
Kantor Hokage
‘’Eh? Dia juga tidak ada di sini?’’ tanya Naruto #2.
Kakashi mengangguk, kalau Naruto #1 dan Obito sudah pergi lebih dulu karena mendapatkan misi.
‘’Touchan tidak memberitahuku kalau orang itu akan menjalankan misi,’’ kata Naruto #2.
Minato tersenyum kaku. ‘’Sebenarnya aku sudah memberitahunya tadi malam, saat kau menuju ke kamar. Aku kira dia akan menungguku, karena aku menyuruhnya. Tapi tidak disangka, dia sudah pergi bersama Obito.’’
‘’Heh~ seharusnya beritahu aku lebih awal,’’ kata Naruto #2 kecewa.
‘’Kau bisa menemuinya setelah kalian berdua kembali dari misi masing-masing,’’ kata Minato.
Naruto #2 menghela nafas panjang, dan menurut. Ia pun berjalan keluar bersama yang lainnya, setelah Kakashi pamit untuk pergi.
‘’Dia sangat ingin bertemu, apakah ada sesuatu yang penting?’’ tanya Sandaime.
‘’Mungkin karena misi mengenai Batu Gelel, membuatnya ingin menanyakan sesuatu,’’ kata Minato.
Sandaime hanya mengangguk, sambil menghembuskan asap rokoknya. ‘’Tapi, siapapun yang mendengar hal ini, tentu saja akan membuat orang tidak percaya. Dia menjelaskan situasi yang belum terjadi, seolah-olah sudah mengetahui masa depan. Di dalam dunia shinobi, hanya satu orang yang bisa melakukan hal itu, dan dia adalah….’’
__ADS_1
......................
Tim 7 menerima misi A-Rank dengan Rock Lee yang ikut serta sebagai anggota tambahan. Kini mereka menggunakan pakaian yang tipis, karena musim panas kali ini begitu menyengat.
‘’Diam, Naruto! Baru sebentar, kau sudah mengeluh, menjengkelkan sekali,’’ risih Sakura karena Naruto #2 menghela nafas kasar berulang kali.
‘’Ayo kita lakukan yang terbaik! Kita hampir sampai,’’ kata Rock Lee semangat.
Sasuke hanya diam dan tenang seperti biasa.
‘’Tapi Naruto, tumben kau mencarinya? Bukankah biasanya, kau menatapnya dengan tatapan bermusuhan?’’ tanya Rock Lee.
‘’Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Itu saja,’’ jawab Naruto #2.
‘’Nandatou?!” kesal Naruto #2.
Langkah mereka terhenti, saat melihat rombongan kereta yang sangat banyak menghampiri. Minato sudah menyampaikan kalau mereka akan mengawal seorang bangsawan, sampai akhirnya sosok pria itu menuruni kereta.
‘’Aku selalu membeli segala sesuatu yang menarik minatku. Dan inilah yang terjadi, mereka semua adalah barang-barang kecil,’’ kata pria gendut.
Naruto #2 memasang wajah bodohnya. ‘’Barang kecil apa yang setara 50 kereta besar ini dattebayo?’’
__ADS_1
Pria gendut berjubah biru tanpa lengan, dengan selendang pola segitiga putih-kuning-biru, topi merah serta kalung mutiara dam perhiasan lainnya itu tersenyum. ‘’Aku adalah Pangeran dari Negeri Bulan, Tsuki Michiru. Apakah kalian adalah….’’
‘’Kami shinobi dari Konoha. Aku adalah Hatake Kakashi, pemimpin tim ini. Dia adalah Rock Lee, Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, dan Uzumaki Naruto, putra Yondaime Hokage,’’ kata Kakashi memperkenalkan.
Pangeran Michiru langsung menyapa Naruto #2 dengan ramah. Perhatiannya langsung teralihkan oleh Sakura, membuatnya memegang tangan gadis itu.
Naruto #2 dan Rock Lee langsung melontarkan tatapan tajam ke arah jabatan tangan dua orang itu.
‘’Wah~ kau sangat cantik. Kau adalah seorang gadis tapi ninja,’’ kata Pangeran Michiru mengelus tangan Sakura.
Naruto #2 dan Rock Lee menggeram ke arah Pangeran Michiru. Sakura tersenyum dan berterima kasih, hingga membalas jabatan tangan pria tadi.
Wajah Pangeran Michiru langsung membiru karena kesakitan, dan berusaha melepaskan tangannya.
‘’Dia mungkin muda, tapi dia profesional. Kekuatannya setara dengan orang dewasa juga,’’ kata Kakashi.
Sasuke hanya tersenyum miring, karena Pangeran Michiru menerima hal itu. Naruto #2 dan Rock Lee pun tersenyum puas.
Dak!
__ADS_1
Saat itu juga panah mainan menancap di ikat kepala Naruto #2.
‘’Apa? Musuh?!’’ pekik Naruto #2 mengeluarkan kunai dan menatap ke sekeliling.