God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 160 3 Orang


__ADS_3

Gawat. Aku keceplosan seperti biasa. Kenapa mulutku ini tidak bisa diam dattebayo, kata Naruto #1 dalam hati.


‘’Naruto?’’ panggil Obito.


Cih! Kau bodoh seperti biasa, dan itu tidak akan berubah.


‘’Urussai(Berisik)!’’ kesal Naruto #1 menatap perutnya.


‘’Apa? Aku hanya memanggilmu dan kau mengataiku berisik?! Selain itu berhenti menganggap wajahku seperti perutmu! Aku ada di sini?!’’ kesal Obito menarik kerah leher Naruto #1.


‘’Tunggu, kau salah paham. Kalimatku barusan bukan ditujukan kepadamu,’’ kata Naruto #1.


‘’Ha? Kalau bukan kepadaku lalu kepada siapa?’’ tanya Obito.


‘’I-Itu, ditujukan kepada orang yang dekat padaku,’’ jawab Naruto #1.


‘’Kakashi dan Rin berdiri sedikit jauh darimu dan hanya aku yang berdiri di dekatmu. Jadi perkataan itu memang untukku ya?!’’ kesal Obito.


‘’Sudah kubilang kau salah paham dattebayo!’’ balas Naruto #1.


Sedangkan Kurama tertawa puas menikmati pertengkaran itu.


Dak! Dak!


Kakashi menjitak kedua kepala pria tadi, dengan masing-masing sisi pinggir tangannya. ‘’Aa, tanganku licin.’’


‘’Pembohong! Jelas-jelas tadi itu sengaja,’’ kata Naruto #1 dan Obito bersamaan.


‘’Haa … Yondaime Hokage sedang cemas dan kalian berdua membuat keributan di depannya. Itu sama saja melanggar etika shinobi. Obito, kendalikan dirimu dan kau Naruto … Sebaiknya kau beritahu semua yang kau ketahui, jika tidak ingin kami semakin mencurigaimu, ’’ kata Kakashi.


......................

__ADS_1


Naruto #2 dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mengikuti kemana caravan itu akan pergi. Mengetahui pemilik caravan yang telah menyewanya untuk misi ini, membuat Naruto #2 harus mengawal rombongan itu sampai tiba di tujuan mereka, baru kembali ke Konoha.


‘’Sakura-chan dan Shikamaru mungkin kembali ke desa dan memberitahu ayahku kalau saat ini aku menghilang,’’ kata Naruto #2.


Temujin yang bersandar sambil musang menelungkup di pangkuannya, membuka mata dan menatap ke arah jubahnya. Ia menoleh saat menyadari kedatangan Naruto #2.


‘’Kenapa kau tiba-tiba menyerangku waktu itu?’’ tanya Naruto #2.


‘’Kekuatanmu yang aneh, apa itu?’’ tanya Temujin.


‘’Hah? Kekuatan yang aneh? Maksudmu chakra?’’ tanya Naruto #2.


Chakra? Hm, kata Temujin dalam hati.


Naruto #2 mengerutkan dahi melihat Temujin memakai jubahnya. ‘’Kau mau pergi?’’


‘’Urusanku bukan di sini. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk tetap tinggal,’’ jawab Temujin.


Namun, pada akhirnya Naruto #2 mengikuti Temujin.


‘’Bukankah seharusnya kau mengawal mereka? Kenapa mengikutiku?’’ tanya Temujin.


‘’Aku juga tidak akan mengikutimu jika saja bukan karena kucing ini. Aku dan rekan timku sudah susah payah menangkapnya, jadi kembalikan! Kakek Kahiko akan cemas jika tidak melihat piaraannya ini,’’ kata Naruto #2.


‘’Kucing? Ini musang bodoh,’’ kata Temujin.


Naruto #2 mengepalkan tangan. ‘’Aku tidak bodoh dattebayo!’’


Saat itu juga pandangannya teralihkan saat melihat sebuah kapal di depannya.


Melihat Temujin masuk, membuat Naruto #2 ikut ke dalam. Mereka berdua memasuki elevator dan tiba di puncak.

__ADS_1


Temujin bersujud di depan seorang pria besar yang duduk di kursi batu menyerupai singgasana sambil memegang buku.


‘’Aku masih belum percaya dengan kekuatanmu yang bisa mengetahui nama seseorang melalui penggambaran fisiknya. Jadi aku ingin kau mengatakan kepadaku, siapa beliau di depan kita ini?’’ tanya Temujin.


‘’Ada apa ini?’’ tanya pria berambut cokelat.



Naruto #2 memicingkan mata sambil menyusuri pria berambut cokelat di depannya itu.


Rambut dan alis tebal yang berwarna cokelat, warna matanya yang hijau dan memakai kacamata bulat satu kaca, ucapnya dalam hati.


‘’Guru Haido,’’ kata Naruto #2 langsung.


‘’Eh? Bagaimana kau bisa mengetahui namaku?’’ tanya tuan Haido.


‘’Jadi, dia memang memiliki kekuatan yang bisa mengetahui nama seseorang melalui penggambaran fisik,’’ jawab Temujin.


‘’Kenapa kau tiba-tiba menarik kerah leher bajuku dattebayo?!’’ pekik Naruto #2 tersedak.


‘’Dengarkan aku baik-baik. Kau mungkin akan bertemu dengan tiga orang. Pertama, anak laki-laki berjubah bernama Temujin. Kedua, pemilik caravan bernama kakek Kahiko, dan terakhir yang menjadi sumber masalah adalah pria dengan rambut dan alis tebal yang berwarna cokelat, Guru Haido,’’ kata Naruto #1 dengan wajah serius.


‘’Ha? Kenapa kau bisa tahu hal yang belum terja—‘’


‘’Jangan bertanya dan dengarkan saja. Jika kau bertemu dengan Temujin, aku ingin kau membuatnya tersadar kalau Guru Haido yang dia puja adalah orang yang berbahaya. Sebelum terlambat, kau harus berhasil menyadarkan Temujin,’’ kata Naruto #1.


Naruto #2 membuang wajah sambil tersenyum bodoh setelah mengingat hal itu.


Heh, jika bukan karena orang itu. Aku juga akan tidak tahu nama orang asing seperti kalian dattebayo, ucapnya dalam hati.


Naruto #2 kembali menatap ke arah Guru Haido dengan tatapan serius.

__ADS_1


Tapi, aku benar-benar bertemu dengan ketiga orang seperti yang disebutkan. Apakah dia benar-benar memiliki kekuatan melihat masa depan? Stt, kata Naruto #2 dalam hati.


__ADS_2