
‘’Itu, aku ingin mengatakan sesuatu. Sebenarnya be—’’ ucapan Naruto terhenti.
Anak itu kembali tersenyum menampilkan deretan giginya. ‘’Ahaha, sepertinya itu tidak penting.’’ (Kushina teringat)
Kushina akhirnya mengerti apa yang ingin Naruto katakan sebelum ia pergi. Matanya langsung berkaca-kaca, membuat ketiga anak itu saling bertatapan bingung.
‘’Eh? Kushina-sama, apakah Anda baik-baik saja?’’ tanya Rin.
‘’Hm? Apakah kau terharu karena mendengar berita ini?’’ tanya Obito.
Kushina mengepalkan tangan. ‘’Naruto, kenapa dia tidak memberitahuku?’’
‘’Heh~ jadi Naruto tidak memberitahumu, ya? Pantas saja, tapi reaksimu tidak perlu berlebihan seperti itu hanya karena Naruto tidak memberitahumu,’’ kata Obito mengerti.
Obito meletakkan hadiahnya di meja, begitu juga dengan Rin dan Kakashi.
‘’Yosh, karena dia sudah menyelamatkan nyawaku, Uchiha Obito-sama ini akan berbaik hati kali ini. Kebetulan Naruto tidak ada di rumah, ayo kita hias rumah ini dan memberinya kejutan sebelum dia pulang,’’ kata Obito berdiri.
‘’Itu tidak perlu,’’ kata Kushina yang masih duduk sambil menunduk.
__ADS_1
‘’Kau tidak ingin merayakan ulang tahun Naruto?’’ tanya Obito.
Kushina menggeleng dengan wajah sedih. ‘’Naruto tidak akan pernah kembali lagi.’’
‘’Apa maksud Kushina-sama?’’ tanya Rin.
‘’Naruto … Dia sudah meninggalkan desa tengah malam tadi dattebane,’’ jawab Kushina.
Ketiga anak itu tersentak mendengar ucapan Kushina. ‘’Apa?’’
‘’Tapi kenapa?’’ tanya Obito.
‘’Minato memberinya misi rahasia. Tidak tahu kapan dia akan kembali,’’ jawab Kushina.
Obito berdecih dan bergegas pergi. Kushina yang melihatnya hanya mengangguk, membuat Rin dan Kakashi menyusul.
......................
Kantor Hokage
__ADS_1
Sandaime yang berada di sana sejak tadi hanya menatap Minato yang menatap ke luar jendela.
‘’Yondaime-sama mencemaskan Naruto, ya?’’ tanya Sandaime.
‘’Iya Sandaime-sama. Tapi, aku percaya kepada anak itu. Naruto pasti baik-baik saja,’’ jawab Minato.
Sandaime memejamkan mata. ‘’Aku tahu kalau Yondaime-sama orangnya ramah kepada semua orang.. Anda adalah orang yang waspada dan penuh perhitungan. Tapi, Yondaime-sama memberi izin kepada orang asing yang Anda bawa dari medan perang untuk tinggal bersama. Aku merasa kasus Naruto berbeda dari yang lain.’’
Minato hanya diam dengan wajah tenangnya seperti biasa sambil menyimak.
‘’Yondaime-sama dan Kushina sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Naruto. Tapi, kalian berdua memberi anak itu kasih sayang dan perhatian layaknya orangtua kandung. Sejak awal sampai sekarang, Yondaime-sama memperlakukan Naruto lebih dari seorang murid. Bertindak sejauh ini untuk melindungi Naruto … Anda seperti menganggap anak itu sebagai anak kandung Yondaime-sama,’’ kata Sandaime.
Anak kandung? Benar juga. Aku dan Kushina juga merasakan hal yang sama. Meskipun kami berdua tidak memiliki hubungan darah dengan Naruto, entah kenapa kami seperti memiliki ikatan yang sudah lama terjalin, kata Minato dalam hati.
Sandaime berdiri dan hendak pergi. ‘’Aku tahu ini berat untuk kalian berdua. Tapi, ini adalah keputusan yang tepat dengan menyuruh Naruto meninggalkan desa dengan alasan sebuah misi. Meskipun, Naruto tidak akan pernah kembali lagi ke desa ini.’’
Wajah Minato menjadi sendu tanpa ia bicara.
‘’Sebagai Hokage, sudah tugas Anda untuk melindungi desa dari bencana, karena itu sebaiknya tenangkan pikiran Anda. Dewa shitsurei shimasu(kalau begitu aku permisi),’’ kata Sandaime.
__ADS_1
Ceklek!
Begitu Sandaime membuka pintu, terlihat sosok Obito, Rin dan Kakashi sudah berdiri di hadapannya dengan wajah terkejut.