
‘’Jadi kita akan menangkap seekor kucing, ya?’’ tanya Naruto #2.
‘’Bukan kucing, tapi seekor musang channarou,’’ kata Sakura.
‘’Menurut yang dilaporkan, musang itu memiliki warna hitam di punggung kakinya,’’ kata Shikamaru.
Tiba-tiba mereka bertiga berjumpa dengan Naruto #1 dan yang lainnya.
‘’Sepertinya kalian mendapatkan misi,’’ tebak Rin.
‘’Ya, menangkap seekor kucing, maksudku seekor musang. Tapi aku tidak melihat Obito nii-chan dan Kakashi sensei,’’ kata Naruto #2.
‘’Dia ada misi lain bersama Uchiha Sasuke,’’ jawab Rin.
‘’Kenapa hanya Sasuke yang dipanggil? Aku seharusnya juga ikut dattebayo,’’ kata Naruto #2.
‘’Kau ini tidak ada rasa syukurnya saja. Bukankah kalian berdua sama-sama menerima misi?’’ tanya Naruto #1.
Naruto #2 menyangga kepalanya dengan kedua tangan sambil cemberut. ‘’Sasuke pergi bersama Obito nii-chan dan Kakashi sensei, dia pasti menjalankan misi yang lebih sulit. Sedangkan aku hanya akan menangkap seekor musang dengan warna hitam di punggung kakinya dattebayo.’’
Deg!
‘’Kau bilang apa? Musang dengan warna hitam di punggung kakinya?’’ tanya Naruto #1.
‘’Aku tahu kau akan tertawa, tapi jangan re—‘’ ucapan Naruto #2 terpotong karena Naruto #1 langsung menariknya.
‘’Ahaha, aku minta waktu sebentar,’’ kekeh Naruto #1.
Setelah berada sedikit jauh dari mereka, Naruto #2 berontak.
__ADS_1
‘’Kenapa kau tiba-tiba menarik kerah leher bajuku dattebayo?!’’ pekik Naruto #2 tersedak.
‘’Dengarkan aku baik-baik,’’ kata Naruto #1 dengan wajah serius.
Cukup lama hingga mereka berdua kembali bergabung.
‘’Kalian berdua sebenarnya sedang membahas apa selama itu? Kami harus bergegas,’’ kata Shikamaru.
‘’Rin-san, kami pergi dulu,’’ kata Sakura.
‘’Semoga kalian berhasil,’’ senyum Rin.
Naruto #2 yang bergegas, menoleh ke belakang. Ia menatap raut wajah Naruto #1 yang begitu serius ke arahnya.
......................
Setelah tiba di lokasi yang disebutkan dalam misi, ketiga anak itu menyusun rencana untuk menangkap musang. Butuh beberapa waktu hingga akhirnya mereka berhasil menangkapnya.
‘’Orang yang meminta bantuan kita berasal dari desa di luar tebing ini,’’ tatap Shikamaru setelah melihat peta.
‘’Tapi, apa kalian tidak merasakan sesuatu yang aneh?’’ lanjut Shikamaru bertanya.
‘’Aneh?’’ tanya Sakura balik.
‘’Meski tengah hari, tetapi tidak terlihat seorang pun di sana,’’ jawab Shikamaru.
Naruto #2 dengan wajah bodohnya hanya mengerutkan dahi. ‘’Apakah benar begitu?’’
Sakura yang berdiri di sampingnya melayangkan pukulan ke kepala Naruto #2.
__ADS_1
Ketiga anak itu pun membagi dua tim. Shikamaru menuju ke arah barat, sedangkan Sakura dan Naruto menuju ke arah berlawanan.
Mereka berniat menyelidiki kesunyian desa tersebut tanpa sadar ada yang mengamati. Shikamaru yang menemukan sesuatu, langsung melotot melihat desa itu ternyata hancur.
Tidak lama kemudian, terdengar suara serangan di tempat Naruto #2 dan Sakura melalui earphone. Tanpa membuang waktu, Shikamaru langsung bergegas kembali.
Push!
Naruto #2 dan Sakura terlibat pertarungan dengan dua sosok robot berjubah. Keduanya saling bergilir untuk menyerang.
‘’Shannarou!’’ seru Sakura.
Namun, karena belum sempurna, serangannya masih sedikit lemah. Ia hanya bisa membuat robot itu terjatuh.
‘’Wah Sakura-chan, kau seperti Tsunade no Ba-chan saja dattebayo,’’ kata Naruto #2.
‘’Bodoh! Lihat di belakangmu!’’ teriak Sakura.
Naruto #2 tersenyum remeh dan melakukan segel tangan. Ia membuat dua kloning dan menyerang secara bersamaan. ‘’U-Zu-Ma-Ki … Naruto Rendan!’’
Bugh!
‘’Apa itu?’’ tatap Naruto #2 melihat seseorang dibalik asap yang berasal dari robot berjubah tadi.
‘’Sepertinya kali ini manusia,’’ tatap Sakura.
Naruto #2 memicingkan mata guna memperjelas penglihatannya.
Deg!
__ADS_1
‘’Sosok berjubah berambut pirang sepanjang leher … Jangan-jangan….’’