayan setianya yang ia tarik untuk melindungi diri.


‘’Apa yang kalian lakukan?! Cepat lindungi diriku! Aku adalah Raja!’’ seru Shabadaba.


Akan tetapi, para dewan yang bersamanya hanya ketakutan dan memilih kabur.


Sakura hendak menghampiri Shabadaba, tapi pria itu mengancamnya akan untuk menarik tali yang melilit di leher Pangeran Michiru dan mengaktifkan jebakan di altar Raja.


‘’Hehe, kalau kau berani maju satu langkah, maka kedua orang itu akan lenyap bersamaan,’’ kata Shabadaba.

__ADS_1


__ADS_2