
‘’Tidak bisakah kalian mengerti agar membiarkan kami pergi?’’ tanya Naruto #2.
‘’Aku tidak akan membiarkannya! Yondaime-sama sudah jelas memberikan perintah. Terutama dirimu Uzumaki Naruto. Yondaime-sama akan mengurusmu setelah kembali ke desa nanti,’’ kata Asuma.
Naruto #2 berdecih, tapi Obito memberinya isyarat untuk tenang agar bisa segera kabur. Namun, belum sempat keduanya pergi, ternyata pergerakannya telah dikunci oleh sosok di belakang.
‘’Kage Mane no Jutsu!’’
‘’Ka-Kau? Pantas saja aku tidak melihat keberadaanmu sejak tadi bocah pengguna bayangan,’’ kata Obito.
‘’Shikamaru? Kau mengetahui sesuatu tapi tidak memberitahu kami semua dattebayo!’’ kesal Naruto #2.
Shikamaru yang tadinya ingin memberitahu Naruto #2 secara empat mata, tidak punya pilihan lain selain memberitahunya di depan semua orang. ‘’Dia menginginkanku memberitahumu sesuatu. Karena mengetahui watakmu, dia tidak ingin kau pergi mengejarnya setelah meninggalkan desa, begitu juga dengan yang lainnya.’’
‘’Apa yang kau tahu?’’ tanya Naruto #2.
‘’Peraturan desa menyatakan bahwa ninja Konoha harus mematuhi semua perintah. Dia sudah bersedia mempertaruhkan hidupnya demi menyelamatkan desa. Itulah semangat api darinya. Hokage telah memerintahkan kita agar tidak berhubungan lagi dengannya!’’ tegas Shikamaru memicingkan mata.
Tangan Obito mengepal begitu juga Naruto #2. Suasana langsung menjadi tegang karena pembicaraan mereka. Tiba-tiba sebuah kunai hendak mengenai Shikamaru, membuat anak itu menghindar. Semua terbelalak karena Kakashi yang melakukan hal itu.
‘’Serahkan mereka kepadaku,’’ kata Kakashi.
‘’Kakashi Sensei!’’ senang Naruto #2 mengacungkan jempol.
Tidak ingin membuang waktu, Obito berbalik untuk pergi. ‘’Bocah, ucapanmu mungkin benar, tapi aku tidak akan menurutinya. Di dalam dunia ninja, shinobi yang melanggar aturan memang dianggap sampah. Tapi….’’
Ia yang dalam posisi membelakangi, menolehkan sedikit kepalanya ke belakang. ‘’Shinobi yang meninggalkan sahabat mereka ... Maka dianggap lebih rendah dari sampah!’’
__ADS_1
Semua langsung tersentak mendengar ucapan laki-laki itu, berbeda dengan Kakashi yang hanya tersenyum, karena kembali mengingat kejadian hari itu.
‘’Obito Nii-chan benar! Aku tidak ingin menjadi seorang ninja yang dianggap lebih rendah dari sampah dattebayo,’’ kata Naruto #2.
‘’Dulu aku terlalu bodoh karena tidak menyadarinya dan membiarkan dia pergi. Kali ini, aku tidak akan membiarkannya pergi lagi!’’ seru Obito.
Asuma yang melihatnya, tidak akan membiarkan kedua orang itu pergi. Ia memerintahkan semua orang untuk mencegahnya. Namun, Kakashi menghadang mereka membuat Asuma mengutus para Genin untuk mengejar.
‘’Jika saja Rin dan Hinata #1 tidak mendapatkan misi, kurasa kita tidak perlu susah payah menahan mereka,’’ kata Asuma.
‘’Maksudmu Obito selalu mendengarkan perkataan Rin, begitu juga nigou yang patuh kepada Hinata Ichigou?’’ tebak Guy.
‘’Kakashi, apa kau bersungguh-sungguh akan melawan kami?’’ tanya Kurenai.
Kakashi hanya diam dan membuka penutup matanya yang sudah memperlihatkan sharingan. Melihat hal itu, ketiga orang tadi juga menjadi serius.
......................
‘’Chotto, orang asing yang tidak diundang, dilarang untuk memasuki tempat ini. Aku tidak akan membiarkanmu melewati gerbang itu,’’ kata anak laki-laki berambut cokelat poni kiri.
‘’Ohisashiburi Ichi,’’ sapa Naruto #1.
‘’Bagaimana kau bisa tahu namaku?’’
Namun, Ichi terlalu lengah gara-gara namanya diketahui, membuat Naruto #1 berhasil membereskannya, meski tidak melukainya.
__ADS_1
......................
Gerbang Kedua
Ia sudah menduga akan disambut oleh anak perempuan yang rambut cokelat panjangnya melengkung hampir spiral yang rumit.
‘’Kau datang cepat juga. Cih, apa yang dilakukan anak itu sampai membiarkan orang ini lewat?’’ gerutu gadis berambut panjang.
‘’Warui, karena aku tidak punya waktu meladenimu Ni. Temanku yang akan menggantikan diriku dattebayo.’’
Anak bernama Ni juga bereaksi sama karena Naruto #1 mengetahui namanya. Ia mengerutkan dahi saat melihat sosok berambut kuning berjubah merah tadi menggigit ibu jarinya kemudian memukul tanah.
Tidak lama kemudian, terlihat sosok katak besar dengan warna ungu di bagian kelopak mata dan mulut. ‘’Apa-apaan binatang menjijikkan itu?’’
‘’Ha? Beraninya kau memanggil ore-sama ini sebagai binatang menjijikkan?! Naruto, pergilah dan serahkan dia kepadaku!’’ kesal Gammakichi.
Ni berdecih saat melihat sosok tadi melewati gerbang. Namun, niatnya terhenti karena Gammakichi langsung menghadang.
......................
Gerbang Ketiga
Sebelumnya, ia dan Tim Asuma berhadapan dengan anak yang memiliki penggambaran yang sama dengan Ichi. Hanya saja yang membedakan adalah poninya ke arah kanan. Dan saat ini, ia sedang memandangi anak itu berdiri di atas burung yang memiliki banyak modifikasi.
__ADS_1
‘’San,’’ kata Naruto #1.
Burung tadi langsung menembakkan bulu dan proyektil meledak dengan akurasi pin-point.