
Gaara yang menatap Naruto #2 dan Sasuke bertengkar dalam air, berbalik untuk pergi. Melihat hal itu, Kankuro juga menyusul.
‘’Apa kau tidak berniat menyapanya walau hanya sebentar?’’ tanya Kankuro menoleh ke belakang.
‘’Itu tidak perlu. Kita masih memiliki urusan yang lebih penting,’’ jawab Gaara.
Kakashi menatap kepergian kedua anak tadi. Ia kembali menoleh saat Naruto #2 menghampiri.
‘’Kalian bertiga ada di sini?’’ tanya Naruto #2.
‘’Minato sensei mencemaskan kalian, jadi mengutus kami berlima untuk mencarimu,’’ jawab Obito.
‘’Kau ada di sini, lalu di mana Shikamaru dan Sakura?’’ tanya Kakashi.
‘’Um, itu … Kami terpisah di desa tebing karena tiba-tiba mendapatkan serangan. Tapi, bagaimana kalian bisa tahu aku ada di sini?’’
‘’Kakashi menggunakan anjing ninjanya untuk melacak baumu. Tapi, Sasuke lebih cepat menuju kemari. Dia sepertinya mencemaskanmu,’’ jawab Obito.
‘’Siapa yang mencemaskan idiot ini? Aku bergegas karena orang bodoh seperti dirinya hanya bisa membuat masalah,’’ kata Sasuke.
‘’Apa katamu?!’’ kesal Naruto #2.
Obito terkikik karena seperti melihat dirinya yang selalu bertengkar dengan Kakashi waktu masih kecil, saat melihat Naruto #2 dan Sasuke.
‘’Tapi Kakashi Sensei tadi bilang kami berlima, apakah Rin nee-chan dan orang itu juga ada di sini?’’ tanya Naruto #2.
Obito mengangguk membenarkan pertanyaan itu.
‘’Lalu di mana mereka?’’ tanya Naruto #2.
__ADS_1
‘’Dia mengurus sesuatu seperti biasa,’’ jawab Kakashi.
‘’Seperti biasa?’’ bingung Naruto #2.
......................
Terlihat sosok wanita berambut panjang yang menggertak gigi. ‘’Dasar sialan. Siapa kau yang tiba-tiba datang mengganggu kesenanganku?’’
‘’Apakah maksudmu menyerang mereka adalah kesenangan?’’ tanya Naruto #1.
Beruntung ia datang tepat waktu, sebelum wanita tadi menyerang kelompok caravan tersebut.
‘’Rin-san, aku serahkan yang lainnya kepadamu. Sepertinya sebagian dari mereka ada yang sedikit terluka,’’ kata Naruto #1.
‘’Tapi bagaimana dengan dirimu?’’ tanya Rin cemas.
‘’Jangan khawatir. Aku bisa mengatasi wanita di depanku ini dattebayo,’’ jawab Naruto #1.
‘’Mengatasiku? Nyalimu besar juga. Ya, bisa kuakui setelah melihat kekuatan penuhmu barusan,’’ kata wanita berambut panjang.
‘’Kekuatan penuh? Itu hanya pemanasan. Aku hanya akan menggunakan kekuatan penuh saat situasi gawat … Fugai.’’
Deg!
Wanita berambut panjang tadi tersentak. Padahal ia belum memperkenalkan diri tapi sosok berambut kuning berjubah merah di depannya sudah tahu.
‘’Tidak. Bagaimana kalau lebih tepatnya aku memanggilmu … Wanita Srigala,’’ kata Naruto #1.
Fugai tersenyum remeh karena terkesan dengan Naruto #1. ‘’Cara bicaramu membuatku kesal. Tapi, kau tidak akan bisa mengalahkanku.’’
__ADS_1
‘’3 detik!’’ kata Naruto #1 memperlihatkan 3 jarinya.
‘’Dalam 3 detik aku bisa mengalahkanmu tanpa menggunakan jurusku,’’ lanjut Naruto #1.
Fugai berdecih saat melihat ketiga jari, dari sosok berambut kuning di depannya perlahan menghitung mundur. Namun, ia tersenyum remeh karena tahu, itu hanya sebuah tipuan untuk mengulur waktu.
‘’3 detik sudah berlalu. Sudah kuduga kau hanya menggertak. Kalau begitu aku yang akan menyerangmu!’’ seru Fugai.
Deg!
Naruto #1 tersenyum karena wanita itu tidak bisa bergerak.
‘’Apa yang terjadi?!’’ pekik Fugai.
‘’Kerja bagus Shikamaru!’’ teriak Naruto #1 membuat Fugai mengikuti pandangan sosok itu.
Fugai berdecih saat menoleh ke belakang, melihat dua anak berdiri di atas, yang salah satunya melakukan segel tangan. Ia kembali menatap ke arah Naruto #1.
‘’Sudah kubilang, dalam waktu 3 detik aku bisa mengalahkanmu tanpa menggunakan jurus, dan Kage Mane berhasil,’’ senyum Naruto #1.
Fugai menggeram dan akhirnya berubah wujud menjadi manusia setengah srigala membuat Shikamaru dan Sakura terkejut.
Fugai melolong menyebabkan tanah di sekitar Shikamaru dan Sakura roboh.
‘’Gawat!’’ pekik Naruto #1 bergegas menangkap kedua anak itu sebelum terjatuh.
__ADS_1
Fugai menggunakan kesempatan tersebut untuk melarikan diri.