God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 175 Lukisan


__ADS_3

Semua orang dari atas, hanya memasang wajah cemas melihat chakra hitam yang memenuhi jurang. Mereka tidak bisa melihat apa pun atau menemukan keberadaan Naruto #2.


Gaara yang baru saja tiba dan mendengar semuanya, langsung mengingat ucapan Kankuro saat pertempuran di armada.


Apa kau tidak berniat menyapanya walau hanya sebentar?


Meskipun tenang dengan ciri khasnya menyilangkan kedua tangan di depan dada, ia menatap ke dalam jurang penuh cemas.


Apakah dia masih ada di bawah sana? Ck! Aku akan menghajarmu jika kau tidak keluar hidup-hidup Naruto, kata Gaara dalam hati.


Tanah tiba-tiba bergeser dan memunculkan bagian baru. Tuan Kahiko bersama musang piaraannya juga muncul dari runtuhan batu.


‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Sakura.


‘’Ke—‘’


‘’Ketika ledakan terjadi, sebagian material tambang merembes keluar, dan inilah yang terjadi,’’ kata Naruto #1 mendahului tuan Kahiko.


‘’Uso. Kau benar-benar memiliki kemampuan membaca pikiran orang,’’ kata Tuan Kahiko.


Naruto #1 tersenyum kaku dengan wajah bodohnya.


Kakek sudah pernah mengatakannya, jadi aku hanya menirukannya dattebayo, ucapnya dalam hati.


Salah satu anak berambut cokelat tersadar. ‘’Temujin?’’


......................

__ADS_1


Temujin membuka matanya perlahan. Ia bangkit dan melihat tangan Naruto #2 memegangnya. Pandangan teralihkan saat lukisan hitam keputus-asaan di depannya menjadi retak.


‘’Jadi ini bukan lukisan tentang keputus-asaan,’’ kata Temujin menatap lukisan yang sebenarnya.


Lukisan yang memperlihat dua orang saling berpegangan tangan, sama seperti yang terjadi saat ini dengannya bersama Naruto #2.


‘’Yo! Sudah kuduga kalian ada di sini,’’ kata Naruto #1 yang berjongkok di atas, memandangi kedua anak itu.


......................


Semua menoleh menyadari kedatangan Naruto #1 dan kedua anak itu.


‘’Kalian sudah sadar?’’ tanya Naruto #1 menghampiri Obito dan Kakashi.


‘’Rin akan mengomel kalau dia melihat kami datang dalam keadaan tidak sadar,’’ kekeh Obito.


Naruto #2 menghampiri Gaara yang ternyata ada bersama mereka. ‘’Yo! Kupikir kau akan pergi begitu saja tanpa menyapaku lagi, seperti saat di armada itu.’’


‘’Sepertinya kau butuh dihajar. Jadi aku menunggumu,’’ jawab Gaara.


Kedua anak itu langsung tersenyum, hingga akhirnya Gaara berbalik.


‘’Kali ini hanya pengecualian karena kita memiliki tujuan yang sama. Pertemuan selanjutnya, kita akan bertemu sebagai musuh,’’ kata Gaara berjalan pergi.


Kankuro ikut menyusul pergi sambil ditatap semua orang. Akibat perang Lima Negara Besar, membuat hubungan pertemanan antara Naruto #2 dan Gaara sedikit menyulitkan. Mereka tidak memiliki pilihan lain selain harus bermusuhan. Tapi, Naruto #2 tidak menyerah, dan akan berusaha mempertahankan hubungan yang mereka sudah bangun sejak kecil.


......................

__ADS_1


Pelabuhan


‘’Temujin adalah bagian dari klan Anda. Seharusnya dia menetap di sini?’’ tanya Sakura.


‘’Dia pasti masih terbayang-bayang akan perang di sini. Kami tidak bisa memaksakan keputusannya. Dia juga memiliki jalan yang harus dia pilih, karena itulah kami menghormati keputusannya,’’ kata Tuan Kahiko.


Temujin dan teman masa kecilnya beserta anak-anak yang lain, menaiki kapal dan melambaikan tangan kepada mereka.


‘’Naruto! Ingat janjimu! Jadi mari bertemu sesama pemimpin di masa depan!’’ teriak Temujin.


‘’Tentu saja! Kita akan bertemu, dan saat itu aku sudah pasti menjadi Hokage dattebayo!’’ teriak Naruto #2.


Semuanya kembali normal, dengan guru Haido menerima hukumannya. Tuan Kahiko dan semuanya berterima kasih atas bantun shinobi konoha. Setelah itu, Naruto #1 dan yang lainnya kembali ke desa.


......................


Kantor Hokage


‘’Kau tidak perlu melaporkan situasinya,’’ kata Minato kepada Naruto #2 yang hendak bercerita dengan heboh.


Shikamaru dan Sakura juga dibuat bingung, begitu juga dengan Sasuke yang tetap dengan sikap tenangnya.


‘’Dia sudah menceritakan semuanya sebelum menghampiri kalian,’’ kata Minato tersenyum.


Keempat anak itu langsung menoleh ke belakang, ke arah sosok berjubah merah itu. ‘’Tunggu … Jangan bilang ini sudah direncanakan?’’


‘’Jadi dia benar-benar tahu sesuatu yang belum terjadi? Dattebayo!’’ seru Naruto #2.

__ADS_1


‘’HEHHH?! Uso!’’


__ADS_2