
Semua orang tersentak setelah mendengar kabar dari Tsunade melalui jurus ayah Shikamaru dan Ino.
‘’Kakashi sensei dan Obito nii-chan? Tidak mungkin,’’ kata Naruto.
Yang lainnya juga bereaksi yang sama dan sangat menyayangkan hal itu. Tidak lama kemudian, informasi kembali tersampaikan. Ayah Choji, Iruka sensei dan orangtuanya, serta masih banyak shinobi lain yang nyawanya terenggut.
Naruto mengepalkan tangan sambil menggertak gigi saat mendengar Choji menangis.
‘’Hiks, ini tidak mungkin!’’ isak Choji.
‘’Choji, tenanglah. Kau harus sabar,’’ sedih Ino yang juga menangis.
Shikamaru berdecih. ‘’Yang benar saja. Bagaimana bisa kematian mereka berdatangan?’’
‘’Orang yang menangkap Naruto dan Sasuke, bukankah ada enam orang?’’ tanya Rock Lee.
Neji mengangguk. ‘’Kita semua melihatnya saat mereka muncul dari langit secara bersamaan.’’
Tidak lama kemudian, berita kembali tersampaikan.
Sarutobi Hiruzen, Sandaime Hokage telah gugur.
Deg!
Mata Naruto membulat besar begitu juga dengan yang lainnya. Tangan Tenten dan Ino gemetar. Sakura dan Hinata saling menggenggam tangan karena merasa ketakutan.
‘’Sa-Sasuke-kun, bagaimana ini?’’ tanya Sakura.
‘’Naruto-kun,’’ kata Hinata.
__ADS_1
‘’Kushou! Teme!’’ seru Naruto bergegas pergi.
‘’Oee! Jangan mengambil tindakan yang gegabah lagi!’’ seru Sasuke membuat langkah kaki Naruto terhenti.
Sasuke menatap punggung Naruto dengan alis berkerut. ‘’Kita semua hampir tewas jika saja Sai tidak datang menolong. Kita bukan tandingan mereka, jadi buang emosimu yang tidak berguna itu.’’
Naruto berbalik dengan mata merah menyala membuat Sasuke dan yang lainnya tertegun. ‘’Mereka membunuh semua orang tanpa belas kasih. Aku tidak menerima ini dattebayo!’’
‘’Situasi tidak akan berubah bahkan jika kau datang untuk melawan mereka dengan tindakan bodohmu itu. Jika kau kembali ke sana, tidak ada yang menjamin kau akan kembali hidup-hidup,’’ kata Sasuke.
‘’Itu akan lebih berguna daripada berdiam diri di sini sambil mendengar kematian semua orang tanpa melakukan apa-apa,’’ kata Naruto pergi.
Sai yang menatap kepergian Naruto hanya memasang wajah datar. ‘’Dia itu bodoh atau apa?’’
‘’Haa, dia memang bodoh, dan kebodohannya itulah yang membuat kami semua kerepotan,’’ kata Kiba.
Shikamaru menghela nafas panjang setelah melihat Naruto pergi. ‘’Saiaku da(Ini benar-benar buruk).’’
Minato dan Kushina terengah-engah sambil menatap Pain.
Aku tidak bisa mendekati tubuhnya bahkan jika menggunakan Hiraishi no Jutsu. Kekuatannya benar-benar diluar nalar. Dia menarik Sandaime-sama dan menghempaskannya lalu membunuhnya dengan besi yang selalu muncul di tangannya itu, kata Minato dalam hati berdecih.
Keduanya tidak ingin mengambil resiko dengan bertarung dari jarak dekat. Tapi, mendengar semua kabar yang disampaikan, membuat Minato sedikit goyah. Kushina yang melihatnya berusaha menyadarkan suaminya itu.
Apa yang kulakukan? Sebagai Hokage, aku telah membiarkan banyak nyawa telah melayang, kata Minato dalam hati yang tidak mendengar Kushina sedang memanggilnya.
Berita kematian semakin berdatangan dan banyak warga desa yang juga terluka parah membuat Minato tidak bisa mendengar apa pun.
‘’Minato! Apa yang kau pikirkan? Cepatlah sadar dattebane!’’ seru Kushina.
__ADS_1
Kakashi, Obito, Sandaime-sama, minna … Padahal aku sudah berjanji untuk melindungi mereka semua, kata Minato dalam hati.
Mata Pain memicing sambil mengulurkan tangan. ‘’Banshou Ten'in!’’
Teknik yang memanipulasi gaya gravitasi untuk menarik target ke arah pengguna, membuat Kushina tertarik ke arah Pain seperti magnet. Minato tersentak melihat Kushina tercekik di tangan Pain.
‘’Kushina!’’ pekik Minato.
‘’Menurutmu bagaimana kalau orang yang kau sayangi lenyap di depan matamu?’’ tanya Pain.
‘’Apa maksudmu? Tidak, jangan sakiti Kushina,’’ kata Minato.
‘’Setelah kau mengutus para ANBU untuk melenyapkan kami, aku tidak akan pernah memaafkanmu,’’ kata Pain.
Minato menjadi bingung dan berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
‘’Nyawa dibayar nyawa … Hanya dengan cara itu kematian Yahiko akan teradili,’’ kata Pain.
Apa? Dia baru saja mengatakan kematian Yahiko? Tunggu, kalau Yahiko sudah mati, lalu siapa yang berdiri depanku ini? Tidak mungkin, kata Minato dalam hati.
Pain hendak menghabisi Kushina tapi wanita itu menggunakan chakra Kyuubi sehingga bisa menghempaskan Pain.
‘’Oh, jadi kau Jinchuriki Kyuubi, ya? Sebaiknya kau diam saja dulu. Aku akan menghabisimu terakhir kali setelah semua orang di sini mati,’’ tatap Pain.
Kushina yang dalam kondisi setengah Kyuubi langsung terangkat naik bersama tanah pijakan kakinya.
‘’Chibaku Ten—‘’
‘’Rasengan!’’
__ADS_1
Push!