
Gara-gara pembicaraan di ruang makan tadi, membuat Maroi berniat membicarakannya dengan Naruto #1, karena anak itu mengetahui rahasinya. ‘’Meskipun wajahnya hampir tidak memperlihatkan ekspresi, tapi dia terkejut mengetahui ada salah satu tahanan dari Konoha.’’
‘’Bukankah dia sengaja menjebakku agar datang kemari demi membuka Kotak Surga itu?’’ tanya Naruto #1.
‘’Kau juga mengetahui tentang kotak itu, ya? Itu berarti kau memang mengetahui niatku datang kemari. Tapi, sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Selain diriku, tidak ada yang lebih dekat dengan Mui. Mengenai kotak itu, Mui tidak pernah menjebakmu, karena dia akan menggunakan chakra putranya sendiri untuk membukanya,’’ kata Maroi.
Naruto #1 memasang raut wajah bingung. Kemarin-kemarin ia memang sedikit ragu apakah Mui yang memang menjebaknya. Tapi, jika bukan pria itu lalu siapa yang menjebaknya agar masuk ke istana ini.
‘’Hem! Kita berdua memiliki masing-masing tujuan. Mengenai pembicaraan kita tadi anggap saja tidak pernah terjadi,’’ kata Maroi.
‘’Aku akan melupakan hal itu jika Ossan melakukan sesuatu untukku,’’ kata Naruto #1.
......................
Ruang Pertemuan
Empat dewan berkumpul membahas untuk membuka Kotak Surga. Mui memberitahu mereka jika masih ada 6 hari agar menunggu waktu baik untuk membuka kotak tersebut. Keempat dewan mendesaknya untuk tidak membuang waktu banyak lagi.
‘’Aku dengar anak itu ada tempat ini,’’ kata Dewan pertama.
‘’Maksudmu salah satu putra Yondaime Hokage? Apa yang dilakukan anak itu di sini?’’ tanya Dewan ketiga.
‘’Bukankah pengaruhnya sudah menyebar luas semenjak dia kecil? Aku heran kenapa Desa Konoha membuangnya kemari,’’ kata Dewan keempat.
‘’Sampai sekarang aku masih meragukan kekuatannya. Melihatnya ada di sini, itu berarti rumor tentang dirinya memang tidak sesuai yang dikatakan,’’ kata Dewan kedua.
Mui hanya diam menyimak sebelum pertemuan itu akhiri.
__ADS_1
......................
Taman di sekitar Istana Houzuki
Seperti biasa, Muku dan Ryuuzetsu akan berteduh di bawah pohon untuk menghabiskan waktu yang sudah menjadi tempat mereka sejak kecil.
‘’Haa, gagal lagi,’’ kata Ryuuzetsu.
‘’Jangan terburu-buru. Katon : Onidourou!’’ kata Muku.
Sama seperti gadis tadi, Muku juga mengeluarkan banyak bola api mengambang di sekitarnya yang berbentuk hantu pada tahap akhir. Bedanya, warna api miliknya adalah merah, sedangkan milik Ryuuzetsu adalah biru.
‘’Apa kau pamer? Pasti enak menjadi jenius. Kau bisa melakukan apa pun tanpa latihan,’’ kata Ryuuzetsu.
‘’Kau juga jenius Ryuuzetsu,’’ senyum Muku.
‘’Ya. Ryuumei Tensei itu sangat hebat,’’ kata Muku.
‘’Itu hanya bisa digunakan sekali, setelah itu akan mati. Itu tidak lucu!’’ kesal Ryuuzetsu.
‘’Hei, hei, tidak baik seorang gadis pemarah seperti itu dattebayo.’’
Kedua anak tadi langsung menoleh begitu mendengar suara tadi. Mereka terbelalak saat melihat sosok pria berambut kuning mengenakan jubah merah tanpa pelindung dahi ninja.
Muku menatap istana Houzuki dan kembali ke arah Naruto #1. ‘’Paman siapa?’’
‘’Ore no nawa Uzumaki Naruto. Ninja dattebayo,’’ kata Naruto #1.
__ADS_1
‘’Paman seorang ninja? Tapi kenapa tidak memakai pelindung dahi ninja?’’ tanya Ryuuzetsu.
‘’Hehe, itu karena … Aku adalah tahanan,’’ jawab Naruto #1.
Ia menatap kedua anak tadi terkejut bukan main yang membuatnya langsung teringat dengan sosok yang sama di masa lalu sebelumnya.
‘’Tapi, bagaimana mungkin? Ayahku menanamkan segel kepada kalian, dan orang yang melewati gerbang itu akan terbakar,’’ kata Muku.
Naruto #1 tersenyum remeh sambil membanggakan dirinya dengan pamer di depan kedua anak tadi. Tentu saja kedua anak itu langsung merasa kagum karena kehebatannya.
‘’Apakah mungkin karena mata itu yang membuat Paman bisa keluar leluasa?’’ tanya Ryuuzetsu.
Paman? Aku merasa sangat tua untuk dipanggil seperti itu. Meskipun umurku memang sudah sangat tua dattebayo, kata Naruto #1 dalam hati.
‘’Tunggu! Jangan-jangan Paman akan melarikan diri. Aku tidak akan membiarkannya!’’ kata Muku.
‘’Tunggu! Tidak ada yang mau melarikan diri. Aku datang karena ingin menemui kalian. Sangat bosan karena tidak ada teman yang cocok diajak di sana dattebayo,’’ kata Naruto #1.
Muku dan Ryuuzetsu hanya saling memandang sebelum akhirnya tertawa. ‘’Paman ini umurnya sudah berapa sampai mencari anak kecil seperti kami untuk diajak berteman?’’
‘’Paman tidak tahu mencari teman, ya? Mungkin mereka takut karena Paman memiliki garis wajah seperti rakun,’’ kekeh Ryuuzetsu.
Naruto #1 mengernyitkan alis tanda kesal sambil tersenyum.
__ADS_1
Aku tidak tahu kalau mereka berdua sangat menyebalkan saat kecil dattebayo, ucapnya dalam hati.