
Terlihat sosok bertudung duduk di singgasana batu sambil menyangga dagunya. Mengingat Kazahana Dotou di Negeri Salju, dokter Haido di tambang gelel, Ishidate di Negeri Bulan, Mouryou dan tuan Yomi di Negeri Iblis, dokter Shinnou pengguna Ekor Nol, Hiruko di Gunung Shumisen, serta Mukade menteri kerajaan Rouran, semuanya telah dikalahkan.
‘’Cih! Semua rekan yang hendak aku hampiri sudah lebih dulu diatasi olehnya. Rubah itu tidak bisa diam, ya?’’
Ia terdiam untuk sesaat hingga akhirnya menghela nafas. ‘’Kalau tidak salah, rubah itu berteman dekat dengan rakun dari Sunagakure dan gurita dari Kumogakure. Aku punya cara untuk membungkamnya agar tidak banyak ikut campur.’’
......................
Kumogakure
Terlihat sosok pria yang memiliki kulit gelap dengan tubuh berotot besar dan rambut pirang disisir ke belakang. ‘’Di mana B?’’
Saat itu juga, datang salah satu shinobi yang melapor dengan wajah tegang. ‘’Raikage-sama taihen! Killer B-sama….’’
Pria yang tidak lain adalah Raikage A itu, langsung berdiri dengan wajah kaget.
......................
Push
‘’Kau tahu B-sama ini tidak akan melepaskanmu, yey! Masih terlalu awal untuk mengalahkanku bakayarou~ konoyarou!’’ kata B dengan ciri khasnya.
Sosok bertudung tadi hanya menghela nafas. ‘’Kau berisik seperti biasa dengan dialek rapper bodohmu itu.’’
__ADS_1
Tidak tahan dengan kebisingan yang ditimbulkan pria jinchuuriki itu, membuatnya menyerang. Namun, serangan kejutan dari seseorang sedikit mengenainya sehingga tudung jubah yang ia kenakan robek. Begitu mendarat di tanah, ia tersenyum remeh. ‘’A B Combo … Raikage A.’’
Deg!
Raikage A yang melihat sosok itu terdiam dengan wajah terkejut bukan main. ‘’Kau….’’
Sosok yang tersenyum tadi pun langsung menjatuhkan dirinya ke tebing untuk melarikan diri.
......................
Konohagakure
Malamnya, setelah mendapatkan perintah dari Hokage, para Jounin dan Genin yang telah kembali ke rumah langsung menghadap karena panggilan darurat tersebut. Tidak peduli mereka sedang makan, merapikan barang, atau istirahat, semuanya bergegas menuju ke kantor Hokage.
‘’Touchan, kenapa kita dipanggil malam-malam begini?’’ tanya Naruto #2.
‘’Apakah masalahnya sangat serius?’’ tanya Obito.
‘’Di mana dia?’’ tanya Minato.
Para Jounin dan Genin saling memandang dengan wajah bingung, sampai akhirnya pintu terbuka menampilkan sosok Naruto #1.
‘’Warui karena aku terlambat. Aku jadi menghabiskan raamen-ku begitu terburu-buru dattebayo,’’ kata Naruto #1.
__ADS_1
Wajah Minato semakin serius menatap anak itu. Setelah melihat semuanya hadir, ia pun bicara. ‘’Baru saja ada laporan dari Sunagakure dan Kumogakure. Putra Kazekage dan saudara Raikage telah diserang.’’
Eh? Gaara dan B ossan diserang? Pasti pelaku yang diceritakan Touchan tadi pagi, kata Naruto #1 dalam hati.
‘’Ini telah menempatkan desa kita dalam situasi yang sangat berbahaya,’’ kata Minato.
‘’Berbahaya? Tapi apa hubungannya dengan desa kita Minato Sensei hem! Maksudku Yondaime Hokage?’’ tanya Guy.
Minato terdiam untuk sesaat hingga akhirnya bicara. ‘’Sunagakure dan Kumogakure mengatakan bahwa pelakunya adalah kau … Naruto.’’
Deg!
Semua orang tersentak terutama kedua Naruto, membuat mereka menatap sosok berambut kuning itu dengan wajah terkejut.
Naruto #2 yang awalnya mengira dirinya ternyata dugaannya salah, karena Naruto yang dimaksud adalah yang satunya.
Hinata #1 terkejut sambil menatap suaminya itu. ‘’Naruto-kun….’’
‘’Ha? Tapi aku hanya berada di desa satu hari ini. Kenapa aku harus pergi di tengah cuaca buruk seperti ini dattebayo?’’ tanya Naruto #1.
‘’4 Jounin Kumogakure dan 3 lainnya Sunagakure telah dihabisi. Ini adalah sosok pelaku yang dikirim langsung oleh Kazekage dan Raikage,’’ kata Minato.
Sekali lagi, semua orang terkejut melihat poster yang di dalamnya memang terlukis wajah Naruto #1.
‘’Ini mustahil! Tidak mungkin dia sampai melakukan hal yang seperti ini. Pasti ada yang menjebaknya dattebayo,’’ kata Naruto #2.
__ADS_1
‘’Diam! Ini menyangkut dua hubungan desa. Sampai sekarang, Lima Negara Besar masih terlihat perang. Bisa saja mereka akan menyerang kita karena hal ini. Aku sudah membuat keputusan. Kau akan dikirim ke Istana Houzuki!’’ perintah Minato.