God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 82 Sosok Anak


__ADS_3

Kakashi menghela nafas karena harus menemani Rin mencari Obito.


‘’Rin, ini tidak benar. Kita seharusnya tidak meninggalkan desa tanpa meminta izin dari Yondaime-sama,’’ kata Kakashi.


‘’Tapi Kushina-sama sudah bilang akan memberitahu hal ini kepada Yondaime-sama. Selain itu, aku mulai cemas saat mengetahui Obito tidak ada di rumah sakit Konoha dan malah bersama Orochimaru-sama,’’ kata Rin.


‘’Memangnya kenapa kalau dia bersama salah satu Sannin Legendaris?’’ tanya Kakashi berhenti.


Rin juga berhenti dan menatap anggota satu timnya. ‘’Aku tahu, tapi kau juga tahu kalau Orochimaru-sama itu melakukan eksperimen untuk jutsu. Dia bukan dokter,’’ kata Rin.


Kakashi menghela nafas panjang. ‘’Apa boleh buat, kita juga sudah jauh dari desa. Dasar, anak itu.’’


Keduanya kembali menyusuri hutan, begitu juga dengan Obito yang melanjutkan pelarian dirinya. Setelah waktu berlalu begitu lama, Obito yang tidak sengaja melihat dua sosok ninja membuatnya minta pertolongan.


‘’Eh? Apakah aku salah dengar? Itu seperti suara Obito,’’ kata Rin.


‘’Aku juga seperti mendengar suaranya,’’ kata Kakashi.


Obito berlari sekuat tenaga sambil berteriak. Rin dan Kakashi yang menoleh setelah mengetahui sumber suara tadi juga berlari.


Tidak salah lagi, tadi aku melihat Rin dan Kakashi. Akhirnya aku bisa kabur, kata Obito hendak menyebrangi semak besar di depannya.


Rin menyebrangi semak besar tadi dan terbelalak, begitu juga dengan Kakashi.


‘’Siapa kalian?’’ tanya Rin melihat dua anak seumuran dengannya.


Kakashi memicingkan mata. Entah kenapa ia merasakan hawa membunuh dari kedua anak di depannya.

__ADS_1


Aku sangat yakin mendengar suara Obito dari arah semak ini, kata Rin dalam hati.


Pakaian mereka berdua kenapa begitu mirip dengan orang itu, kata Kakashi dalam hati.


Di sisi lain, Obito berontak sambil melihat dua anak seumurannya yang membawanya pergi.


‘’Lepaskan! Siapa kalian?!’’ tanya Obito.


‘’Haa, kau nekat juga sampai melarikan diri. Kalau Orochimaru-sama sampai tahu hal ini, kami pasti kerepotan,’’ kata salah satu anak berambut orange.


‘’Kami berempat ditugaskan untuk menjagamu selagi Orochimaru-sama tidak ada,’’ kata anak berambut kuncir satu.


Obito menggertak gigi. ‘’Aku tidak mau kembali ke tempat mengerikan itu lagi!’’


‘’Sayang sekali, karena kami akan membawamu kembali ke sana.’’


......................


Anak berambut merah mengerutkan dahi. ‘’Apa yang kalian lakukan di sini?’’


‘’Kami mencari te—‘’


‘’Kami sedang menjalankan misi,’’ kata Kakashi memotong ucapan Rin.


Rin sedikit terkejut sambil menatap Kakashi.


‘’Menjalankan misi?’’ tanya anak berambut putih.

__ADS_1


Kakashi membenarkan lalu menarik Rin pergi, membuat gadis itu bingung. Setelah memastikan kepergian Rin dan Kakashi, kedua anak tadi juga bergegas pergi.


......................


‘’Keras kepala sekali!’’ kesal anak berambut kuncir satu.


Mereka menoleh saat melihat kedatangan dua anak. Obito yang melihat keempat anak itu mulai cemas.


Sial! Sejak tadi aku hanya berlari terus, dan rasanya tenagaku hampir habis. Mustahil kalau ingin bertarung dengan keempat orang ini, kata Obito dalam hati.


‘’Untunglah kita bisa memisahkan mereka. Jika kita terlambat sedikit saja, dua anak itu pasti bertemu dengan anak ini,’’ kata anak berambut merah yang melirik Obito.


‘’Jadi, bagaimana dengan kedua anak itu?’’ tanya anak berambut orange.


‘’Mereka hanya menjalankan misi dan sudah pergi,’’ kata anak berambut putih.


‘’Heh~ kenapa kau tidak menyerangnya?’’ tanya anak berambut kuncir satu.


Anak berambut putih memberitahu mereka kalau ia tidak akan menyerang seseorang tanpa alasan. Ia pun memerintahkan ketiga anak yang lainnya untuk membawa Obito pergi.


Namun, keempat anak tadi menyadari sesuatu. Mereka langsung menghindar meninggalkan Obito seorang diri saat beberapa kunai dilemparkan ke arah mereka.


Tidak lama kemudian bom asap menyusul.


Salah satu dari keempat anak tadi menghempaskan asap tersebut. Mereka melotot karena Obito sudah menghilang.


Anak berambut putih itu menoleh. ‘’Jangan-jangan….’’

__ADS_1


__ADS_2