
Keempat orang itu berjalan menuju ke studio tempat dimana aktris yang akan mereka kawal hari ini.
‘’Chotto, Naruto? Kenapa kau membahas hal itu di pertemuan tadi? Kau ini tidak mengerti situasi sama sekali,’’ tegur Sakura berbisik.
Naruto #2 menatap Sasuke yang berjalan sedikit jauh di depannya, dan berlari menghampirinya.
‘’Oee Naruto?’’ panggil Sakura karena diabaikan.
‘’Sasuke? Aku sudah mendengarnya dari ibuku kalau Itachi-san menghilang dan sekarang dituduh. Tim ayahku saat ini diutus untuk mencarinya. Jangan khawatir, nama Itachi-san akan dibersihkan setelah mereka menemukan kebenarannya,’’ kata Naruto #2.
Sasuke berhenti dan menatap Naruto #2 dengan tenang seperti biasa. ‘’Lalu?’’
‘’Apa maksudmu mengatakan lalu?’’ tanya Naruto #2.
‘’Kalau kau begitu memikirkan orang itu, maka pergi dan cari saja dia. Aku tidak ingin kau menghambat misi ini,’’ kata Sasuke.
‘’Apa katamu? Aku ini sedang mencemaskanmu dattebayo! Seharusnya kau tidak sedingin ini,’’ kata Naruto #2 sedikit kesal.
Sasuke kembali berjalan. ‘’Aku tidak peduli. Siapa suruh menimbulkan masalah, jelas-jelas sudah dipercayai.’’
Naruto #2 mengepalkan tangan mendengar kalimat Sasuke.
‘’Sudah kubilang, jangan mengungkit masalah itu! Jangan memberi Sasuke-kun masalah lagi,’’ kata Sakura.
‘’Ha? Apa maksudmu aku memberi masalah kepadanya?’’ tanya Naruto #2 tidak terima.
‘’Itu karena kau adalah masalahnya,’’ jawab Sakura berjalan pergi.
Naruto #2 yang tidak menerima hal itu, mengejar Sakura dan protes, membuat Sakura memukulnya di bagian kepala.
__ADS_1
Kakashi yang menyaksikan hal tersebut hanya menghela nafas dan memilih membaca buku Icha-Icha Paradise.
......................
Studio
Tim 7 pun tiba dan disambut hangat oleh para kru. Mereka bahkan bertemu langsung dengan sutradara dan manager.
‘’Tapi, aku melihat semuanya sedang mengangkut barang ke kapal,’’ kata Kakashi.
‘’Aa, soal itu … Kita akan menuju ke Negeri Salju untuk adegan terakhir di film,’’ jawab salah satu kru.
Deg!
Mendengar ucapan pria tadi membuat Tim 7 bersamaan terkejut.
‘’Kenapa kalian begitu terkejut? Aa, apakah ini karena ada hubungannya dengan Uchiha Itachi?’’ tanya salah satu kru.
Mata Sasuke langsung melirik ke arah orang tadi dengan tatapan serius.
‘’Uchiha Itachi? Maksudmu Si Jenius Uchiha yang saat ini sedang diburu?’’
‘’Hm, aku terkejut setelah mendengar kabarnya.’’
‘’Dia melenyapkan Daimyo Negeri Salju. Apakah dia sebenarnya seorang pembunuh bayaran?’’
Tangan Sasuke langsung mengepal, begitu juga dengan Naruto #2.
‘’Gara-gara dirinya, Sutradara harus mengeluarkan banyak biaya untuk negoisasi agar bisa menggarap film di Negeri Salju.’’
__ADS_1
‘’Benar. Sutradara jadi dapat masalah karena dirinya.’’
‘’Padahal ayahnya seorang kepala kepolisian, tapi anaknya kriminal. Benar-benar mencoreng nama Uchiha!’’
Naruto #2 yang tidak terima hendak angkat bicara. Namun, niatnya didahului saat Sasuke meninju tembok hingga hancur.
‘’O-Oee! Apa yang kau lakukan bo—‘’
Deg!
Ucapan para kru yang hendak marah tadi langsung terhenti saat melihat tatapan Sasuke.
‘’Hei? Lihat di belakang baju anak ini. Ada logo klan Uchiha,’’ kata salah satu kru membuat rekan lainnya terbelalak.
‘’U-Uchiha? Anak ini dari klan Uchiha,ya? Aku mengerti kenapa kau marah. ’’
‘’Cih! Sasuke, lebih baik beri mereka pelajaran saja,’’ kata Naruto #2.
Sekali lagi, para kru terbelalak saat mendengar nama Sasuke.
‘’Uchiha Sasuke? Kalau begitu, dia adalah anak dari Fugaku-san dan adik dari….’’
‘’Lain kali gunakan mulut kalian sesuai fungsinya, jika tidak … Aku yang akan memperbaikinya untuk kalian,’’ kata Sasuke berjalan menuju ke kapal.
Para kru langsung canggung setelah pembicaraan tadi. Naruto #2 dan Sakura menatap mereka dengan tatapan kesal, lalu menyusul Sasuke.
‘’Jangan sampai kalian berakhir seperti tembok ini,’’ kata Kakashi sebelum akhirnya berjalan pergi.
Setelah memastikan semua persiapan, semuanya menaiki kapal dan mengarungi lautan menuju ke Negeri Salju.
__ADS_1