
‘’Pendeta Tinggi!’’ teriak Naruto #1.
Bersamaan Mouryou menghampiri Naruto #1, Miroku menggunakan kesempatan untuk menyelesaikan segel yang tertunda tadi.
Sekali lagi lingkaran cahaya muncul mengelilingi Miroku.
‘’Hatsu, Jin, Kai, Min, Shin, Gan, Reppyo, Shouzen, Mika, Dan, Raku, Shou!’’
Altar batu dari tanah kembali muncul ke atas. Naruto #1 mengangkat sebelah tangannya membuat semua orang membulatkan mata melihat gumpalan chakra raksasa.
‘’Fu, Sai, Dan, Gik, Ragu, Bagi!’’
‘’Berhenti menghalangiku bocah sialan! Kau tidak bisa mengalahkan diriku!’’ seru Mouryou.
Naruto #1 terjun ke bawah bersamaan iblis Mouryou menghampirinya.
‘’Hyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!’’ seru keduanya.
‘’Orang seperti dirimu yang tidak mengerti arti keluarga, tidak pantas berada di dunia ini. Rasakan ini dattebayo!"
__ADS_1
"Oyako Rasengan!’’
Push!
Di saat bersamaan, Miroku membuka mata.
‘’Yashiro no Fuuin!’’
‘’Tidak!!’’ jerit Mouryou yang menghilang secara perlahan.
Daya serang yang kuat mengakibatkan hembusan angin kencang, dan tanah menjadi bergetar sambil terkikis sedikit demi sedikit. Semua orang melindungi pandangan karena sedikit silau. Berbeda dengan Naruto #2 yang menyaksikan pertarungan itu dengan wajah tidak percaya.
Naruto #1 dan iblis Mouryou saling adu kekuatan, dimana Mouryou yang bersih keras bertahan dan Naruto #1 yang bersih keras melawan. Iblis Mouryou begitu marah karena tidak menerima kekalahan telak, hingga dirinya menghilang secara perlahan.
‘’Sialan kau bocah. Aku berjanji akan kembali dan membalasmu,’’ kata Mouryou.
Putri Shion yang melihat seorang pria terbaring tidak sadarkan diri, langsung menghampirinya. Ia menatap tubuh ayahnya yang sudah tidak dirasuki iblis tadi. Ia langsung memeluk tubuh pria tadi. ‘’Ayah! Ayah! Buka matamu!’’
Tuan Yomi mengerutkan dahi dan membuka matanya. Saat itu juga, para Genin sudah ada di depannya.
__ADS_1
‘’Ossan … Kau harus membayar kejahatanmu dattebayo,’’ kata Naruto #2.
Setelah iblis Mouryou disegel, tuan Yomi dan keempat anak bawahannya diberi hukuman. Ayah Putri Shion yang selama ini dirasuki iblis juga mulai membaik. Kini semuanya kembali normal, membuat Naruto #1 dan yang lainnya juga akan kembali ke Konoha.
‘’Terima kasih karena telah mencegah bencana yang akan terjadi, dan melindungi kami semua,’’ kata Ayah Taruho.
‘’Itu sudah tugas kami dattebayo. Aku turut senang karena Putri Shion tidak perlu kehilangan orangtuanya lagi,’’ kata Naruto #1 tanpa sadar.
Pendeta Miroku yang mendengarnya sedikit terbelalak. Putri Shion dan Taruho menghampiri para Genin dan meminta maaf. Naruto #2 dan yang lainnya juga meminta maaf karena telah berkata kasar kepadanya. Melihat hal itu, membuat Naruto #1 tersenyum dan berpamitan.
Putri Shion melambaikan tangan setelah menjalin perteman dengan para Genin.
‘’Miroku-sama, saya masih tidak percaya ada orang yang berhasil mengubah ramalan kematiannya. Selain itu, dia bicara seolah-olah mengetahui masa depan,’’ kata Ayah Taruho.
Miroku menatap putri dan suaminya yang berdiri di depannya, yang sedang melambaikan tangan kepada para shinobi Konoha.
‘’Meskipun begitu, Iblis Mouryou telah disegel. Jadi Tanah Iblis akan aman untuk selamanya,’’ kata Ayah Taruho.
‘’Mouryou mendapat kehidupan dari orang-orang yang jahat. Jika iblis itu datang untuk kedua kalinya, harus ada seseorang yang menghentikannya,’’ kata Miroku.
Pandangannya kemudian beralih ke arah Putri Shion. ‘’Dan kekuatanku harus diturunkan kepada pendeta selanjutnya.’’
__ADS_1
‘’Apa maksud ucapan Miroku-sama? Apakah Iblis Mouryou akan kembali ke dunia ini lagi? Kalau itu benar, siapa yang akan menghentikannya? Apakah anak itu lagi?’’ tanya Ayah Taruho.
Miroku yang tadinya menatap ke arah Naruto #1, langsung beralih ke arah Naruto #2. Terukir sebuah senyuman di bibirnya. ‘’Entahlah. Biarkan masa depan yang menjawab.’’