God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 200 Ramalan Kematian


__ADS_3

Keesokan harinya…


‘’Kalian tidak melihat nigou? Semenjak makan malam kemarin, aku belum pernah melihatnya,’’ kata Naruto #1.


‘’Aku, Lee dan Sasuke langsung kembali ke kamar,’’ kata Neji.


‘’Sebelum kembali ke kamar, aku mampir ke kamar mandi sebentar,’’ kata Sakura.


‘’Stt, kalau begitu, di mana anak itu sekarang dattebayo?’’ tanya Naruto #1.


......................


Aula


Bugh!


Naruto #2 yang diikat tali terjatuh ke lantai. ‘’Oee! Sudah kubilang aku bukan pencuri dattebayo!’’


‘’Humph! Tidak ada pencuri yang akan mengaku dasar bodoh,’’ kata Putri Shion.


‘’Aku tidak bodoh!’’ kesal Naruto #2.


Miroku yang menyaksikannya di balik tirai bambu, meminta penjelasan. ‘’Shion, ada apa ini?’’


‘’Aku menangkap seorang pencuri saat menuju ke kamarku. Ibu, dia bahkan mengataiku pencuri, jadi kita harus memberinya hukuman,’’ kata Putri Shion.


Naruto #2 mengomel sana-sini demi membela diri, membuat Putri Shion menjitak kepalanya. Miroku yang melihatnya hanya menghela nafas.


‘’Sudah cukup! Lepaskan anak laki-laki itu!’’ perintah Miroku.


‘’Tapi Ibu?’’ protes Putri Shion.

__ADS_1


‘’Sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Anak laki-laki itu bukanlah seorang pencuri. Dia adalah putra Yondaime Hokage dari Desa Konoha, Uzumaki Naruto. Aku sendiri yang sudah mengundangnya kemari bersama yang lainnya,’’ kata Miroku.


Putri Shion langsung menatap Naruto #2 dengan wajah kaget. ‘’Pu-Putra Yondaime Hokage? Maksud Ibu, Si Kilat Kuning dari Konoha itu?’’


‘’Ehe, kalau iya memangnya kenapa?’’ tanya Naruto #2 yang berdiri dengan percaya diri.


‘’Tidak mungkin,’’ kata Putri Shion.


‘’Inilah kebenarannya dattebayo,’’ kata Naruto #2.


‘’Naruto-sama, aku minta maaf atas tindakan putriku. Dia tidak tahu mengenai kedatangan kalian, jadi aku berharap kau bisa memaafkannya,’’ kata Miroku.


Naruto #2 mengernyitkan alis. ‘’Kau sudah menahanku seharian dalam penjara, apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?’’


‘’Ma-Maaf,’’ kata Putri Shion.


‘’Ha? Aku tidak dengar,’’ kata Naruto #2.


‘’Kupikir ada ribut-ribut apa di aula, ternyata kau ada di sini?’’ tanya Naruto #1.


‘’Kau ini dari mana saja sejak kemarin malam?’’ tanya Sakura.


‘’Gadis ini mengurungku di dalam penjara karena mengira diriku adalah pencuri,’’ jawab Naruto #2.


Untuk sesaat Naruto #1 dan yang lainnya terdiam, hingga akhirnya tertawa.


‘’Hei, wajahku tidak seperti seorang pencuri dattebayo! Berhenti tertawa!’’ kata Naruto #2 menghampiri.


‘’Lucu, ya? Seorang anak dari Hokage dikira pencuri,’’ kata Rock Lee.


‘’Diamlah! Wajahku tidak seburuk itu,’’ kata Naruto #2.

__ADS_1


‘’Usurotonkachi,’’ kata Sasuke.


‘’Nandatou Sasuke?!’’ kesal Naruto #2.


‘’Baka,’’ kata Sakura.


‘’Hee~ bahkan Sakura-chan juga?’’ habis pikir Naruto #2.


‘’Dasar Nigou,’’ kata Neji.


‘’Sudah kubilang aku bukan nomor dua dattebayo!’’ kesal Naruto #2.


Putri Shion yang menyaksikan keempat anak itu terkekeh sambil menggoda Naruto #2, langsung mengepalkan tangan. Taruho yang melihatnya hanya diam memantau.


‘’Makanya lain kali, jangan keluyuran di rumah orang saat malam dattebayo,’’ kekeh Naruto #1.


Miroku yang melihat pemandangan tadi langsung berdiri.


‘’Miroku-sama?!’’


Semua orang menoleh ke arah tirai, begitu mendengar teriakan tadi. Naruto #1 yang tadinya terkekeh juga langsung diam begitu juga dengan yang lainnya.


Mata Miroku menyala dengan pola, kembali seperti semula menjadi warna mata sebelumnya. Ia pun berjalan keluar, membuat semua orang menatap wajahnya.


Aa, jadi dia adalah ibunya Shion. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengannya, kata Naruto #2 dalam hati.


Semua orang menatap pendeta tinggi itu berdiri di depan Naruto #1.


‘’Kau … Akan mati,’’ kata Miroku.


Deg!

__ADS_1


__ADS_2