
Deg!
Kushina dan Minato terbelalak melihat bayi itu. ‘’Dia … Begitu mirip dengan Naruto.’’
Minato yang menangis terharu, mengusap air matanya. ‘’Aku adalah seorang ayah sekarang. Naruto!’’
‘’Jangan sentuh dia! Ibunya harus melihatnya terlebih dahulu,’’ tegur Biwako.
Minato hanya memasang wajah bodohnya.
‘’Naruto, akhirnya aku bisa melihatmu,’’ kata Kushina.
Minato menghampiri Kushina dan memegang tangannya. ‘’Kushina, arigatou. Yosh! Aku tahu kau telah melahirkan. Karena itu aku akan menyegel Kyuubi kembali.’’
‘’Akh!’’
Deg!
‘’Biwako-sama! Taji!’’ seru Minato melihat kedua orang itu telah dilumpuhkan.
Pria bertudung itu menatap bayi itu. ‘’Hee~ dia benar-benar mirip dengan monster itu.’’
‘’Siapa kau?! Lepaskan Naruto!’’ seru Minato.
‘’Menjauhlah dari Jinchuriki itu! Kalau tidak, nyawa monster ini akan melayang.’’
‘’Beraninya kau menyebut putraku dengan sebutan monster,’’ kata Kushina lemah.
Bagaimana bisa dia melewati pelindung itu? Orang ini, kata Minato dalam hati.
Kushina meringis karena segel Kyuubi masih belum ditutup. Sosok bertudung itu mengeluarkan kunai, membuat Minato mulai bimbang harus menyelamatkan siapa.
‘’Apakah kau tidak peduli dengan monster ini, ya? Baiklah kalau begitu,’’ kata pria bertudung melempar bayi Naruto ke atas.
‘’Naruto!’’ teriak Kushina.
Minato dengan cepat menyelamatkan bayi Naruto.
‘’Seperti yang dikatakan orang itu, kau benar-benar Si Kilat Kuning. Tapi bagaimana dengan ini?’’ tanya pria bertudung.
__ADS_1
‘’Minato!’’ teriak Kushina.
Minato yang menyadari selimut bayi Naruto dipenuhi kertas bom langsung, membuangnya. Tempat persalinan itu diledakkan, membuat Minato menggunakan Hi Raishin no Jutsu untuk menyelamatkan Biwako dan Taji sambil membawa Naruto.
‘’Targetnya adalah Kushina dan dia berhasil memisahkan kami. Aku harus cepat,’’ kata Minato.
Para shinobi yang dibuat pingsan tadi akhirnya datang. ‘’Yondaime-sama!’’
‘’Kalian bawa Biwako-sama dan Taji ke rumah sakit!’’ perintah Minato.
Shut!
Minato tiba di tempat aman, lalu menyelimuti bayi Naruto.
‘’Naruto, tunggulah sebentar. Aku akan menyelamatkan ibumu dulu."
......................
‘’Apa yang kau inginkan?’’ tanya Kushina.
Tanpa membuang waktu, pria bertudung itu melakukan segel tangan, dan mengeluarkan Kyuubi dari tubuh Kushina. Tidak lama, bijuu ekor sembilan itu telah bebas sepenuhnya.
‘’Sekarang aku akan pergi ke Konohagakure.’’
‘’Tunggu,’’ kata Kushina lemah.
Pria bertudung itu terhenti. ‘’Shinobi klan Uzumaki memang mengesankan. Kalian tidak akan mati setelah Bijuu dikeluarkan. Kau adalah Jinchuriki dari Kyuubi, bagaimana kalau monster ini saja yang membunuhmu?’’
Deg!
Shut!
Saat itu juga Minato muncul sambil membawa Kushina.
Pria bertudung itu mendongakkan kepala. ‘’Harus kukatakan, kau cepat sesuai julukanmu. Tapi kau terlambat.’’
__ADS_1
Dalam hitungan detik, Minato menghilang sambil membawa Kushina. Pria bertudung itu menatap Kyuubi yang ia tahan.
‘’Meskipun aku tidak memiliki kontrak dengan monster ini. Aku tetap bisa membawanya ke Konohagakure.’’
......................
‘’Akhirnya kita bersantai juga,’’ kata Obito.
‘’Oh! Kebetulan kita bertemu di sini,’’ kata Guy muncul bersama Asuma dan Kurenai.
Obito memasang wajah bodohnya. ‘’Kita tinggal di desa yang sama, apanya yang kebetulan?’’
‘’Yo Obito! Aku sudah tidak sakit perut lagi. Sekarang energiku sudah kembali pulih. Sekarang waktunya untuk bertanding ulang. Aku sedang bersemangat!’’ kata Guy.
‘’Aku tidak mau. Yang benar saja,’’ kata Obito.
Kakashi berhenti membuat mereka menatap anak itu.
‘’Apakah kalian merasakan hal yang aneh?’’ tanya Kakashi.
‘’Ada apa Kakashi?’’ tanya Asuma.
‘’Udaranya sangat dingin malam ini,’’ jawab Kakashi.
‘’Itu karena kelakuanmu!’’ kata Guy dan Obito.
......................
Di sisi lain, Itachi yang menjaga Sasuke merasakan hal yang sama. ‘’Perasaan apa ini?’’
Sasuke langsung menangis, membuat Itachi menenangkan adiknya itu.
......................
Deg!
__ADS_1
Sandaime tersentak dan menoleh ke samping, melihat ke luar jendela. ‘’Tidak mungkin.’’