God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 109 Kedatangan Sosok


__ADS_3

‘’Shikamaru! Choji! Ino!’’


Shikamaru menyapa saat melihat tim Kurenai sudah datang. ‘’Yo.’’


‘’Kami sudah menunggu kalian,’’ kata Ino.


‘’Kalian telat,’’ kata Choji.


Kiba menatap ke sekitar sambil mengendus. ‘’Sepertinya aku mencium bau tim Kakashi ada di sekitar sini.’’


Hinata yang memakai Byakugan-nya juga menoleh. ‘’Aku juga melihat Neji nii-san dan yang lainnya.’’


‘’Yosh, kalau begitu ayo segera bergabung,’’ kata Shikamaru.


......................


‘’Guy sensei! Guy sensei! Guy sensei! Guy sensei!’’


Tenten mengernyitkan alis tanda kesal. ‘’Chotto Lee! Berhenti berteriak!’’


‘’Aku memanggil Guy sensei dari lubuk hatiku paling dalam, aku yakin suaraku akan mencapai dirinya,’’ kata Rock Lee.


Neji yang dalam kondisi mengaktifkan Byakugan, langsung bergegas membuat Tenten dan Rock Lee menyusul. Mereka bertiga melewati semak-semak dan bertemu dengan tim Kakashi.

__ADS_1


‘’Sakura-chan~ Guy sensei menghilang,’’ tangis Rock Lee hendak memeluk.


Rock Lee begitu manja di pelukan Sakura hingga ia mendongakkan kepala. Matanya membulat karena yang ia peluk bukanlah Sakura melainkan Naruto. ‘’Ha?! Naruto kenapa kau memelukku?’’


‘’Kau yang memelukku! Selain itu, aku tidak akan membiarkanmu memeluk Sakura-chan dattebayo,’’ kata Naruto.


Yang lainnya hanya menghela nafas sambil memasang raut wajah bodoh. Rock Lee berusaha menghampiri Sakura tapi Naruto menariknya, hingga kedua anak itu saling mendorong.


‘’Aku kira ada keributan apa di sini, ternyata dua orang itu,’’ kata Shikamaru muncul bersama yang lainnya.


Hinata berusaha memisahkan kedua anak itu tapi tidak bisa. Sakura mengernyitkan alis tanda kesal sambil menghampiri Naruto dan Rock Lee yang masih berdebat.


‘’Diam, shannarou!’’


Naruto dan Rock Lee duduk di tanah dengan benjolan di kepala mereka.


‘’Naruto-kun, kau tidak apa-apa?’’ tanya Hinata.


Shikamaru yang menyaksikan itu hanya tersenyum kaku. ‘’Mendokuse na.’’


‘’Melihat kalian ada di sini, sepertinya kapten kalian juga menghilang,’’ kata Sasuke.


‘’Benar. Padahal kami bersama terus dengan Kurenai sensei, tapi dia langsung hilang,’’ kata Shino.

__ADS_1


‘’Mm. Asuma sensei juga tiba-tiba menghilang di dekat kami,’’ kata Choji.


‘’Guy sensei juga menghilang dalam sekejap,’’ kata Tenten.


‘’Kita harus segera melaporkan ini kepada Yondaime-sama,’’ kata Neji.


Sasuke mencegah. Jika mereka melakukan hal itu, ada kemungkinan mereka akan di serang saat di tengah perjalanan seperti timnya barusan.


‘’Apa? Sakura hampir dibawa lari?’’ tanya Ino.


‘’Mereka ada tiga orang, dan umurnya berada di atas umur kita semua. Kami sudah melarikan diri darinya, tidak tahu apakah mereka akan datang kembali,’’ jawab Sasuke.


Kiba dan Akamaru kembali mengendus. ‘’Hm, aku tidak mencium apa pun. Mungkin mereka sudah pergi.’’


Langit tiba-tiba gelap dengan hembusan angin yang sedikit kencang. Mereka menatap ke arah depan, melihat ratusan kertas bermunculan. Tidak lama kemudian, kertas itu menjadi badai setelah di dorong elemen angin.


Naruto dan yang lainnya menangkis shuriken kertas tersebut. Shikamaru menoleh ke arah Choji dan menyuruhnya untuk memblok badai kertas itu. Choji mengangguk dan menggunakan jurus Baika sehingga ia menjadi besar.


‘’Nikudan Sensha!’’ seru Choji dengan tubuh membentuk bola yang melakukan putaran.


Choji menerobos badai kertas itu sambil yang lainnya menyusul di belakang. Namun, setelah mereka tiba di sisi lain hutan, serangan elemen air langsung menyusul.


Tapi, anak-anak itu bisa menghindarinya, hingga ribuan kertas yang menyusul tadi membentuk seekor katak besar sambil tiga sosok mendarat di atasnya.

__ADS_1


Tim 7 terbelalak melihat ketiga sosok itu. ‘’Kalian?’’


__ADS_2