
Naruto menghampiri meja makan, dan sudah melihat Minato dan Kushina seperti biasa saat pagi hari.
‘’Ohayou, Naruto,’’ sapa Kushina.
‘’Ohayou,’’ sapa Minato.
‘’Ohayou gozaimasu,’’ kata Naruto.
Kushina mengerutkan dahi sambil tersenyum. ‘’Hoh~ kau sudah lengkap seperti ini, apakah kau akan bertemu dengan regu tim Minato?’’
‘’Iya. Hari ini kami ingin latihan sambil menunggu misi,’’ kata Naruto.
Mengingat kejadian kemarin, membuat Naruto menatap ke arah Minato yang sarapan dengan tenang. Lalu kembali berbincang dengan Kushina.
‘’Itadakimasu,’’ kata Naruto.
‘’Tidak biasanya kau makan lebih dulu dari Naruto. Bukankah kau akan menunggunya sampai aku juga ikut bergabung?’’ tanya Kushina.
Naruto kembali menoleh ke arah Minato.
‘’Itadakimasu,’’ kata Kushina.
‘’Aku harus ke kantor karena ada urusan yang harus penting,’’ jawab Minato lalu kembali makan.
Setelah mereka selesai sarapan, Kushina tersenyum sambil Naruto membantunya. Minato berjalan ke arah kamar dan hendak memakai pelindung dahi dan jubah Hokage-nya.
Di saat bersamaan setelah selesai membantu Kushina di dapur, Naruto dan Minato pun pamit pergi.
‘’Itte kimasu,’’ kata Naruto dan Minato bersamaan.
‘’Itte irasshai,’’ kata Kushina sambil tersenyum.
__ADS_1
Naruto menatap ayahnya yang sejak tadi diam di sampingnya.
Aneh, apakah hanya perasaanku saja, ya? Entah kenapa ayah terlihat tenang pagi ini, kata Naruto dalam hati.
Saat tiba di perempatan jalan, Minato berhenti dan menoleh ke arah Naruto yang juga ikut berhenti. ‘’Semangat latihannya.’’
‘’Yosh! Setelah misi kemarin, kami ingin berlatih dan menjadi lebih kuat lagi dattebayo,’’ kata Naruto.
Minato tersenyum. ‘’Baiklah, kita berpisah di sini.’’
Naruto mengangguk dan tersenyum sambil menatap kepergian Minato. Namun, melihat ayahnya pergi sambil mengingat ucapannya barusan, membuat Naruto kembali merasa tidak enak.
‘’Eyy, apa yang aku pikirkan? Lebih baik aku segera bergegas, mereka pasti sudah menungguku,’’ kata Naruto.
......................
Daisan Enshujo
Ketiga anak itu menoleh dan melihat Naruto. Rin tersenyum, Obito tersenyum menampilkan deretan giginya, sedangkan Kakashi memasang raut wajah datar seperti biasa. ‘’Ohayou.’’
‘’Apakah kalian datang sejak tadi?’’ tanya Naruto.
‘’Tidak. Kami bertiga juga baru saja datang,’’ jawab Rin.
Obito tersenyum remeh. ‘’Humph! Hari ini aku akan mengeluarkan jurus terbaru dari klan Uchiha. Kalian bertiga pasti akan takjub melihatnya.’’
‘’Bagaimana kondisimu Naruto?’’ tanya Kakashi.
‘’Yah aku istirahat full kemarin, jadi tenagaku sudah kembali,’’ jawab Naruto.
__ADS_1
‘’Oee! Dengarkan kalau seseorang sedang bicara!’’ seru Obito yang diabaikan.
Ketiga anak tadi menoleh ke arahnya.
‘’Oh? Obito, tadi kau bilang apa? Sedang lapar, ya? Apakah kau tidak sarapan? Bukankah aku sudah bilang kalau kita akan latihan dattebayo?’’ tanya Naruto.
‘’Siapa yang lapar baka?! Heh, aku pasti akan memperlihatkan jurus terbaru klan Uchiha kepada kalian,’’ kata Obito.
Naruto mengerutkan dahi. ‘’Aa maksudmu you saya?’’
Ketiga anak itu memasang raut wajah loading. ‘’You saya?’’
‘’Nanda sore(Apa itu)? Aku baru mendengarnya. Seingatku tidak ada jurus klan Uchiha dengan nama seperti itu,’’ kata Obito.
Kakashi mengangguk. ‘’You saya, kau hanya menunjuk lawanmu lalu kembali menunjuk dirimu. Apa hubungannya?’’
‘’You berarti kamu, dan saya berarti i. Jadi, kalau digabungkan menjadi kamui,’’ kata Naruto.
‘’Hm~’’ bingung ketiga anak itu terdiam untuk sesaat.
‘’Dasar baka! Kenapa kau melakukan pelesetan nama dengan bahasa inggris?! Merusak nama jurus saja. Selain itu, aku terkejut. Kakashi yang bisa berbahasa inggris tidak bisa memahaminya,’’ kata Obito.
Aku mana paham dengan cara berpikir manusia seperti Naruto, kata Kakashi dalam hati.
Rin terkekeh. ‘’Sudah, sudah. Lebih baik kita latihan saja.’’
‘’Yosh! Ayo kita menjadi lebih kuat!’’ seru Obito bersemangat.
‘’Dengan begitu kita bisa mengalahkan musuh apa pun dattebayo!’’ balas Naruto sama semangatnya.
Kakashi menghela nafas. ‘’Kedua orang bodoh itu, mattaku(dasar).’’
__ADS_1