God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 181 Pesan Terakhir


__ADS_3

Kakashi membantu Korega, dan menyuruh pria itu melarikan kereta kuda. Melihat kereta kuda dibawa pergi, membuatnya langsung menghadang jalanan. Ia membuka penutup mata, dan memperlihatkan mata sharingan-nya.


Tanpa membuang waktu, Kakashi langsung memukul tanah, dan membuat sekitar menjadi hancur. Lalu melarikan diri bersama yang lainnya.


Dari balkon lantai tiga, terlihat sosok berambut panjang tersenyum, di samping dua sosok rekannya. ‘’Mereka menarik juga.’’


......................


Hutan


Pasukan Korega membawa Pangeran Michiru dan yang lainnya ke tempat persembunyian. Begitu mereka tiba, Pangeran Michiru berlari tergesa-gesa saat melihat pria yang terbaring di dalam gua, tidak lain adalah Raja sebelumnya, Tsuki Kakeru.


‘’Ayah!’’ teriak Pangeran Michiru.


‘’Kakek!’’ teriak Hikaru.


‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Naruto #2.


‘’Menteri pertama Shabadaba dan Raja memiliki perbedaan sejak awal. Namun, Raja berpikir kalau suatu saat mereka akan saling mengerti satu sama lain. Tapi, Shabadaba bersekongkol di belakang Raja. Michiru-dono dan Hikaru-dono kemudian pergi untuk urusan Internasional. Kami mengingatkan Raja untuk berhati-hati selama mereka pergi, tapi menteri itu sudah menyewa shinobi dan menjalankan rencananya. Tidak lama kemudian, kelompok kami dibubarkan, dan saat itu juga Raja telah diserang,’’ kata Korega menceritakan.


Sakura dengan wajah sendu, berjalan mendekat. ‘’Tolong biarkan aku melihatnya.’’


Deg!

__ADS_1


Semua orang terkejut melihat bagian dada Raja membantu disertai bekas luka robek.


‘’Ini sebuah segel. Sepertinya musuh memiliki pengguna racun di antara mereka,’’ sedih Korega.


‘’Bagaimana?’’ tanya Kakashi.


‘’Aku akan melakukan yang terbaik,’’ kata Sakura.


......................


Bugh!


‘’Sial! Sial! Sial!! Kenapa kalian membiarkan mereka lolos?! Apa yang akan kau lakukan Ishidate?’’ marah Shabadaba.


Pria berambut panjang merah dengan tahi lalat di sudut bawah mata kanan hanya tersenyum. ‘’Jangan khawatir. Mereka mungkin kuat, tapi tidak bisa mengimbangi level kami bertiga. Kami akan segera menghabisi mereka.’’


......................


Hutan


Pangeran Michiru hanya duduk menunggu di samping ayahnya, setelah Sakura membantu.


‘’Bagaimana?’’ tanya Kakashi di luar gua.

__ADS_1


‘’Aku mengatur untuk membuka segel itu, tapi dia memerlukan pengobatan tingkat tinggi. Aku tidak yakin, Raja tidak akan bertahan sampai malam ini,’’ kata Sakura.


Tidak lama kemudian, Raja tersadar dan melihat anak serta cucunya. Melihat semuanya ada di sana dalam keadaan selamat, membuat Raja berterima kasih kepada shinobi Konoha yang sudah melindungi keluarganya.


‘’Aku sangat sedih karena kudeta berjalan lancar. Michiru, bagaimana menurutmu dengan Negara ini?’’ tanya Raja.


‘’Um, Negara ini sangat berharga dan indah. Ini adalah Negara yang luar biasa,’’ jawab Pangeran Michiru.


‘’Tapi aku tidak berpikir kalau kita bisa hidup bahagia dalam kemakmurannya. Senyuman, kebahagiaan, harapan dan mimpi. Aku memimpikan sebuah Negara yang dipenuhi akan semua itu. Shabadaba yang aku anggap sebagai temanku, tidak mengerti hal ini,’’ kata Raja.


‘’Aku tidak mengerti semua itu. Ayah seperti Amayo,’’ kata Pangeran Michiru.


‘’Kau bertemu dengannya? Bagaimana?’’ tanya Raja.


Pangeran Michiru menggeleng, dan mengatakan kalau istrinya menolak karena ia melupakan sebuah janji.


Tanpa sadar, mereka berbincang sampai malam.


‘’Michiru, dengarkan perkataan terakhirku,’’ kata Raja.


‘’Ayah tidak boleh berkata seperti itu!’’ isak Pangeran Michiru.


‘’Sadarilah sesuatu yang begitu berharga bagimu. Kau adalah Raja,’’ kata Raja dengan perlahan sebelum menutup mata.

__ADS_1


Sakura yang melihat hal itu, langsung bergegas dan melakukan segel tangan, lalu meletakkan cahaya di dada Raja.


Pangeran Michiru dan Hikaru semakin terisak karena Raja menutup matanya. Korega dan bawahannya juga merasa hal yang sama.


__ADS_2