
‘’Sepertinya hanya reruntuhan bangunan,’’ tatap Choji.
‘’Tapi, aku tidak tahu kalau ada juga desa di sekitar desa itu,’’ kata Rock Lee.
Shikamaru mengerutkan dahi. ‘’Tunggu, apakah mungkin ini adalah sisa reruntuhan dari Desa Soragakure seperti yang dikatakan Yondaime Hokage?’’
‘’Lihat itu!’’ seru Hinata #2.
Semua langsung mendongakkan kepala sambil mengikuti pandangan gadis itu. Mereka terbelalak saat melihat pulau terapung di udara.
‘’Jangan-jangan pulau itu ... Soragakure no Sato,’’ kata Neji.
‘’Itu berarti pria itu ada di sana begitu juga dengan Amura,’’ kata Tenten.
‘’Tidak ada cara untuk menuju ke sana,’’ kata Sasuke.
‘’Tentu saja ada!’’ seru seseorang.
Saat itu juga, mereka semua menoleh dan melihat pemilik suara barusan. Terlihat Sai yang mengendarai burung dari tinta chakra-nya. Anak itu mendarat ke bawah menghampiri para Genin.
‘’Sai? Kau ada di sini? Bagaimana mungkin?’’ tanya Naruto #2.
‘’Sebenarnya Yondaime-sama mengutusku diam-diam mengikuti kalian atas permintaan Tuan,’’ jawab Sai.
‘’Tuan yang kau maksud itu adalah Naruto Ichigou, kan?’’ tebak Ino.
Sai mengangguk membenarkan. ‘’Tuan memintaku untuk mengawas secara diam-diam dan menuggu sampai ada perintah selanjutnya untuk bergerak. Lalu tanpa sengaja aku menemukan pulau ini. Tapi, aku tiba-tiba melihat kalian, jadi aku hampiri.’’
__ADS_1
‘’Aku sedikit terkejut karena orang itu selangkah lebih dulu di depan kita semua,’’ kata Shikamaru.
‘’Sai, apakah kau melihat seorang pria yang membawa seorang anak?’’ tanya Naruto #2.
‘’Maksudmu pria muda tadi? Hm, aku melihatnya melayang ke pulau itu tanpa menggunakan alat,’’ jawab Sai.
‘’Apa? Kushou! Jadi dia memang bukan dokter biasa. Sai, bisakah kau membawa kami ke sana?’’ tanya Naruto #2.
‘’Bisa. Tapi, aku belum menerima perintah dari Tuan,’’ jawab Sai.
‘’Aku tidak berbeda dengan Tuan-mu itu. Kau bisa menganggapku sebagai dirinya. Jadi, aku memberimu perintah untuk membawa kami semua ke atas sana dattebayo,’’ kata Naruto #2.
Sai terbelalak hingga akhirnya tersenyum. ‘’Sayang sekali aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak mau Tuan sampai marah padaku jika bertindak di luar perintahnya.’’
Semua langsung memasang wajah bodoh karena menganggap rencana Naruto #2 akan berhasil tapi ternyata tidak.
Cukup lama mereka bergiliran untuk membujuk Sai tapi tidak ada yang berhasil. Bayangkan Shikamaru dan yang lainnya mencari alasan sesuai dengan karakter mereka.
‘’Sakura, tersisa dirimu. Meskipun kau tidak berhasil, kami tetap mendoakanmu,’’ kata Ino.
Sakura menghela nafas sebelum akhirnya berjalan menghampiri Sai yang memantau.
‘’Sai?’’ panggil Sakura.
Anak yang dipanggil menoleh dan tersenyum, seolah-olah mengetahui Sakura akan mengatakan sesuatu sama seperti yang lainnya.
‘’Sepertinya sia-sia saja. Sakura tidak akan berhasil,’’ kata Ino.
__ADS_1
‘’Yang bisa kita lakukan hanya menunggu Naruto Ichigou datang agar Sai menurut,’’ kata Tenten.
Sakura menatap sehelai daun yang tersangkut di rambut Sai.
Deg!
Wajah Sai spontan merona saat wajah Sakura sedikit dekat dengan wajahnya, hingga gadis itu memperlihatkan dedaunan di tangannya.
‘’Ada daun yang tersangkut, jadi aku mengambilnya,’’ senyum Sakura.
Para Genin lainnya yang menyaksikan hal itu hanya tersenyum kaku.
‘’Wajahnya memerah,’’ kata Hinata #2.
‘’Sepertinya dia menyukai Sakura-chan,’’ kata Ino.
Neji dan Tenten kewalahan menahan Naruto #2, sedangkan Kiba dan Shino kewalahan menahan Rock Lee. Ya, kedua anak laki-laki itu tidak menerima kejadian tadi dan hendak menghabisi Sai.
Shikamaru hanya menghela nafas, sedangkan Sasuke memicingkan mata meski terlihat tidak peduli.
‘’Sai, sebenarnya aku ingin menyampaikan sesuatu. Tuan-mu memberitahuku agar kau membawa kami ke atas jika kami sudah tiba di sini,’’ kata Sakura to the point.
Semua menunggu reaksi Sai yang terlihat terdiam untuk sesaat.
‘’Tuan mengatakan hal itu, ya? Baiklah, aku akan membawa kalian semua,’’ senyum Sai.
‘’Apa?! Begitu saja?!’’ pekik semuanya hampir terjatuh.
__ADS_1
‘’Kenapa kita tidak menyuruh Sakura saja pertama kali untuk membujuk Sai tadi.’’