
Pasukan ANBU yang menunggu di sisi lain hutan terbelalak saat melihat kedatangan sosok binatang yang membawa Obito.
‘’Bukankah itu hewan Kuchiyose milik Sandaime-sama?’’
Raja Monyet Enma menatap pasukan ANBU sambil menyerahkan Obito. ‘’Salah satu di antara kalian harus membawanya ke desa, sedangkan yang lain harus berkumpul bersama Hiruzen.’’
Mereka mengangguk dan mengutus satu orang untuk membawa Obito ke desa, dan yang lainnya ikut bersama Raja Monyet Enma.
......................
‘’Sepertinya dia bukan pria tua biasa,’’ kata Jirobo.
‘’Dia pria tua biasa atau bukan, aku tidak peduli! Lebih baik kita menghabisinya saja. Tayuya, Jirobo, dan Kidomaru! Kalian serang dia secara bersamaan, sisanya serahkan padaku dan Kimimaro,’’ kata anak berambut abu-abu.
Kidomaru mengerutkan dahi. ‘’Sakon, kau bukan pemimpin sebenarnya, kenapa kami harus mendengarkanmu?’’
‘’Apa?!’’ kesal Sakon.
‘’Berhenti berdebat! Lakukan saja seperti yang dikatakan Sakon,’’ kata Kimimaro.
Karena Kimimaro adalah pemimpin mereka, membuat Kidomaru tidak punya pilihan lain selain menuruti ucapannya.
Sandaime menatap kelima anak yang berdiri di hadapannya. ‘’Apakah kalian berlima adalah bawahan Orochimaru?’’
‘’Humph! Biar kami jelaskan pak tua,’’ kata Sakon.
__ADS_1
‘’Kami adalah shinobi Otogakure,’’ kata Tayuya.
‘’Pengikut setia Orochimaru-sama,’’ kata Jiboro.
‘’Anggota Sound Five!’’ kata Kidomaru.
Sandaime menatap Kimimaro. ‘’Dan pemimpinnya pasti adalah kau.’’
Tidak ingin membuang waktu, kelima anak itu menyerang Sandaime dengan bersungguh-sungguh. Sandaime menatap gaya bertarung kelima anak tadi yang terlihat berbeda dari seumuran mereka.
Saat Sandaime terpojok dan kelima anak itu hendak menghabisinya, Raja Monyet Enma datang di waktu yang tepat.
‘’Hah! Monyet itu lagi,’’ kata Kidomaru.
Kelima anak itu menatap pasukan ANBU yang juga telah tiba.
Raja Monyet Enma bertransformasi menjadi tongkat sambil Sandaime menangkapnya.
‘’Hewan itu berubah menjadi tongkat?’’ tatap Kimimaro.
Pertarungan kembali terjadi setelah pasukan ANBU ikut bergabung.
‘’Sial! Serangannya menjadi lebih kuat setelah monyet tadi berubah menjadi tongkat. Tidak ada pilihan lain,’’ kata Tayuya.
Kidomaru dan Sakon mengangguk sambil menatap Tayuya.
__ADS_1
‘’Kuchiyose no Jutsu : Kyodaigumo!’’ seru Kidomaru.
‘’Kuchiyose no Jutsu : Doki!’’ seru Tayuya.
‘’Kuchiyose : Rashomon!’’ seru Sakon.
Sandaime menyuruh Raja Monyet Enma kembali ke wujud semula sambil membesar sedikit demi sedikit. Namun, karena usia mereka masih terbilang jauh, membuat ketiga anak tadi belum melampaui Sandaime.
Raja Enma Monyet menang telak. Akan tetapi, serangan tiba-tiba dari Kimimaro dan Sakon berhasil mengenainya.
Karena juga sudah mencapai batas waktunya, Raja Enma Monyet menghilang setelah membuat ketiga anak tadi terkapar.
Pasukan ANBU di sekitar juga sudah dikalahkan oleh Sakon dan Kimimaro, dan kini tersisa mereka bertiga.
‘’Setelah melihat beberapa jurus yang kau gunakan tadi dan hewan Kuchiyose yang bersamamu, aku akhirnya mengerti. Shinobi yang hanya mampu menggunakan jurus-jurus itu hanya Sandaime Hokage, Sarutobi Hiruzen … The Professor,’’ kata Kimimaro.
‘’Professor? Pak tua ini?’’ tanya Sakon.
Kimimaro mulai berhati-hati setelah mengetahui identitas Sandaime. Berbeda dengan Sakon yang tidak peduli dan memilih menyerang.
‘’Aku akan mengakhiri ini semua! Pak tua matilah!’’ seru Sakon.
Melihat Sandaime begitu tenang membuat Kimimaro mengerutkan dahi. Ia langsung tersadar dan berusaha menghentikan Sakon. ‘’Tunggu!’’
Salah satu ANBU langsung muncul dengan elemen petir di telapak tangannya dan menyerang Sakon.
__ADS_1
‘’Kisama(Kau)!’’ seru Sakon terkena sengatan listrik.
Kimimaro terlibat pertarungan dengan sosok tadi. Melihat Sandaime melewatinya membuat Kimimaro hendak mengejar, tapi ninja ANBU pengguna elemen listrik menghentikannya.