God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 45 Ungkap Naruto


__ADS_3

‘’Itadakimasu(Selamat makan)!’’


Minato menatap hidangan makan malam di meja. ‘’Kalian memasak begitu banyak.’’


‘’Naruto sangat senang hari ini, jadi kami tidak sadar telah memasak banyak makanan,’’ jawab Kushina.


‘’Tapi, siapa yang akan menghabiskannya?’’ tanya Minato.


‘’Tentu saja kita bertiga dattebane,’’ jawab Kushina.


Minato hanya tersenyum kaku. ‘’Tapi Naruto, kenapa kau begitu senang malam ini?’’


‘’Aku kehilangan kedua orangtuaku, dan Anda sendiri sudah mengetahuinya. Lalu, melihat Anda berdua, mengingatkanku kepada ayah dan ibuku. Karena itulah, aku menolak semua fasilitas yang diberikan Sandaime-sama, dan memilih tinggal bersama Anda,’’ kata Naruto.


Kushina dan Minato terdiam sambil saling memandang satu sama lain.


Naruto memasang raut wajah sendu sambil memegang sumpit makannya. ‘’Sejak kecil, aku dikucilkan seluruh warga desa. Hanya tatapan benci dan jijik yang aku terima setiap hari. Rasanya sulit bernafas dan ingin mengakhiri hidupku saja. Aku sangat iri dengan anak-anak seumuranku yang bisa menikmati kasih sayang dari orangtua mereka. Aku selalu bertanya siapa kedua orangtuaku, tapi tidak ada yang memberitahuku. Tidak tahu seperti apa wajah mereka.’’


‘’Naruto,’’ tatap Kushina iba.


‘’Tapi, melihat Anda berdua membuatku mengingat mereka. Orangtuaku pasti adalah shinobi yang hebat juga seperti Anda berdua. Maaf, kalau aku lancang, tapi dari dalam lubuk hatiku paling dalam, Anda berdua adalah orangtuaku yang selama ini aku miliki.’’


Deg!


Kushina dan Minato tersentak mendengar ucapan anak itu.

__ADS_1


Naruto tersenyum sambil menampilkan deretan giginya. ‘’Karena itulah, aku sangat senang bisa berada di sisi Anda berdua dattebayo.’’


Tangan Minato yang berada di sisi bawah meja mengepal sambil ia tersenyum. ‘’Arigatou Naruto.’’


‘’Uwa~ Naruto, kau sampai berpikir seperti itu tentang kami. Aku sangat tersentuh dengan kata-katamu dattebane,’’ kata Kushina.


‘’Hihi … Kita harus makan sebelum makanannya dingin dattebayo,’’ kata Naruto.


Kushina dan Minato mengangguk sambil menatap Naruto yang makan begitu lahap. Mereka kembali saling bertatapan dengan wajah sendu.


Beberapa menit kemudian, setelah semua makanan itu dihabiskan.


‘’Haa~ Gochisousama deshita(Terima kasih atas makanannya),’’ ucap ketiga orang itu menghela nafas panjang.


‘’Aku sangat kenyang,’’ kata Minato.


Naruto dan Minato memasang raut wajah bodoh sambil tersenyum kaku.


Benar juga. Sebelum Hinata-chan … Ibu adalah Legenda pertama yang bisa makan ramen dengan jumlah yang sangat banyak, kata Naruto dalam hati.


‘’Yosh! Kalian berdua bisa beristirahat, biar aku yang membersihkan semua ini,’’ kata Naruto bangkit.


‘’E-Eh? Tapi Naruto?’’ tanya Kushina.


Naruto tersenyum. ‘’Tidak apa-apa. Bukankah sudah biasa aku membantu Anda? Jadi ini bukan yang pertama kalinya. Sudah hampir larut malam, Kushina-sama bisa beristirahat, begitu juga dengan Yondaime-sama. Pasti banyak berkas yang harus diselesaikan, jadi Anda tidak boleh sampai jatuh sakit.’’

__ADS_1


Kushina dan Minato kembali saling bertatapan. ‘’Um, baiklah.’’


Pasangan suami-istri itu pun berjalan pergi, sambil Naruto beres-beres. Kushina dan Minato kembali menoleh ke arah Naruto.


‘’Minato,’’ kata Kushina dengan wajah sendu.


Minato hanya mengangguk dengan wajah yang sama, hingga mereka berdua pergi.


Naruto pun membersihkan meja sambil merapikan kursi. Mencuci semua piring kotor dan yang lainnya. Membuang sampah di tong sampah belakang rumah. Membersihkan meja dapur dan wastapel, membuat dapur menjadi sangat bersih.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan itu, Naruto menuju ke ruang tamu untuk tidur. Namun, niatnya terhenti saat melihat Kushina dan Minato ternyata masih belum tidur.


‘’Eh? Aku kira Anda berdua sudah tidur,’’ kata Naruto.


Kedua orang itu menoleh ke arahnya. ‘’Oh, Naruto, kau sudah selesai, ya?’’


Naruto mengangguk sambil mengacungkan jempol. ‘’Aku terlalu bersemangat dattebayo, jadi lupa waktu. Tapi, kenapa Anda berdua belum tidur?’’


Kushina dan Minato kembali saling bertatapan hingga mereka menatap Naruto.


‘’Naruto,’’ panggil Minato.


‘’Iya Yondaime-sama?’’ tanya Naruto.


Minato tersenyum kaku. ‘’Sudah aku bilang, tidak perlu memanggilku seperti itu jika hanya ada kita berdua.’’

__ADS_1


‘’Hehe, Anda seorang Hokage, sekaligus orang yang aku idolakan. Jadi, tidak sopan memanggil Anda selain nama Yondaime-sama,’’ kata Naruto.


__ADS_2