God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 244 Bertengkar


__ADS_3

Naruto #1 dan kedua anak itu pun duduk bersama sambil berbincang. Tanpa butuh waktu yang lama, mereka sudah sangat akrab dan saling bercanda satu sama lain. Melihat kedua anak itu tertawa lepas, membuatnya tersenyum. Mengingat kedua anak itu di masa depan akan mengalami hal yang tragis, membuatnya memasang wajah serius.


‘’Oh iya, aku dengar sesuatu mengenai sebuah kotak. Memang apa hubungannya dengan Muku?’’ tanya Naruto #1.


Ryuuzetsu langsung menghela nafas sambil tersenyum. Ia menatap Muku lalu memujinya. ‘’Aku sangat iri dengannya. Muku hanya bermalas-malasan dan melamun seharian, tapi semua orang membicarakan orang jenius sepertimu tidak diketahui saat membangkitkan kejayaan Kusagakure nanti. Kau akan menjadi pahlawan desa.’’


Naruto #1 yang melihat wajah sendu dari Muku hanya memicingkan mata. Ia tahu betul bagaimana perasaan anak itu saat ini.


‘’Mungkin aku takkan bisa kembali lagi,’’ kata Muku.


‘’Apa kau takut?’’ tanya Ryuuzetsu.


‘’Aku tidak takut. Hanya saja bagaimana menjelaskannya, ya? Aku merasa seperti akan kehilangan diriku. Menurutmu apa kita boleh membuka kotak seperti itu?’’ tanya Ryuuzetsu.


‘’Tentu saja, karena kotak itu untuk desa kita,’’ kata Ryuuzetsu.


‘’Chigau. Zenzen chigau dattabayo.’’


Kedua anak itu langsung menoleh dan melihat wajah serius Naruto #1. Sosok berambut kuning itu menatap Muku dan menanyakan apakah ia memang siap untuk membuka kotak itu. Ryuuzetsu yang menyadari niat Naruto #1 mempengaruhi Muku, menegur pria tadi.


‘’Kau tidak mengerti semenyeramkan apa kotak itu! Selain diriku, tidak ada yang mengenal kotak itu lebih baik. Muku, jika kau memang tidak ingin melakukannya, aku bisa membantumu,’’ kata Naruto #1.

__ADS_1


‘’Cukup! Muku, jangan terpengaruh oleh ucapannya. Satu-satunya harapan desa kita hanyalah kotak itu. Ayo kita kembali dan beritahu ayahmu kalau orang ini berusaha mencegahmu!’’ tarik Ryuuzetsu.


Naruto #1 yang melihat kedua anak itu bergegas pergi, langsung berdiri. ‘’Apa kalian berdua ingin mati?!’’


Saat itu juga langkah Muku terhenti membuat Ryuuzetsu yang menariknya juga berhenti. Keduanya menoleh menatap Naruto #1 yang menghampiri.


‘’Percayalah kepadaku. Kotak Surga itu tidak akan membawa kejayaan Kusagakure, melainkan kehancuran,’’ kata Naruto #1.


Namun, Ryuuzetsu tidak mendengar dan kembali menarik Muku untuk pergi. ‘’Jangan dengarkan dia Muku!’’


Tidak punya pilihan lain membuat Naruto #1 berdecih. ‘’Aku bisa melihat masa depan! Sebelum malapetaka itu terjadi, sebaiknya jangan membuka kotak itu!’’


Akan tetapi, kedua anak tadi bergegas pergi tanpa mendengarkannya. Menyadari batas Mode Sennin akan habis, membuat Naruto #1 juga bergegas kembali ke istana.


Istana Houzuki


Ryuuzetsu menggerutu sepanjang jalan yang masih menarik Muku. Sebelum mencapai tempat Mui, anak laki-laki itu menarik tangannya.


‘’Muku? Apa yang kau lakukan? Kita harus segera memberitahu ayahmu mengenai orang aneh itu,’’ kata Ryuuzetsu.


‘’Seharusnya kau mengerti perasaanku karena kita adalah sahabat masa kecil. Tapi orang itu, aku baru bertemu dengannya hari ini, tapi dia sudah mengerti diriku,’’ kata Muku bergegas pergi.

__ADS_1


‘’Muku!’’ teriak Ryuuzetsu.


Ceklek!


Pintu terbuka memperlihatkan Mui. ‘’Ada apa? Aku mendengarmu memanggil Muku.’’


‘’Itu … Maafkan aku Paman. Aku permisi dulu,’’ kata Ryuuzetsu.


Mui hanya diam menatap kepergian anak perempuan itu, sebelum kembali menutup pintu.


Sedangkan Muku duduk di atas atap istana sambil menatap langit gelap yang terlihat tenang.


‘’Sesuatu mengganggu pikiranmu lagi?’’


Muku menatap ke bawah dan melihat Maroi tersenyum ke arahnya. Ia pun berdiri untuk turun, tapi melihat Ryuuzetsu datang membuatnya kembali duduk.


‘’Muku!’’ teriak Ryuuzetsu.


‘’Hee~ kalian bertengkar lagi?’’ tanya Maroi.


Ryuuzetsu meminta maaf mengenai hal tadi. Tapi Muku tidak mendengarkan dan hendak pergi, membuat Maroi mencegahnya dengan bertanya mengenai keberadaan Naruto #1. Tentu saja, langkah Muku terhenti.

__ADS_1


Tiba-tiba Muku teringat sesuatu membuatnya berbalik menatap Maroi yang masih tersenyum.


__ADS_2