
Rouga hanya melontarkan tatapan datar, hingga menyuruh Mizore mengurus anak itu. Mizore memanjangkan tangannya dan menangkap anak berambut cokelat tadi.
‘’Kau memegangku terlalu kuat,’’ kata anak berambut coklat.
Langit menjadi gelap tanpa mereka pedulikan. Rouga mengayunkan tangan dan akan menghabisi Obito.
Deg!
Sekali lagi niatnya terhenti karena hujan langsung turun. Apalagi ia seperti menerima hantaman air terjung.
‘’Apa?! Beberapa menit yang lalu hanya butiran salju, kenapa sekarang turun hujan?!’’ tanya Rouga.
Mizore yang kewalahan mengatasi anak berambut cokelat yang menangis itu, menghantamnya ke tanah. Obito yang menyadari sesuatu, hendak menghentikan Mizore.
‘’Bodoh! Jangan lakukan itu!’’ seru Obito.
‘’Tidak!’’ seru anak berambut cokelat yang akan membentur tanah.
Dalam sekejap, semua yang ada di sana langsung tersengat listrik. ‘’Akh!’’
Obito bangkit sambil meringis. ‘’Kushou! Lagi dan lagi tersengat listrik gara-gara kalian. Jangan membuatnya kesal! Aku mengalami hal ini sekali lagi karena ulah kalian!’’
Rouga merasa marah dan langsung menghampiri anak berambut cokelat itu. ‘’Dasar bocah sialan!’’
‘’Temee! Jangan lupakan aku dattebayo!’’ seru Naruto #2 muncul dari atas.
‘’Apa?!’’ pekik Rouga.
‘’Rasengan!’’
Push!
Tameng yang dipakai Rouga sedikit retak hingga dirinya terhempas membentur tembok.
‘’Bagaimana mungkin anak itu bisa menggunakan ju—‘’ ucapan Fubuki terhenti saat kloning Naruto #2 menyerang tiba-tiba.
‘’Dari mana semua ini muncul?!’’ pekik Mizore menerima pukulan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, ketiga ninja itu tumbang sambil Naruto #2 mendarat.
‘’Humph! Sudah kubilang jangan remehkan seorang ninja dattebayo!’’ seru Naruto #2.
Obito dan Rin langsung menghampiri Kakashi dan yang lainnya, sambil anak berambut cokelat menatap mereka.
Naruto #2 menghampiri anak itu. ‘’Apakah kau baik-baik saja?’’
Anak berambut cokelat tadi terbelalak. ‘’Kau sangat mirip dengan temanku.’’
‘’Naruto! Jangan mendekati anak itu! Dia mungkin salah satu rekan mereka. Kedatangannya yang tiba-tiba sangat mencurigakan,’’ kata Kakashi.
‘’Tapi dia sudah membantu kita,’’ kata Naruto #2.
"Tidak Kakashi. Kau salah paham," kata Obito.
‘’Kau tidak lihat semua orang terkena serangannya. Kalau dia memang bukan sekutu dari ketiga orang itu, seharusnya kita tidak terkena se—‘’
‘’Itu tidak benar,’’ kata seseorang memotong ucapan Kakashi.
Deg!
‘’Nii-san,’’ tatap Sasuke ke arah salah satu orang.
......................
‘’Uzumaki Naruto? Sejak tadi aku bertanya kapan aku pernah melihatmu, ternyata kau mirip dengan anak yang satu itu, putra Yondaime Hokage,’’ kata Dotou.
‘’Kalau begitu, seharusnya kau sudah tahu siapa diriku,’’ kata Naruto #1.
Dotou memicingkan mata hingga akhirnya ia menyerang Naruto #1. Sutradara dan yang lainnya memanfaatkan kesempatan ini untuk merekam.
Tidak ada serangan apa pun yang bisa menyentuh Naruto #1, bahkan pertarungan jarak dekat juga sama. Hal itu membuat Dotou semakin emosi.
‘’Kushou! Kau hanya seorang bocah. Orang sekuat diriku tidak akan bisa kau kalahkan!’’ marah Dotou.
Dotou melakukan segel tangan. ‘’Souryuu Boufuusetsu!’’
__ADS_1
Dua chakra hitam dari tanah salju muncul dan membentuk angin tornado. Kakashi beserta lainnya yang datang langsung hilang keseimbangan karena daya hembusan angin tornado tadi.
‘’Apa ini?!’’ pekik Naruto #2.
Mereka tidak bisa melihat dengan jelas karena badai itu. Tapi mereka bisa tahu kalau badai tadi menghantam seseorang yang tidak lain adalah Naruto #1.
‘’Humph! Sudah berakhir. Kau hanya seorang bocah amatir,’’ kata Dotou.
‘’Ini belum berakhir.’’
Deg!
Dotou tersentak mendengar suara itu begitu juga Putri Koyuki. Asap perlahan menghilang dan memperlihat sosok Naruto #1.
‘’Kau pikir aku akan menyerah semudah itu?’’ tanya Naruto #1.
‘’Chakra yang menyelimutinya tadi menghilang. Kenapa dia tiba-tiba berhenti menggunakannya?’’ tanya Dotou.
‘’Tajuu Kagebunshin no Jutsu!’’
Mata Naruto #2 membulat melihat jutsu yang digunakan orang itu. ‘’Dia juga bisa menggunakan jurus itu?!’’
Seribu kloning Naruto #1 maju menyerang, dan Dotou tidak akan membiarkan hal itu.
‘’Hyaaa!’’ seru Dotou.
‘’Rasengan!’’ seru Naruto #1.
‘’Kk!’’ pekik Dotou menerima serangan brutal.
Naruto #1 hendak mengakhiri pertarungan, namun seseorang menghentikan niatnya.
‘’Tunggu!’’
Dotou menoleh dan langsung terpaku dengan mata membulat besar. ‘’Kakak … Tidak mungkin.’’
__ADS_1