God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 34 Rencana Pengalihan


__ADS_3

‘’Oee minna!’’ teriak Naruto.


‘’Setelah teriak dan bicara sendiri, lalu tertawa, sekarang apa lagi?’’ tanya Obito.


‘’Bisakah kalian mendengar suaraku?’’ tanya Naruto.


Obito memasang raut wajah bodoh. ‘’Kau berteriak begitu keras bagaimana mungkin kami tidak mendengarnya?’’


‘’Aku memiliki ide untuk mengalahkan ular raksasa ini. Jadi, dengarkan rencananya! Kita ha—‘’


‘’Jangan berteriak bodoh! Ular ini bisa mendengarmu dan mengetahui rencana kita!’’ teriak Obito memotong ucapan Naruto.


Naruto terdiam untuk sesaat dengan raut wajah loading. ‘’Ular tidak memiliki telinga! Tapi cuma bisa merasakan getaran dattebayo!’’


‘’Tapi ular memiliki tulang telinga di kepala yang digunakan untuk mendengar, jadi ular memiliki telinga dalam!’’ balas Obito.


Naruto mengerutkan dahi. ‘’Telinga dalam? Semua makhluk telinganya berada di luar, kenapa ular telinganya malah di dalam?’’


‘’Berhenti berdebat! Katakan apa rencananya?!” teriak Kakashi sudah tidak tahan dengan kedua anak itu lagi.


‘’Kita berkumpul di sana!’’ teriak Naruto.


Keempat anak itu pun menghilang dari dahan pohon, dan berkumpul di sekitar ular raksasa yang sedang mencari keberadaan mereka.


‘’Jadi apa rencananya?’’ tanya Rin.

__ADS_1


‘’Kalian harus bertarung dengan ular itu,’’ kata Naruto.


Ketiga anak itu terdiam dengan wajah loading. Obito mengepalkan tangan sambil tersenyum.


‘’Kalau itu kami juga tahu!’’ kesal Obito.


‘’Aku belum selesai dattebayo!’’ balas Naruto kesal.


Naruto menggambar sesuatu ke tanah. ‘’Aku ingin ada 2 sisi serangan. Pertama, serangan dari atas dan kedua, serangan dari bawah. Aku percayakan serangan dari atas kepada Obito dan Rin.‘’


‘’Lalu Kakashi akan menggunakan jutsu tanah yang dimilikinya untuk menyerang dari bawah. Aku ingin kalian menahannya sedikit lebih lama. Setelah itu serahkan semuanya kepadaku,’’ kata Naruto.


Ketiga anak itu hanya diam hingga akhirnya mengangguk. Mereka pun menjalankan rencana tersebut.


‘’Ninpou Kuchiyose Doton Tsuiga no Jutsu!’’ kata Kakashi.


Sebuah tembok yang terbuat dari tanah menjulang ke atas dan mengurung ular raksasa tadi. Jurus ini merupakan kelanjutan dari Kuchiyose memanggil anjing ninjanya. Ketujuh anjingnya disebut para niken, dan mereka muncul dari tanah kemudian menggigit sisi bagian bawah ular itu agar tidak bisa bergerak.


Saat ular itu terjebak, Obito dan Rin menggunakan kesempatan itu untuk menyerang sisi atas dari dahan pohon.


‘’Katon Goukakyuu no Jutsu!’’ seru Obito.


Karena Rin hanya ninja medis, ia hanya mengandalkan kunai yang ditempelkan bom. Setidaknya ia juga bisa diandalkan meskipun hanya melemparkan kunai itu ke sisi tubuh ular.


Beberapa menit berlalu setelah ketiga anak itu terus bertarung. Namun, melihat salah satu ular hendak menyerang Kakashi, membuat Obito menghadangnya.

__ADS_1


‘’Rin! Mundur!’’ seru Obito karena situasi menjadi buruk.


‘’Kamui! Akh!’’ seru Obito yang hendak menggunakan jurus itu.


Tapi, karena jurus itu masih belum sempurna di umurnya yang masih muda, membuat Obito meringis. Ia terpaksa memilih jurus tadi.


‘’Katon Goukakyuu no Jutsu!’’


Salah satu ular yang hendak menyerang tadi, tiba-tiba bergerak mundur karena api panas mengenai kulitnya. Namun, 2 ular lainnya kembali akan menyerangnya.


‘’Sebenarnya Naruto ke mana?!’’ pekik Rin.


‘’Cepatlah! Aku hanya bisa menahannya selama 2 menit, dan tidak bisa menahannya lebih lama lagi!’’ teriak Kakashi.


Saat itu juga Naruto muncul dari sisi berlawanan. ‘’2 menit sudah cukup dattebayo!’’


Klip!


Naruto mengigit ibu jarinya sehingga darah keluar, lalu meletakkan tangannya ke tanah.



‘’Kuchiyose no Jutsu!’’


Penghalang tembok milik Kakashi pun hancur, membuat ketiga ular tadi akan menyerang ketiga anak itu.

__ADS_1


__ADS_2