God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 14 Mode Sage?


__ADS_3

‘’Naruto,’’ tatap Rin.


Obito menggaruk kepalanya dengan perasaan kesal. ‘’Argh, semoga orang aneh itu bisa kembali hidup-hidup.’’


Minato dan yang lainnya menatap jembatan di hadapan mereka. ‘’Jembatan Kannabi yang secara harfiah berarti Jembatan dimana para Dewa tidak bisa menolong. Jembatan besar mencakup sungai di suatu tempat di Kusagakure. Selama Perang Dunia Shinobi ke-3, jembatan ini adalah jalur penting untuk pasukan Iwagakure. Sepertinya tidak ada yang menyadari misi kita. Sebelum itu terjadi, kita harus segera menghancurkan jembatannya.’’


Di sisi lain, ribuan shinobi itu masih menunggu pergerakan Naruto yang sejak tadi duduk bermeditasi.


‘’Oee bocah! sampai kapan kau bersemedi seperti itu? Apakah kau berdoa untuk kematianmu?’’


Naruto yang memejamkan mata langsung membuka matanya.



"Apa-apaan dengan mata itu?"


"I-Itu, anak itu bisa menggunakan Sage Mode?"


"Mata itu hanya bisa dilakukan oleh Hashirama Senju, Namikaze Minato dan salah satu Sannin Legendaris, Jiraiya. Sage Mode bisa disebut Sennin Mode merupakan wujud yang mampu meningkatkan kekuatan chakra seorang shinobi dengan menggabungkan chakra diri dengan energi alami. Dengan melakukannya, sang pengguna mampu menghasilkan chakra senjutsu."


"Siapa anak ini sebenarnya?!"


‘’Tajuu Kage Bunshin no Jutsu!’’ kata Naruto.


Seribu kloning dari tubuhnya muncul dalam sekejap yang masing-masing menggunakan rasengan membuat para shinobi Iwagakure terpaku.


......................


Jembatan Kannabi

__ADS_1


Boom!


‘’Yosh! Akhirnya jembatan telah dihancurkan, ini kemenangan Konoha!’’ girang Obito.


Kakashi hanya menghela nafas begitu juga dengan Rin yang menghela nafas lega. Dalam sekejap Minato menghilang dan sudah tiba di tempat Naruto.


Deg!


Minato terbelalak melihat seribu kloning Naruto menggunakan rasengan, tapi dalam ukuran yang sangat besar. Apalagi melihat mata Naruto. ‘’Dia bisa menggunakan Sage Mode?’’


Naruto dan seribu kloningnya langsung menyerang ribuan pasukan Iwagakure. ‘’Senpo Choodama Rasen Tarengan!’’


Push!


......................


Jembatan Kannabi


‘’Arahnya dari dalam hutan dimana Naruto dikepung tadi,’’ kata Rin.


‘’Sensei seharusnya sudah membawa Naruto kemari, jangan-jangan terjadi sesuatu,’’ kata Kakashi.


‘’Kalau begitu, kita harus segera ke sana!’’ seru Obito.


Ketiga anak itu pun berlari menuju ke arah hutan. Minato yang membengkap mulutnya dengan lengan, menurunkan tangannya saat asap itu menghilang secara perlahan.


Deg!


Entah apa pun itu, Minato benar-benar tidak percaya melihat kekuatan Naruto barusan yang berhasil menyapu bersih ribuan shinobi tadi. Kepalanya pun mulai mencari-cari keberadaan Naruto.

__ADS_1


‘’Naruto!’’ seru Minato yang melihat Naruto tidak sadarkan diri.


Minato menghampiri Naruto dan memeriksa kondisinya. ‘’Jantungnya masih berdetak, sepertinya dia tidak sadarkan diri setelah mengeluarkan sangat banyak chakra melalui jutsu tadi.’’


Obito, Kakashi dan Rin pun tiba dan melihat guru mereka yang memeluk Naruto.


‘’Oh tidak, orang aneh ini tidak selamat. Aku sudah menduganya! Dia benar-benar bodoh!’’ kata Obito.


‘’Kalian?’’ tatap Minato.


Rin membengkap mulutnya dengan mata berkaca-kaca, sedangkan Kakashi hanya memejamkan mata.


‘’Dia sangat keras kepala, berlagak seperti seorang pahlawan, memangnya dia bisa melawan ratusan pasukan Iwagakure? Karena begitu terobsesi menjadi orang kuat seperti Sensei, dia bertindak bisa mengatasi semuanya,’’ kata Obito.


‘’Obito, ini tidak seperti yang kau pikirkan,’’ kata Minato.


Obito terisak lalu berdiri. Ia menatap Rin dan Kakashi yang juga terlihat sedih. ‘’Kalian berdua berdirilah.’’


‘’Naruto, meskipun kau orang aneh, ternyata kau orang yang baik,’’ kata Obito.


‘’Ano, kalian salah pa—‘’


‘’Naruto, kau tipe orang yang ceria, padahal kau telah menanggung banyak beban,’’ kata Rin memotong ucapan Minato.


‘’Sudah aku bilang ka—‘’


‘’Naruto, kau adalah pahlawan yang sesungguhnya,’’ kata Kakashi sekali lagi memotong ucapan Minato.


Minato hanya menghela nafas melihat ketiga anak didiknya bertingkah seperti itu.

__ADS_1


‘’Kita akan mendoakan orang aneh ini maksudku Naruto agar jiwanya tenang di alam sa—‘’


‘’Yamenasai! Naruto belum mati, dia hanya tidak sadarkan diri!’’ seru Minato.


__ADS_2