
Keesokan harinya…
‘’Naruto … Oee Naruto?’’ panggil Yahiko dengan sedikit nada tinggi.
Naruto mengerutkan dahi dan membuka mata.
Deg!
Ia langsung bangkit saat melihat ada begitu banyak shinobi Amegakure mengepung di dalam gua.
‘’A-Apa yang terjadi?’’ tanya Naruto.
‘’Kami juga tidak tahu. Saat aku bangun, mereka sudah ada di sini lebih dulu. Jadi, aku membangunkan Yahiko dan Nagato,’’ jawab Konan.
‘’Padahal sejak tadi kami merasa terancam. Bisa-bisanya kau tertidur dengan pulas seperti itu,’’ kata Yahiko.
Naruto memasang wajah tegang lalu menatap ke arah perutnya.
Oee Kurama, kenapa kau tidak membangunkanku? Sekarang kita sudah terkepung dattebayo, kata Naruto dalam hati.
Mereka tidak melakukan apa-apa saat kalian masih tidur. Jadi, aku tidak membangunkanmu dan hanya memantau mereka.
Keempat anak itu kembali menatap puluhan shinobi Amegakure itu.
‘’Apakah kita akan mati di sini?’’ tanya Konan.
‘’Kalian berlindung di belakangku. Jika mereka menyerang, aku akan melindungi kalian, lalu kita akan kabur,’’ kata Nagato.
__ADS_1
Namun, puluhan shinobi tadi membagi dua pasukan untuk membukakan jalan. Keempat anak itu menatap seorang pria yang muncul dari rombongan tadi.
‘’Di-Dia?’’ tatap keempat anak itu.
Pria yang menggunakan masker gas itu memicingkan mata.
‘’Hm~ Naruto hentikan Henge Jutsu-mu itu dengan meniru Hanzo-sama,’’ kata Yahiko.
‘’Eh? Aku ada di sini dattebayo. Bagaimana bisa aku menggunakan jurus itu?’’ tanya Naruto.
‘’Kami tidak akan tertipu lagi,’’ kata Konan.
‘’Aku dengar kalian ada anak didik dari salah satu Sannin Legendaris Konoha, Jiraiya,’’ kata Hanzo.
"Ini hanya Bunshin, kan? Lempar saja dengan kunai," kata Yahiko.
‘’Dia tidak hilang. Berarti dia adalah Hanzo-sama yang asli,’’ kata Yahiko.
Hanzo mengerutkan dahi. ‘’Memang aku yang asli. Apa maksudmu berkata seperti itu?’’
Ketiga anak itu langsung bersujud kecuali Naruto yang masih berdiri terbelalak. Yahiko menyuruhnya untuk bersujud agar pria di depannya ini tidak tersinggung.
‘’Moushiwake arimasen Hanzo-sama, karena kelancangan kami tadi,’’ kata Yahiko mewakili.
‘’Apakah kalian benar-benar anak didik Jiraiya?’’ tanya Hanzo.
__ADS_1
Ketiga anak itu saling bertatapan sebelum akhirnya mengangguk.
‘’Kalau begitu aku ingin kalian bergabung di pasukanku.’’
Deg!
Ketiga anak itu tersentak mendengar ucapan Hanzo, terutama Naruto. Tentu saja, bagi anak yang masih polos seperti Yahiko, ia menerima tawaran itu dengan mudah.
Berbeda dengan Naruto yang masih menatap Hanzo dengan wajah serius.
Hanzo mengulurkan tangan dan dibalas oleh Yahiko. ‘’Kalian akan mendapatkan pelatihan dari senior sebelum membuat pasukan kalian sendiri.’’
‘’Kami mengerti. Hei Konan, Nagato, Naruto, bukankah ini kesempatan emas bagi kita? Hanzo-sama sampai menghampiri dan mengundang kita bergabung bersama pasukannya,’’ girang Yahiko.
Saat itu Nagato bilang kalau Yahiko yang merupakan pemimpin Akatsuki mulai dilirik karena organisasi mereka terkenal. Hanzo yang mendengar rumor itu mulai mendekati mereka, dan itulah awal kemalangan mereka bertiga. Hanzo menunggu waktu untuk membunuh Yahiko dan menghancurkan semua anggota Akatsuki, kata Naruto dalam hati.
‘’Oee Naruto, apakah kau terlalu senang sampai tidak bisa berkata-kata? Apa yang kau tunggu?’’ tanya Yahiko berjalan pergi.
Naruto hanya tersenyum kaku dan kembali menatap Hanzo yang mulai berjalan pergi disusul ketiga anak tadi.
Pertemuan mereka seharusnya masih lama, tapi sekarang sudah terjadi. Apakah ini karena ada campur tangan dariku sehingga aliran waktu berubah? Semua yang terjadi di masa depan, dipercepat ke masa ini, kata Naruto dalam hati.
Ia hanya menatap punggung ketiga anak di depannya itu sambil berjalan.
Hanzo adalah orang yang licik, sampai berkerja sama dengan Danzo untuk melenyapkan Akatsuki. Ka—
Ucapan Naruto langsung terhenti bersamaan langkah kakinya karena menyadari sesuatu. Ia kembali mengingat kejadian dimana Yamato bersih keras melenyapkannya demi perintah tuannya.
__ADS_1
Saat itu juga Naruto mengetahui siapa sosok tuan yang dimaksud Yamato yang diberikan perintah untuk menghabisinya.
Danzo ... Dialah orangnya. Kenapa aku sampai lupa, kata Naruto dalam hati.