
Putri Shion yang tertidur langsung membuka mata dengan pola bercahaya. Ia melihat sosok iblis yang mencoba menyerapnya, tapi ibunya datang dan menggantikan dirinya untuk mengorbankan nyawanya sendiri.
‘’Hhah?’’ kagetnya terbangun dengan keringat dingin.
Mengingat ibunya mengatakan hal aneh dan menolak ajakannya untuk tidur bersama, membuatnya bangkit dan keluar kamar.
Taruho terkejut saat melihat wajah Putri Shion begitu tegang. ‘’Shion-sama? Anda kenapa?’’
‘’Ibu … Aku harus segera bertemu dengannya,’’ kata Putri Shion bergegas pergi, diikuti Taruho.
Keduanya menyusuri koridor dengan dinding kaca, dan melihat di sekitar begitu gelap karena sudah larut malam. Namun, tiba-tiba seseorang memukul leher Taruho, membuat Putri Shion berbalik dan membulatkan mata.
‘’Siapa ka—‘’ ucapan Putri Shion terhenti karena menyadari seseorang sudah berdiri di belakangnya.
Bugh!
Kusuna menangkap tubuh Putri Shion, sambil menatap Gitai yang memukul Taruho tadi.
‘’Nii-san, kita apakan anak yang satu ini?’’ tanya Gitai.
‘’Tinggalkan saja. Dia tidak penting bagi kita,’’ kata Kusuna.
......................
Di sisi lain, Naruto #2 yang berjaga bersama lainnya dibalik mahkota pohon, masih memantau seperti biasa. Tidak ada gerakan mencurigakan yang mendekati kamar Putri Shion.
‘’Aneh. Sejak tadi kita berjaga tapi tidak ada musuh,’’ kata Rock Lee menekan earphone di telinganya.
__ADS_1
‘’Orang itu tidak akan menyuruh kita berjaga tanpa alasan,’’ kata Sakura.
‘’Entah kenapa malam ini terasa sangat tenang,’’ kata Neji.
‘’Mungkin penjahatnya tahu rencana kita jadi tidak berani mendekat dattebayo,’’ kata Naruto #2.
Sasuke yang menyadari sesuatu, langsung menekan earphone di telinganya. ‘’Neji, gunakan Byakugan-mu untuk melihat ke dalam kamar Putri Shion.’’
‘’Apa maksudmu Sasuke? Jangan menyuruh Neji untuk mengintip dattebayo. Bagaimana kalau Putri Shion sedang mandi?’’ tanya Naruto #2.
‘’Siapa yang mandi di tengah malam seperti ini baka?’’ tanya Sakura.
‘’Tapi kita diberi perintah untuk tidak menghabiskan chakra,’’ kata Neji.
‘’Aku hanya menyuruhmu untuk menggunakannya sebentar saja,’’ kata Sasuke.
Deg!
Saat itu juga Neji keluar dari persembunyian setelah melihat ke dalam kamar. ‘’Putri Shion tidak ada di kamar!’’
Mendengar hal itu membuat yang lainnya juga keluar dan menghampiri pengguna byakugan itu.
Neji menyusuri setiap lorong dalam istana. Matanya membulat besar melihat Taruho di salah satu koridor yang tidak sadarkan diri.
‘’Sial! Seharusnya aku menggunakan byakugan-ku sejak tadi,’’ kata Neji.
‘’Kalau begitu orang itu benar. Seseorang akan menculik Putri Shion, sehingga mengutus kita untuk melindunginya,’’ kata Sakura.
__ADS_1
‘’Tapi bagaimana kita bisa menemukan Putri Shion?’’ tanya Rock Lee.
Secara bersamaan, kelima anak tadi menoleh dengan perlahan ke arah hutan yang sempat mereka masuki pagi tadi.
‘’Tidak salah lagi,’’ kata Sasuke.
Tanpa membuang waktu, mereka pun bergegas menuju ke dalam hutan.
......................
Miroku menoleh saat merasakan sesuatu yang berbahaya. ‘’Shion….’’
Ia langsung bergegas sambil diikuti ayah Taruho. Namun, langkahnya terhenti saat seseorang muncul menghadang.
‘’Sebelum Pendeta Tinggi Miroku pergi, aku ingin mengatakan sesuatu.’’
......................
Kuil
Tuan Yomi menatap Putri Shion yang tidak sadarkan diri yang dibawa oleh bawahannya. Di saat yang bersamaan, Iblis Mouryou mengerahkan 1000 pasukan tentara batunya untuk menyerang Lima Negara Besar. Tentara hantu yang tidak bisa disentuh oleh apa pun itu, akan membantunya menciptakan dunia yang baru.
‘’Datanglah Kerajaan 1000 Tahun-ku. Humphehe, hahaha! Sekarang apa yang akan kau lakukan … Miroku.’’
......................
Kelima para Genin yang sedang bergegas tadi, langsung dikejutkan dengan sebuah serangan.
__ADS_1
‘’Serangan ini … Pasti ulah mereka!’’ pekik Naruto #2 menatap ke sekeliling.