
‘’Kakak masih hidup? Ini tidak mungkin. Kakak seharusnya sudah mati 10 tahun yang lalu!’’ seru Dotou.
‘’Adikku … Kau dipenuhi keserakahan dan itu membutakanmu,’’ kata Daimyo Sousetsu.
‘’Heh? Hahaha! Ahahaha! Aku mengerti. Aku tidak akan tertipu dengan ilusi i—‘’
Deg!
Ucapan Dotou terpotong dengan matanya membulat besar, saat melihat sosok yang muncul dari belakang kakaknya.
Flashback on
‘’Aku sudah menandainya dengan kunai. Jadi, jangan sampai kalian ceroboh dengan menginjaknya,’’ kata Obito.
‘’Tapi, siapa yang memasang jebakan sebanyak ini?’’ tanya Rin.
‘’Entah kenapa, setelah Obito menandainya, puluhan kunai itu membentuk jalan dattebayo,’’ kata Naruto #1.
‘’Kalau begitu, ayo kita ikuti! Jejak darahnya juga mengarah ke sana,’’ kata Hinata #1.
Keempat orang itu mengangguk dan mengikuti kemana mereka akan tiba di ujung. Setelah menyusuri hutan sedikit jauh ke dalam membuat keempat orang itu berhenti.
‘’Itu, kan?’’ tatap Naruto #1.
Terlihat sebuah gua yang sepertinya ditempati oleh seseorang. Obito dan yang lainnya hendak masuk, tapi langkah mereka terhenti saat sosok anak berambut cokelat menghadang.
Naruto #1 terbelalak dan terhenti dari langkahnya.
‘’Siapa kau? Kenapa kau menghadang kami untuk masuk? Cepat minggir!’’ seru Obito.
Namun, anak berambut cokelat tadi hanya diam, membuat Obito menerobos. Tiba-tiba sengatan listrik keluar, tapi beruntung Obito menangkisnya dengan elemen kayu.
‘’Dia bukan anak biasa,’’ kata Rin.
‘’Berusaha mencegah kami untuk masuk dan menyerang, pasti ada sesuatu di dalam sana. Bocah, aku tidak ingin melawanmu, jangan memaksaku,’’ kata Obito.
__ADS_1
‘’Siapa yang kau panggil bocah?’’
Chakra hitam muncul dari anak tadi, dan langsung menyengat Obito dan yang lainnya.
‘’Itu sakit tahu! Kau yang memaksaku melakukan ini,’’ kata Obito mengaktifkan mata sharingan.
‘’Tunggu Obito! Dia hanya seorang anak. Kau tidak perlu menggunakan kekuatan penuh,’’ kata Rin.
‘’Itu benar. Kita bisa membicarakan ini secara baik-baik,’’ kata Hinata #1.
‘’Setelah dia menyerang kita?’’ tanya Obito.
Obito dengan mata sharingan hanya menunggu serangan. Saat itu juga turun hujan lebat membuat Obito mematung dengan wajah tanda tanya.
‘’Hee? Kenapa tiba-tiba hujan?’’ tanya Obito menatap anak tadi menangis.
‘’Bukankah ini hanya hujan? Tapi kenapa rasanya sangat sakit?’’ tanya Rin.
Air hujan yang seperti air terjun membuat Obito dan kedua wanita tadi dibuat bersujud ke tanah.
‘’Kau! Berhentilah menangis!’’ seru Obito.
Push!
‘’Dari mana angin sekencang ini datang?!’’ pekik Obito hampir terlempar ke belakang bersama yang lainnya jika saja mereka tidak merunduk.
Chakra hitam kembali menyelimuti anak berambut cokelat.
Dar! Der! Dor!
‘’Sekarang gemuruh petir?!’’ pekik Obito dengan wajah bodohnya.
‘’Perubahan iklim yang tiba-tiba seperti ini tidaklah mungkin. Sepertinya anak itu yang menyebabkan ini semua,’’ kata Hinata #1.
Obito yang mendengarnya hendak membalas. Namun, niatnya terhenti saat mendengar suara siulan.
__ADS_1
Anak berambut cokelat tadi juga tiba-tiba menjadi tenang. Iklim kembali seperti semula sambil Naruto #1 yang bersiul sudah berdiri di depan anak tadi.
‘’Bagaimana kau melakukan hal itu? Bisakah kau mengajariku?’’ tanya anak berambut cokelat.
Naruto #1 tersenyum karena mengalami kejadian itu sekali lagi.
‘’Naruto! Anak itu berbahaya! Kenapa kau mendekatinya?’’ tanya Obito membuat anak tadi kembali memasang wajah kusut.
‘’Dia tidak berbahaya,’’ senyum Naruto #1.
‘’Apa kau tidak melihat dia menyerang kita? Kenapa kau begitu yakin dia tidak berbahaya?’’ tanya Obito.
"Kita? Hanya kalian bertiga, aku tidak menerima serangan apa pun," jawab Naruto #1.
"Apa?!" pekik ketiga orang tadi.
‘’Selain itu, dia adalah temanku dattebayo. Benar bukan Yota?’’
Anak berambut cokelat tadi menatap Naruto #1 dengan tatapan tidak percaya. ‘’Kau adalah temanku? Sampai sekarang, tidak ada yang mau berteman denganku. Tapi kau memanggilku teman?’’
‘’Kita berdua memang teman sejak dulu,’’ kata Naruto #1.
Obito dan Rin mengerutkan dahi sedangkan Hinata memasang wajah cemas karena baru mengerti situasi.
‘’Ahaha! lupakan itu. Yota, mereka adalah teman-temanku dan bukan orang jahat. Bisakah aku tahu kenapa kau menghadang kami masuk? Apakah ada sesuatu di dalam sana?’’ tanya Naruto #1.
Yota mengangguk dan menarik Naruto #1 masuk. Obito yang melihatnya tidak percaya.
‘’Dia langsung menurut? Kalau tahu begini, seharusnya menyuruh Naruto #1 untuk mengatasinya sejak tadi, agar kita tidak menerima serangan perubahan iklim itu,’’ gerutu Obito.
Begitu mereka masuk ke dalam gua, semua melihat dua sosok sedang duduk di depan api unggun. Salah satu pria menoleh membuat mereka yang datang langsung melotot.
‘’Uchiha Itachi?!’’
Flashback off
__ADS_1
‘’Uchiha Itachi menyelamatkanku dan menyuruhku bersembunyi sampai sekarang. Dia juga membuat jebakan agar tidak ada satu pun orang yang berhasil mencapai tempatku. 10 tahun berlalu, hingga akhirnya aku mendengar kabar putriku kembali ke negeri ini. Uchiha Itachi juga tiba-tiba datang kepadaku karena mendapat masalah. Jadi, aku putuskan untuk mengakhiri ini semua, dan muncul di depanmu,’’ kata Daimyo Sousetsu.
‘’Uchiha Itachi … Kisama,’’ kata Dotou dengan nada tertahan sambil menggertak gigi.