
‘’Itulah kenapa saat aku mengejar Putri Koyuki yang kabur, dia tiba-tiba menghilang begitu cepat. Lalu tidak lama kemudian, wanita itu kembali muncul. Aku yakin, kau dan Putri Koyuki sudah bertukar tempat waktu itu,’’ kata Naruto #2.
Naruto #1 menghela nafas disertai senyuman. ‘’Makanya sudah aku bilang, jangan mengikutiku. Tapi kau sangat keras kepala dattebayo. Dengar, tidak mendengar ucapan orang dewasa itu tidak baik.’’
‘’Humph!’’ kata Naruto #2 membuang wajah.
Uchiha Itachi menatap tubuh Dotou yang terbaring. ‘’Kau membuat tuduhan kasus 10 tahun yang lalu, saat mengetahui dia ada di Konoha. Mengutus beberapa orang untuk melenyapkan diriku, memanfaatkan keberadaanku yang hilang untuk menginjak Konoha lalu menangkap Putri Koyuki. Tapi rencanamu berubah saat mengetahui kru yang membantunya membuat film ternyata menuju ke Negeri Salju.’’
‘’Jadi selama ini kau ada disekitarku tanpa aku sadari,’’ kata Dotou menggertak gigi.
Itachi memicingkan mata, hingga mengaktifkan Mangekyou Sharingan-nya.
Deg!
Dotou tiba-tiba seperti orang yang kesakitan bukan main. Orang-orang yang ada di sana dibuat kebingungan, kecuali Obito yang tahu efek jurus itu.
‘’Itachi. Kau tidak perlu sampai membunuhnya. Hukuman yang akan dia terima biarkan Daimyo Sousetsu yang memutuskannya sendiri,’’ kata Obito.
Tidak lama kemudian, Dotou kembali seperti semula yang sudah dipenuhi keringat dingin. Pria itu memasang wajah ngeri, seolah-olah habis mengalami sesuatu yang menyeramkan.
‘’Ayah!’’ teriak Putri Koyuki memeluk Daimyo Sousetsu.
‘’Tapi, Naruto … Kau bilang kalung itu adalah hadiah yang penting. Apa maksudnya?’’ tanya Obito.
Naruto #1 tersenyum miring. ‘’Kau akan tahu sebentar lagi.’’
Saat itu juga, semua langsung berubah menjadi musim semi. Sutradara dan para kru dibuat tercengang begitu juga dengan yang lainnya. Pilar-pilar es raksasa tiba-tiba bercahaya dan menampilkan sosok Putri Koyuki kecil.
‘’Koyuki. Apa yang akan kau lakukan jika musim semi tiba?’’
‘’Aku akan menjadi seorang Putri.’’
__ADS_1
‘’Hm? Putri yang bagaimana?’’
‘’Putri yang kuat yang percaya pada keadilan!’’
‘’Hahaha! Itu akan menjadi pekerjaan yang berat. Jika kau tidak menyerah dan tetap percaya pada mimpimu, suatu hari nanti kau akan menjadi putri yang kuat.’’
Muncul sosok Daimyo Sousetu yang mengikatkan kalung kepada Putri Koyuki kecil. ‘’Bukankah kau melihat seorang putri yang cantik sedang berdiri?’’
‘’Tapi, aku belum memutuskan. Aku masih memiliki cita-cita lain.’’
‘’Apa itu?’’
‘’Seorang artis!’’
Butiran air mata Putri Koyuki terjatuh. Ia pun langsung memeluk ayahnya. ‘’Aku menunggu untuk waktu yang lama dan baru bisa melihatnya. Hiks, terima kasih Ayah.’’
Putri Koyuki dan ayahnya menatap para shinobi Konoha yang akan pulang. Tidak lupa, mereka berdua berterima kasih. Lalu, Putri Koyuki menyerahkan amplop kepada Naruto #2.
‘’Hee! Kapan aku seperti ini?’’ tanya Naruto #2 yang melihat dirinya dicium oleh Putri Koyuki saat tertidur pulas.
‘’Are? Foto macam itu? Padahal ada tanda tangan langsung dari artisnya,’’ ledek Naruto #1.
‘’Heh! Orang yang iri tidak perlu berkomentar dattebayo,’’ jawab Naruto #2.
‘’Hm~ siapa yang kau bilang iri? Aku juga punya dattebayo. Tapi aku tidak akan membukanya,’’ kata Naruto #1 memperlihatkan sebuah amplop juga.
Naruto #2 langsung rusuh. ‘’Kau curang! Sudah melihat punyaku tapi tidak ingin memperlihatkan punyamu. Cepat buka!’’
__ADS_1
Obito dan yang lainnya hanya menghela nafas menyaksikan keributan dua orang itu.
‘’Menurutmu apa yang ada di dalamnya?’’ tanya Obito.
‘’Seharusnya itu juga sebuah foto. Tapi, dia tidak ingin kita melihatnya. Jangan-jangan fotonya begitu rahasia,’’ kata Kakashi.
‘’Naruto! Sebagai kakakmu, aku memerintahkanmu membuka amplop itu!’’ perintah Obito bergabung.
‘’Ha? Kapan kau menjadi kakakku?’’ tanya Naruto #1.
‘’Nigou memanggilku Obito Nii-chan. Kalian berdua tidak ada bedanya, jadi berlaku juga untukmu,’’ jawab Obito.
‘’Ore wa Nigou janai!’’ kesal Naruto #2.
Rin berusaha menyuruh mereka tetap diam tapi tidak ada yang mendengar.
‘’Naruto-kun….’’
Deg!
Ketiga laki-laki itu menoleh secara perlahan dengan senyuman kaku, terutama Naruto #1. Mereka melihat aura hitam menyelimuti Hinata #1, yang rambutnya berterbangan, membuat ketiga orang tadi menelan saliva.
‘’Kau tidak lupa kalau aku istrimu, kan? Tidak baik menyembunyikan sesuatu apalagi menyangkut seorang wanita.’’
Seketika ketiga laki-laki tadi seperti menyusut menjadi kecil saja, sedangkan Hinata #1 menjadi besar.
‘’Hinata-chan?’’
‘’Hinata Nee-chan?’’
‘’Hinata?’’
__ADS_1
Bugh! Bugh! Bugh!