God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 114 2 VS 1


__ADS_3

Shikamaru dan yang lainnya berhenti saat melihat bercak darah di dahan pohon.


‘’Hhah? Ini darah siapa? Tolong katakan kalau itu bukan milik Sasuke-kun,’’ kata Ino.


‘’Tidak! Ini juga bukan milik Sakura-chan, itu tidak boleh terjadi,’’ kata Rock Lee.


‘’Sakura tidak sadarkan diri. Di antara kedua laki-laki itu, hanya Sasuke yang bisa bertarung, dan untuk orang ceroboh seperti Naruto, bisa saja ini adalah darahnya saat mereka bertarung,’’ kata Shikamaru.


‘’Aa kalau darah itu milik Naruto tidak apa-apa,’’ kata Ino dan Rock Lee kompak.


‘’Na-Naruto-kun? Tidak, kenapa kalian berkata seperti itu? Naruto-kun … Naruto-kun saat ini terluka! Kita harus segera menemukannya dan mengobatinya. Jangan membuang waktu, ayo bergegas!’’ cemas Hinata langsung pergi.


Semua orang menatapnya dengan wajah bodoh mereka.


......................


‘’Katon : Hosenka no Jutsu!’’


Ninja bertudung itu menghindari serangan bola api yang menghampirinya.


‘’Suiton : Suiryuudan no Jutsu!’’


Serangan air berbentuk naga dalam ukuran besar muncul dan menghantam Sasuke.


‘’Uhuk! Uhuk! Cih, teknik api tidak cocok melawan teknik air. Dan kemampuan Taijutsu-nya lebih unggul. Sharingan tidak bisa merespon dengan sangat cepat, apalagi serangan terakhir itu melukai lenganku,’’ kata Sasuke.


Sasuke menatap Sakura yang terikat dengan posisi seperti huruf Y. ‘’Kalau begini terus, kami akan binasa.’’


Ninja bertudung muncul dan menertawakan lengan Sasuke yang sepertinya sudah tidak berguna lagi. Ia melemparkan kunai untuk mengakhiri pertarungan. Namun, muncul serangan kunai lain yang menghadangnya.


‘’Jangan lupakan diriku dattebayo! ’’ seru Naruto muncul.

__ADS_1


‘’Naruto? Lupakan itu. Kau bukanlah tandingannya,’’ kata Sasuke.


Naruto tersenyum remeh. ‘’Apa bedanya dengan dirimu? Lenganmu terluka dan tidak bisa bergerak lagi. Sudah aku bilang, aku tidak akan menyerah. Aku tidak akan menarik kata-kataku, karena itulah jalan ninja-ku dattebayo!’’


‘’Tajuu Kagebunshin no Jutsu!’’


Ninja bertudung tersenyum remeh dan menghabisi seribu kloning itu dalam sejekap. Namun, Naruto langsung muncul di belakangnya.


‘’Jurus Jemari Rahasia Konohagakure, Sen Nen Goroshi!’’


Sasuke memasang raut wajah bodohnya karena jurus konyol Naruto barusan yang mematuk bagian bawah ninja bertudung dengan pasangan jari telunjuk dan jari manisnya.


‘’Ehe! Rasakan itu!’’ kata Naruto.


‘’Bocah sialan, kenapa kau lahir sebagai putra Hokage? Cih, aku akan membunuhmu,’’ kata ninja bertudung.


Sasuke menolong Naruto saat situasi tidak berpihak kepada anak itu.


‘’Dia menghilang lagi?’’ tatap Naruto.


Sasuke meminta Naruto meledakkan bom asap yang masih tersisa di sekitar ninja bertudung tadi.


‘’Aku tidak melihat apa pun,’’ kata Naruto.


‘’Tidak apa-apa. Ninjutsu dan Taijutsu-nya meredup. Keadaan ini merupakan dasar permainan,’’ kata Sasuke.


‘’Aku tidak tahu caranya dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Lenganku tidak bisa digunakan. Tapi, aku masih dapat melihat aliran chakra. Bekerja samalah denganku. Bersama-sama kita selamatkan Sakura dan yang lainnya,’’ kata Sasuke yang mengaktifkan sharingan.


Ninja bertudung hanya mengerutkan dahi melihat Naruto dan Sasuke yang hanya melemparkan kunai ke sembarangan arah.

__ADS_1


‘’Apa-apaan mereka? Hanya berlari dan melompat sejak tadi, membuatku kesal saja,’’ kata ninja bertudung yang menyusul mengejar.


Naruto dan Sasuke kembali melempar ke arah tumpuan batu yang ditempati ninja bertudung berdiri.


‘’Aku bahkan tidak harus bergerak,’’ kata ninja bertudung.


‘’Pastikan kau membidiknya dengan tepat Usuratonkachi!’’ seru Sasuke.


‘’Aku tahu Teme!’’ kesal Naruto kembali melemparkan beberapa kunai.


Sasuke memberi aba-aba. ‘’Hitungan 2! Hitungan 4! Hitungan 8, kau lambat!’’


‘’Aku mulai merasa sedikit lelah dengan semua ini,’’ kata ninja bertudung mendarat begitu juga dengan kedua anak tadi.


Sasuke melotot melihat chakra ninja bertudung tadi terpusat di bagian tengah.


‘’Suiton : Reikusuidesuki!’’


Seperti milik Sasuke yang melemparkan bola api dari mulut, ninja bertudung melemparkan duri es besar dari mulutnya, sehingga membuat Naruto dan Sasuke terhempas.


Sasuke menatap ninja bertudung yang berdiri di depannya.


‘’Permainan sudah berakhir,’’ kata ninja bertudung.


‘’Aku juga berpikir seperti itu,’’ kata Sasuke.


Tanpa membuang waktu, ia menarik benang tali yang sejak tadi sudah ada di tangan kanannya.


Deg!


‘’Apa? Kau menjebakku!’’ seru ninja bertudung yang telah terikat benang tali dari segala arah.

__ADS_1


Naruto langsung membuat segel tangan dengan munculnya seribu kloning yang menghajar ninja bertudung tadi.


__ADS_2