God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 39 2 Pilihan


__ADS_3

Kenapa ayah selalu menanyakan hal itu? Saat di ruang pertemuan kantor Hokage, ayah juga melontarkan pertanyaan yang sama. Apakah ayah mengetahui sesuatu? Ssttt, kata Naruto dalam hati.


Minato menatap anak itu dan menunggu jawaban darinya.


‘’Kenapa Anda selalu menanyakan Sage Mode? Memangnya jurus itu sedang trend, ya?’’ tanya Naruto.


Dia menghindar untuk menjawabnya lagi, kata Minato dalam hati.


Flashback on


Sandaime menatap Minato yang terdiam. ‘’Dia bisa menemukan keberadaan Anko Mitarashi yang sedang sembunyi. Tetap bersikap tenang menyusun strategi dalam situasi terdesak, lalu menggunakan Henge Jutsu dalam Kuchiyose agar tidak ada yang menyadari hewan Kuchiyose yang dia panggil adalah seekor katak yang memegang pedang. Jika ketiga anak itu melihatnya, mereka akan berpikir bagaimana mungkin hewan Kuchiyose milik Anda dan Jiraiya ada di sana.’’


Tapi, hewan Kuchiyose yang melayaniku dan Jiraiya sensei adalah Gammabunta yang berwarna merah. Selain itu, katak yang dipanggil Naruto berwarna orange dengan bagian mulut dan kelopak mata berwarna navy. Saat aku pernah berada di Gunung Myoboku, ciri-cirinya seperti Gammakichi, tapi katak itu masih kecil. Sedangkan yang diceritakan Anko, kataknya berukuran sama dengan hewan Kuchiyose miliknya, kata Minato dalam hati.


‘’Yondaime-sama, semuanya sudah jelas. Kemampuan Naruto berada jauh di atas para Jounin di desa ini selain kita berdua. Itu berarti, dia memang seorang mata-mata yang dikirim. Aku tidak menyangka Iwagakure tega melakukan eksperimen seperti ini kepada anak sekecil Naruto,’’ kata Sandaime.


Minato hanya diam tanpa berkomentar.


‘’Naruto tinggal bersama Anda, kan? Bagaimana kalau Anda bertanya langsung kepada anak itu? Aku bertaruh, Naruto akan menghindar untuk menjawabnya,’’ kata Sandaime.

__ADS_1


Flashback off


‘’Aku hanya penasaran saja,’’ jawab Minato tersenyum.


Wajah Naruto menjadi tegang, tapi ia tetap mempertahankan raut wajah tenangnya.


‘’Aku akan coba bicara dengannya,’’ kata Minato.


Minato hendak berjalan pergi, namun belum sempat ia memegang gagang pintu, Sandaime kembali bicara.


‘’Sebelum terjadi sesuatu. Aku akan memberi Anda 2 pilihan. Pertama, jika Naruto mengakuinya, anak itu harus diserahkan ke laboratorium untuk ditelusuri tubuhnya. Kedua, jika Naruto menghindar untuk menjawab, maka … sebagai Hokage Keempat, Anda harus menyuruhnya meninggalkan desa ini,’’ kata Sandaime.


Minato tersentak dan kembali tenang.


‘’Aku mengerti. Aku yang membawanya datang kemari, jadi aku yang akan bertanggung jawab atas Naruto. Shitsurei shimasu(Permisi).’’ (Minato teringat)


‘’Tapi, tapi, aku bisa mengatakan misi pertama ini sangat berkesan. Mereka bertiga memiliki kelebihan masing-masing. Aku sangat senang bisa menjadi bagian dari regu tim Anda dattebayo,’’ senyum Naruto menampilkan deretan giginya.


Minato hanya tersenyum lalu mengusap pucuk rambut Naruto, membuat anak itu tersentak. Tanpa mengatakan apa pun, Minato hanya berjalan pergi. Naruto yang melihatnya, entah kenapa merasa tidak enak.

__ADS_1


......................


Kamar


Ceklek!


Kushina menoleh saat melihat kedatangan Minato. ‘’Bagaimana? Kau sudah bicara dengan Naruto?’’


‘’Iya, berkat dirimu,’’ kata Minato tersenyum.


‘’Haa, itu karena kau bilang ingin membahas sesuatu yang penting. Jadi, aku menyuruhnya untuk tidak membantuku hari ini dattebane. Lalu, hal penting apa yang kau bicarakan dengannya?’’ tanya Kushina.


Minato terdiam, membuat Kushina mengerutkan dahi.


‘’Minato, kenapa kau hanya diam?’’ tanya Kushina.


‘’Ini sudah malam, ayo kita tidur,’’ senyum Minato.


‘’Eh? Tapi?’’ tanya Kushina.

__ADS_1


‘’Sudah, ayo tidur. Nanti kau bermata panda kalau begadang,’’ ejek Minato.


Kushina mengembungkan kedua pipi. ‘’Aku tidak akan seperti itu dattebane!’’


__ADS_2