God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 127 Naraka Path


__ADS_3

Para Genin terbelalak saat merasakan guncangan tanah. Dan saat itu juga, kedelapan hewan Kuchiyose yang terkurung, kembali terbebas.


‘’Apa?!’’ pekik mereka semua.


......................


‘’Awas!’’ seru Minato membuat Kushina dan Sandaime menghindar.


Badak Raksasa kembali berbalik dan menyerang mereka bertiga. Rantai chakra langsung keluar dari tubuh Kushina dan mengurung badak itu.


Minato langsung mengatupkan kedua tangan. ‘’Ini adalah Sage Jutsu. Aku harus memanggil mereka bertiga. Namun, itu membutuhkan waktu untuk memanggil mereka, dan aku tidak bisa melepaskan tanganku selama itu. Kushina, Sandaime-sama. Beri aku waktu untuk beberapa saat.’’


‘’Aku mengerti. Aku bisa menahannya dan Sandaime-sama akan membantuku,’’ kata Kushina.


Warna orange dari sudut mata Minato mulai muncul sampai akhirnya menjadi sempurna.


‘’Minato, aku tidak bisa menahanya lebih lama lagi. Badak itu memaksa untuk lolos,’’ kata Kushina.


Rantai chakra itu pun pecah. Kushina melotot saat melihat badak itu menghampirinya.


Push!


Muncul tiga katak raksasa dengan warna berbeda yang langsung dikejutkan dengan kedatangan seekor badak, membuat ketiga katak itu langsung menahan badak tersebut.


‘’Minato! Kau memanggilku sekali lagi di waktu yang tidak tepat!’’ kata Gammabunta.


‘’Gammabunta, Gammahiro, Gammaken! Situasi sangat buruk, ada delapan hewan Kuchiyose yang muncul dan menimbulkan kekacauan secara bersamaan. Aku ingin kalian mengurus tiga dari mereka agar yang lain bisa fokus ke yang lainnya,’’ kata Minato.


Gammahiro menatap burung raksasa yang terbang. ‘’Aku akan mengurus yang di atas itu!’’


Gammaken menoleh ke arah anjing berkepala banyak. ‘’Yang itu bagianku.’’

__ADS_1


Gammabunta yang memegang tanduk badak itu untuk menghentikannya hanya berdecih. ‘’Kalau begitu kau bagianku.’’


‘’Aku percayakan kepada kalian,’’ kata Minato sebelum ia pergi begitu juga dengan dua katak yang lainnya.


......................


‘’Wow! Katak itu langsung melompat ke udara, dan yang melawan anjing berkepala banyak itu juga keren, begitu juga dengan Gamma-oyabin yang berhadapan dengan badak itu dattebayo!’’ kata Naruto dengan mata berbinar-binar.


‘’Abunai!’’ seru Sasuke melihat banteng yang berlari ke arah mereka.


Para Genin menghindar ke atap yang lain. Naruto melakukan segel tangan membuat yang lainnya berusaha menghentikannya.


Namun, belum sempat Naruto melakukan segel tangan, sudah ada serangan listrik dan api lebih dulu dari arah lain.


‘’Kakashi Sensei! Obito nii-chan!’’ tatap Naruto.


Kayu-kayu besar langsung keluar dari tanah untuk mengurung banteng itu.


Naruto dan yang lainnya tersentak begitu melihat kayu tumbuh di tubuh banteng itu dan menghancurkannya.


‘’Apa yang kalian lakukan di sini?! Tempat ini berbahaya!’’ kata Kakashi.


‘’Maaf Kakashi Sensei, tapi Naruto yang bersih keras untuk kemari!’’ kesal Sakura.


‘’Kita tidak bisa berdiam diri dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Itu percuma saja. Sebaiknya kalian pergi ke tempat yang aman dan jangan keluar sebelum kekacauan di sini selesai. Jika tidak, aku akan melaporkan kalian,’’ kata Obito.


‘’Ha? Kenapa harus kami? Kalau ingin memberitahu Yondaime Hokage, laporkan Naruto saja. Dia yang membuat masalah sampai kami ikut bersamanya,’’ kata Sakura.


‘’Terutama kau Shikamaru. Kalau Tuan Nara sampai tahu kau dan yang lainnya ada di sini, maka kau sendiri tahu apa yang akan terjadi,’’ kata Kakashi.

__ADS_1


Shikamaru menghela nafas. ‘’Mendokusei na.’’


‘’Cepat pergi sebelum kalian dalam bahaya!’’ kata Obito bergegas bersama yang lainnya.


Sakura langsung memasang wajah kusut. ‘’Mm~ lihat! Karena ulahmu kita kena marah, ayo pergi dari sini.’’


Namun, kedua belas anak itu langsung terdiam saat salah satu Pain ada di sana. Mereka langsung berjaga-jaga.


‘’Ternyata kalian, ya?’’


‘’Apa dia mengenali kita semua?’’ tanya Ino.


Tanah sedikit bergetar dengan munculnya Naraka Path, membuat para Genin tetap waspada.


‘’Harus kumulai dari siapa dulu?’’ tanya Jigokudou Pain.


‘’Mulutnya terbuka!’’ seru Tenten.


Mereka hanya saling bertatapan untuk sesaat hingga akhirnya lidah keluar.


‘’Kalau begitu, akan kumulai dari dua anak laki-laki ini,’’ kata Jigokudou Pain.


Jigokudo Pain mencekik Naruto dan Sasuke sambil mengajukan pertanyaan. ‘’Kenapa kalian mengutus shinobi untuk membunuh kami?’’


‘’Apa yang kau katakan? Kami tidak mengerti dattebayo,’’ kata Naruto meringis.


Semua langsung melotot melihat lidah Naruto dan Sasuke memanjang hingga dan bertumpu dengan lidah tangan di dalam mulut Naraka Path.


‘’Akan kutanya sekali lagi, jika kalian berdua berbohong maka lidah kalian akan terpotong lalu nyawa kalian akan melayang dalam sekejap,’’ kata Jigokudou Pain.


‘’Yang benar saja! Apakah dia adalah Tuhan? Sampai bisa menentukan kematian orang?’’ tanya Sakura dengan wajah ngeri.

__ADS_1


Sebelum itu terjadi, para Genin hendak menyerang, tapi badai kertas langsung menghantam dan mendorong mereka agar menjauh.


__ADS_2