
Konoha
Shinobi yang tidak lain adalah Yamato, telah tiba sambil bersujud di hadapan seorang pria.
‘’Aku mengutusmu kemarin, lalu kenapa baru kembali?’’
‘’Moushiwake arimasen Danzo-sama. Ada sedikit masalah, karena itulah saya baru kembali,’’ jawab Yamato.
Danzo mengerutkan dahi. ‘’Sedikit masalah seharusnya kau bisa mengatasi hal itu.’’
‘’Uzumaki Naruto sempat melihat wajahku, jadi aku meninggalkannya untuk sesaat. Setelah salah satu rekan membawakan topengku, aku berniat mengejarnya tapi sudah kehilangan jejak. Jadi, aku memilih untuk berjaga,’’ kata Yamato.
‘’Aku tidak ingin mendengar ceritamu, langsung katakan pada intinya! Apakah kau sudah menghabisi Uzumaki Naruto?’’ tanya Danzo.
Yamato yang menunduk terdiam untuk sesaat. ‘’Kami sempat terlibat pertarungan. Sebelum aku menghabisinya, dia terjatuh ke jurang, dan tubuhnya terbawa arus air.’’
Bugh!
‘’Jadi kau belum menghabisinya?!’’ seru Danzo.
‘’Uzumaki Naruto terjatuh dari ketinggian seperti itu, pasti dia sudah mati saat tubuhnya terjatuh di antara bebatuan,’’ kata Yamato.
‘’Itu hanya spekulasimu!’’ kesal Danzo.
‘’Aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepada Anda. Naruto memiliki cha—‘’
__ADS_1
‘’Aku tidak mau tahu, ikuti aliran sungai itu dan temukan Naruto, lalu lenyapkan dia saat itu juga!’’ perintah Danzo memotong ucapan anak itu.
Yamato terdiam hingga akhirnya membungkuk sebelum ia menghilang. Danzo yang duduk di kursinya hanya menghela nafas kasar. ‘’Cih!’’
......................
Naruto terbatuk sambil memeras bajunya yang sudah basah. Ia pun menatap ke sekitar. ‘’Ini tidak seperti di Konoha. Di mana ini?’’
Anak itu mengerutkan dahi. ‘’Langit sangat gelap, dan hujan turun sederas ini. Kenapa cuaca langsung sangat buruk? Padahal, masih cerah saat aku bertarung dengan Yamato sensei tadi.’’
Seperti mendengar suara seseorang, Naruto menoleh dan berjalan menghampiri sumber suara.
Naruto terbelalak setelah memastikan suara tadi, membuatnya tanpa sengaja menimbulkan suara, lalu segera bersembunyi.
Dua anak lainnya langsung berjaga-jaga sambil menatap ke sekitar. Naruto yang bersembunyi hanya memasang raut wajah bodoh.
‘’Astaga, kenapa aku malah bersembunyi? Itu akan semakin membuatku dicurigai sebagai penyusup dattebayo,’’ kata Naruto.
‘’Aku bilang siapa di sana? Tunjukkan dirimu!’’ seru anak berambut orange itu sekali lagi.
Tidak lama kemudian, sosok Naruto muncul membuat ketiga anak yang waspada tadi kembali normal.
‘’Ahaha, yo,’’ sapa Naruto.
__ADS_1
Ketiga anak itu saling bertatapan lalu kembali menatap Naruto.
‘’Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian lagi. Bagaimana kabarmu Nagato, Konan, dan yang satu ini … Kumiko,’’ kata Naruto.
‘’Yang benar itu Yahiko!’’ kata Yahiko dengan alis berkerut.
Naruto terkekeh pelan sambil menggaruk wajahnya. ‘’Aa sou? Yahiko ka?’’
Yahiko mengerutkan dahi. ‘’Nagato, Konan, kalian mengenalnya?’’
Kedua anak yang ditanyai menggeleng membuat Yahiko kembali menatap Naruto.
‘’Kita bertiga baru bertemu, kenapa kau sudah tahu nama kami? Siapa kau?’’ tanya Yahiko.
Naruto tersentak. Ia pun membuang muka dengan raut wajah bodohnya.
Heh, aku keceplosan. Kami baru bertemu saat umurku 16 tahun nanti, tapi ini … hm, kata Naruto dalam hati.
Ceroboh dan payah!
Wajah Naruto langsung kusut mendengar ucapan Kurama. Ia kembali menatap ketiga anak itu dengan wajah kaku.
‘’Ahaha, ini di mana? Are(Eh)? Aku seperti ingin jatuh,’’ kata Naruto lunglai.
Bugh!
__ADS_1
Ketiga anak itu tersentak karena Naruto langsung terjatuh. Konan langsung menghampirinya dan mengecek kondisi Naruto.
‘’Dia jatuh pingsan,’’ kata Konan sambil menatap Yahiko dan Nagato.