
Perpustakaan Konoha
Begitu keempat anak itu masuk ke dalam, Obito langsung menghilang seketika.
‘’Yosh! Waktunya menuju era baru untuk Uchiha Obito-sama ini!’’ seru Obito.
Era baru? Heh, kau terlalu berlebihan mengatakannya, kata Naruto dalam hati.
Naruto menatap perpustakaan Konoha di masa lalu. Karena dulu Pain datang menyerang Konoha, membuat desa tersebut tergusur hingga tidak menyisahkan apa pun. Alhasil, mereka melakukan pembangunan ulang.
Kapan terakhir kali aku kemari, ya? Ah, kalau tidak salah, aku membawa banyak buku dan malah menabrak Sakura-chan, kata Naruto dalam hati.
Rin mencari buku yang mempelajari ilmu medis, sedangkan Kakashi hanya keliling sambil memeriksa buku sesekali lalu meletakkan buku itu kembali ke rak.
Setelah mendapatkan sedikit pengetahuan, keempat anak itu kembali ke area latihan ketiga untuk mempraktikkannya. sedangkan Naruto, Kakashi dan Obito bertarung dan bergantian saling menyerang untuk mengukur kemampuan.
‘’Yosh, sekarang waktunya untuk kerjasama tim. Apakah tidak ada yang keberatan kalau aku yang mengambil alih?’’ tanya Naruto.
Obito memasang raut wajah bodoh. ‘’Ini bukan pertama kalinya, sejak kemarin memang kau yang selalu mengambil alih.’’
‘’Hehe, baiklah kalau begitu. Aku ingin membagi 2 tim secara berpasangan. Tim penyerang dan tim pertahanan. N-O, N-R, N-K, O-K, O-R, K-R … Berarti kita akan bertarung sebanyak enam kali setiap 2 sesi secara bergantian dengan pasangan berbeda,’’ kata Naruto.
__ADS_1
‘’Aku sempat bingung dengan singkatan tadi, tapi aku akhirnya mengerti saat huruf n tadi disebut sampai tiga kali,’’ kata Obito dengan wajah bodohnya.
Naruto terkekeh. ‘’Lebih mudah menyebutnya kalau namanya disingkat dattebayo.’’
‘’Jadi, apakah kita akan menyerang seperti biasa?’’ tanya Kakashi.
‘’Humphehe, sayang sekali tebakanmu salah. Kali ini bukan, kita akan benar-benar melakukan kerjasama tim,’’ kata Naruto mengambil sesuatu dari saku celananya.
Ketiga anak itu terbelalak saat melihat sesuatu yang diperlihatkan Naruto.
‘’Eh?’’ tatap Rin.
‘’Oee, apakah kalian memikirkan hal yang sama denganku?’’ tanya Obito.
Naruto terkekeh. ‘’Seperti yang kalian pikirkan. 2 tim yang saling bertarung untuk mempertahankan lonceng ini dan merebut lonceng ini.’’
‘’Kami sudah pernah melakukannya dengan Minato sensei. Tapi, latihan ini sangat sulit bagi kami bertiga waktu itu,’’ kata Rin.
‘’Itu karena kerjasama kalian masih kurang dattebayo. Jadi, aku akan menguji kalian sekali lagi,’’ kata Naruto.
‘’Apa maksudmu kalian itu kami bertiga? Kau bicara seolah-olah bukan bagian dari tim ini,’’ kata Obito.
__ADS_1
Naruto tersenyum. ‘’Sebelum kita mulai, aku ingin mengatakan kalau latihan kali ini, kerahkan semua kekuatan kalian dan jangan ragu menyerang. Kalau kalian ragu, maka aku yang akan menyerang kalian dengan sungguh-sungguh. Jika tidak serius, maka kalian akan terluka, dan jangan lupa dengan kerjasama timnya.’’
‘’Kau segitu seriusnya Naruto,’’ kata Obito.
Kakashi melontarkan tatapan serius. ‘’Kau terlihat seperti meragukan kami, atau hanya perasaanku saja?’’
‘’Hm~ bagaimana jika itu memang benar? Sejauh yang aku lihat, di dalam regu tim Yondaime-sama ini hanya dipenuhi anak yang sombong, egois dan lemah. Menurutmu, orang seperti itu bisa melakukan kerjasama tim yang sempurna? Aku sangat kecewa dattebayo, padahal kalian memiliki guru yang hebat. Anggota regu tim Yondaime-sama seharusnya adalah shinobi yang hebat sama seperti dirinya. Tapi kalian?’’ tanya Naruto sengaja memprovokasi.
‘’Naruto,’’ tatap Rin tidak percaya.
Srik!
Obito langsung menarik kerah leher baju Naruto. ‘’Memang benar kami seperti itu, tapi beraninya kau menghina kami. Apakah kau pikir kami tidak berkembang? Dengar, kami bertiga sudah tidak sama lagi dengan yang dulu.’’
‘’Heh~ kalau begitu, buktikan ucapanmu melalui latihan ini,’’ kata Naruto.
‘’Baiklah, aku terima latihannya,’’ kata Kakashi.
‘’Humph! Kami bertiga akan membuktikan kalau tidak ada yang pantas selain kami yang menjadi murid Yondaime Hokage,’’ kata Obito.
Naruto tersenyum. ‘’Dewa hajimemashou(Kalau begitu ayo mulai).’’
__ADS_1