God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 192 Keberadaan Jiraiya


__ADS_3

Wajah Naruto #1 langsung berubah menjadi serius.


‘’Aku tahu apa itu chakra senjutsu. Tapi, chakra yang aku maksud dari orang ini adalah chakra kuning yang menyilaukan menyerupai ekor juga menyerupai tangan,’’ kata Naruto #2.


‘’Menyerupai ekor juga menyerupai tangan? Kau ini mengatakan apa, sih?’’ bingung Sakura.


‘’Idiot mana tahu menggambarkan sesuatu secara jelas,’’ kata Sasuke.


‘’Aku tidak bodoh dattebayo!’’ kesal kedua Naruto bersamaan.


Semua orang terbelalak menyaksikan hal itu, terutama kedua Naruto yang saling bertatapan.


‘’Hee~ tidak kusangka kau tersinggung karena merasa diri,’’ ledek Naruto #2.


‘’Kau sendiri kenapa membalas ucapannya dengan kesal? Kau menganggap ucapan itu memang ditujukan kepadamu,’’ balas Naruto #1.


Kedua Naruto melontarkan tatapan bermusuhan, seolah-olah ada aliran listrik dari kedua tatapan mereka.


Shikamaru menghela nafas. ‘’Mendokusei.’’


......................


Pukul mulai menunjukkan tengah hari, tapi semuanya telah menyebar entah kemana. Naruto #1 yang melihat versi kecilnya sedang latihan, berjalan menghampiri.

__ADS_1


Melihat Naruto #2 latihan begitu giat, mengingatkan dirinya di masa lalu. Apalagi mengenai sosok Jiraiya yang selalu menemaninya.


‘’Yo!’’ sapa Naruto #1.


‘’Kenapa kau kemari?’’ tanya Naruto #2 yang masih kesal karena kejadian tadi pagi.


‘’Aku ingin meluruskan sesuatu mengenai pertanyaamu itu,’’ jawab Naruto #1.


‘’Lupakan saja. Aku sudah tidak ingin mengetahuinya,’’ kata Naruto #2.


Naruto #1 tersenyum sambil berbalik untuk berjalan pergi. ‘’Jangan keras kepala. Aku tahu kau masih penasaran dattebayo. Ikut aku, jika kau ingin mengetahuinya.’’


Untuk sesaat, Naruto #2 hanya diam sambil melihat kepergian Naruto #1. Tidak lama kemudian, ia bergegas menyusul sosok itu.


Keduanya berjalan menyusuri pohon-pohon. Tidak ada yang bicara satu sama lain, dan memilih sibuk sendiri. Naruto #1 yang berjalan sambil memasukkan tangannya ke kantong celana, memicingkan mata.


Pertanyaan itu berhasil membuat perhatian Naruto #2 teralihkan.


‘’Bukankah kau tahu segalanya? Kenapa bertanya kepadaku?’’ tanya Naruto #2 hendak mempermainkan sosok itu.


Namun, melihat Naruto #1 hanya diam sambil menatap tanah dengan wajah sendu, membuat Naruto #2 merasa kasihan.


‘’Bukankah salah satu Sannin berkhianat? Mungkin Ero Sennin sedang mencari Orochimaru sambil melakukan riset,’’ kata Naruto #2.

__ADS_1


‘’Apakah kau tahu kapan dia akan kembali?’’ tanya Naruto #1.


‘’Aku bukan Tuhan dattebayo, jadi tidak tahu kapan Ero Sennin kembali ke desa. Biasanya, Ero Sennin hanya mampir sebentar lalu pergi lagi,’’ jawab Naruto #2.


‘’Begitu, ya?’’ senyum sendu Naruto #1.


Setelah terlempar ke masa ini, aku belum pernah bertemu dengan Ero Sennin. Aku penasaran dimana Ero Sennin saat ini, kata Naruto #1 dalam hati.


......................


Tampak sosok pria berambut runcing putih sepanjang punggung sedang berdiri di puncak pohon. Ditangannya ada sebuah gulungan panjang yang sepertinya selesai dibaca.


‘’Konoha diserang oleh enam Pain? Kenapa aku tidak tahu hal ini?’’


‘’Situasi saat itu sangatlah buruk. Banyak korban berjatuhan di Desa Konoha. Salah satunya adalah gurumu Jirainya … Sandaime Hokage.’’


Deg!


Mata Jiraiya membulat mendengar laporan dari katak tadi.


‘’Gammabunta, Gammahiro, dan Gammaken juga terluka. Tapi Tetua Katak sudah menyembuhkan mereka. Konoha dilanda bencana saat banyak shinobi yang gugur. Namun, entah dari mana, nyawa mereka kembali hidup.’’


Jiraiya mengerutkan dahi. ‘’Apakah orang yang mati bisa kembali hidup?’’

__ADS_1


‘’Semuanya juga tidak mempercayainya, tapi memang itu yang terjadi. Semuanya berkat salah satu anak dari Yondaime Hokage. Jika bukan karena dia yang melawan keenam Pain seorang diri, maka semuanya akan berakhir.’’


Salah satu anak dari Minato? Siapa? Dia melawan keenam Pain seorang diri, saat guruku dan shinobi hebat tewas di tangannya, kata Jiraiya dalam hati.


__ADS_2