God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 70 Mengawal


__ADS_3

Meskipun Yahiko dan yang lainnya telah bergabung ke pasukan Hanzo, mereka tetap tidak bisa menemui Hanzo begitu sembarangan. Keempat anak itu dibawa ke markas dan dilatih seperti yang lainnya.


‘’Hihi, apakah sekarang aku terlihat hebat?’’ tanya Yahiko.


Konan dan Nagato tersenyum, berbeda dengan Naruto yang memasang raut wajah bodoh.


Kau hanya memutar kunai di tanganmu, apanya yang hebat? Dattebayo, kata Naruto dalam hati.


Namun, Naruto tetap waspada seperti biasa, meskipun tidak menimbulkan kecurigaan. Sikap ramah yang diperlihatkan Hanzo tidak akan mempan kepadanya setelah ia pernah mendengar cerita yang sebenarnya dari Nagato.


......................


Kantor Hokage


‘’Aku akan memberikan kalian misi khusus. Ini lebih seperti tugas rahasia,’’ kata Minato.


‘’Akhirnya misi rank S di saat masih Genin!’’ girang Obito.


‘’Aku ingin kalian mengawasi Kushina karena dia hamil,’’ kata Minato.


Obito yang bersemangat tadi langsung lesu dengan wajah bodohnya. ‘’Hah, ternyata mengawal wanita galak itu, ya?’’


Minato hanya tersenyum kaku. ‘’Ketika Jinchuriki wanita hamil, energi yang menjaga segel di transferkan ke janin, dan melemahkan segel Bijuu. Dan itu akan berlangsung sekitar sepuluh bulan sampai dia melahirkan. Aku ingin kalian menjaga Kushina dari insiden apa pun.’’


‘’Kami mengerti,’’ kata Rin dan Kakashi mengangguk.


‘’Obito?’’ tatap Minato.


Obito menghela nafas dan pasrah dengan wajah bodohnya. ‘’Baiklah, baiklah. Aku mengerti.’’


Minato tersenyum. ‘’Arigatou minna.’’


......................


__ADS_1


Musim dingin telah sambil ketiga anak itu mengawasi Kushina kemanapun wanita itu pergi.


‘’Rin, aku kedingian. Sepertinya aku lupa sapu tanganku dan butuh penghangat,’’ kata Obito malu-malu ingin memegang tangan Rin.


Belum sempat Obito memegang tangan Rin, Kakashi melemparkan sapu tangan ke wajahnya.


‘’Hah! Dari mana kau mendapatkan sapu tanganku?’’ tanya Obito.


‘’Kau menjatuhkannya, jadi aku memungutnya,’’ jawab Kakashi.


......................



Kakashi dan Rin hanya duduk berjaga di sekitar jendela belakang. Berbeda dengan Obito yang mengintip, melihat pasangan itu sedang makan.


‘’Makanannya terlihat lezat. Aku jadi ingin makan juga,’’ kata Obito hendak masuk.


Sreg!


Kakashi memberikan permen kepada Obito, dan memberi roti kepada Rin.


‘’Ha? Kenapa hanya aku yang makan permen?’’ tanya Obito.


‘’Bukankah kau bisa bertahan tanpa makanan? Makan dan tidak usah mengeluh,’’ kata Kakashi.


Dengan kasar, Obito hendak memakan permen tadi. Sialnya, permen itu malah terjatuh, membuat Kakashi hanya menghela nafas.


Rin yang melihatnya hanya tersenyum. Ia pun membagi dua roti miliknya. ‘’Ini, kau bisa makan setengahnya.’’


Mendapat roti setengah dari orang yang disukai tentu saja membuat Obito sangat senang meskipun itu hanya sepotong roti. Obito pun mengambil roti itu dan mereka makan bersama.


......................


__ADS_1


Ketiga anak itu berjaga di atas atap rumah tetangga untuk memantau Kushina. Namun, Obito mengibas wajahnya dengan tangan sambil menghela nafas kasar.


‘’Cuaca terlalu cerah. Aku ingin makan es! Sangat pa—’’


Kakashi menyumbat mulut Obito dengan gulungan. ‘’Diamlah! Kau akan membuat Kushina-sama terbangun.’’


‘’Kakashi! Beraninya kau … Apakah kau ingin berkelahi?’’ tanya Obito.


Rin yang menyaksikan perdebatan itu hanya melerai seperti biasa.


......................



Obito menghela nafas panjang sambil mendaratkan dagunya di kayu. ‘’Kapan misi ini akan berakhir? Aku seperti menjalankan misi di tempat yang sangat jauh dan tidak pernah kembali.’’


Tidak lama kemudian, ujian Chunnin pun tiba. Para Genin yang lainnya mengikuti ujian tersebut.


......................


Kantor Hokage


‘’Terima kasih telah melindungi Kushina sampai saat ini. Kalian sudah berusaha keras, kenapa tidak bersantai untuk sementara waktu?’’ tanya Minato.


‘’Bukankah kami akan mengawasi Kushina-sama sampai persalinan selesai Sensei? Padahal sudah tinggal sedikit lagi, kenapa Sensei melakukan ini?’’ tanya Kakashi.


Minato tersenyum. ‘’Itu benar. Tapi, kalian bertiga juga harus bersantai setelah sekian lama. Dan juga selamat untuk Rin dan Obito yang telah menjadi Chunnin. Kalian berdua sudah berjuang keras.’’


‘’Haa, padahal aku sudah sampai di babak final, dan malah kalah oleh Asuma,’’ kata Obito.


‘’Kurenai juga sangat hebat. Aku sedikit kewalahan melawannya,’’ kata Rin.


‘’Tapi kau berhasil mengimbangi Guy, kan? Itu sudah cukup membuatmu sedikit terkenal,’’ kata Minato.


‘’Itu karena Guy langsung sakit perut karena makan roti mentega yang sudah lewat masanya. Jika tidak, dia pasti menghajarmu,’’ kata Kakashi.

__ADS_1


Obito memasang wajah kusutnya. Karena mereka sudah diperbolehkan pergi, ketiga anak itu membungkuk. ‘’Dewa shitsurei shimasu(Permisi).’’


__ADS_2