
Flashback on
‘’Temujin! Hentikan semua ini! Guru Haido hanya memanfaatkanmu!’’ kata Naruto #2 memotong.
Temujin langsung tersentak. ‘’Apa maksudmu?’’
‘’Dia telah menipumu dan semua orang. Pria itu bukanlah orang baik. Kau tidak boleh mengikutinya,’’ kata Naruto #2.
‘’Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?! Kenapa kau langsung membawa nama Guru Haido?’’ tanya Temujin.
‘’Ceritanya sangat panjang dan tidak akan selesai bahkan satu minggu pun. Tapi, seseorang yang kukenal, menyuruhku untuk menyelamatkanmu sebelum bencana terjadi,’’ kata Naruto #2.
Temujin mengerutkan dahi dan mulai merasa kesal. ‘’Sejak tadi kau mengatakan sesuatu yang sulit dimengerti. Katakan saja intinya!’’
‘’Argh! Apa otakmu itu terlalu kecil sampai tidak paham dengan apa yang aku katakan?!’’ kesal Naruto #2.
‘’Caramu yang menyampaikannya sangat bodoh sampai membuat orang tidak mengerti!’’ kesal Temujin.
‘’Baiklah. Aku akan mengatakannya sekali saja. Jadi dengarkan baik-baik,’’ kata Naruto #2.
__ADS_1
Temujin mengangguk sambil menunggu. Kedua anak itu memasang raut wajah serius.
Naruto #2 menarik nafas dalam-dalam. ‘’GURU HAIDO ADALAH PENJAHAT YANG AKAN MENGHANCURKAN SEMUA ORANG!’’
‘’Akh, Bodoh! Tidak perlu berteriak begitu juga! AKU ADA DI DEPANMU!’’ kesal Temujin menutup telinga.
‘’Haa … Itu karena kau tidak mengerti sejak tadi dattebayo,’’ kata Naruto #2.
Kedua anak itu menghela nafas panjang dan kembali saling memandang.
‘’Aku adalah orang yang paling dekat dengannya dan tahu betul mengenai Guru Haido. Dari mana kau tahu kalau dia adalah orang yang seperti itu?’’ tanya Temujin.
‘’Utopia yang dibicarakan pria itu hanyalah omong kosong. Aku menghargai tujuannya yang ingin menciptakan dunia tanpa perang, karena aku juga memiliki impian yang sama. Tapi, caranya untuk mencapai tujuan sangat melenceng dari dunia shinobi,’’ kata Naruto #2.
‘’Naruto … Kau tahu kalau aku paling tidak suka, jika ada orang yang menghina Guru Haido, terutama di depanku? Aku tidak tahu kenapa kau dan orang yang kau maksud itu berpikir, Guru Haido adalah orang yang jahat. Tapi, berkat dirinya, aku masih hidup sampai sekarang,’’ kata Temujin.
‘’Apakah kau masih dibutakan oleh kebaikan palsunya? Buka matamu dan lihat di sekitar! Apakah menurutmu orang yang baik bisa mengorbankan semua anak-anak ini?’’ tanya Naruto #2.
Temujin menatap semua anak di dalam bola eksperimen. Ingatannya langsung terputar mengenai dirinya dan teman masa kecilnya.
__ADS_1
‘’Jika kau mau, aku akan membantumu melawan pria itu dan membebaskan semua orang. Temujin, sadarlah! Kau hanya dimanfaatkan. Tidak ada yang menjamin, pria itu tidak akan menghabisi di—‘’
‘’Cukup! Kau terlalu banyak bicara! Guru Haido tidak akan pernah menghabisiku!’’ kesal Temujin mengaktifkan pedangnya.
Naruto #2 berdecih. ‘’Dia sudah mempercayaiku untuk menyadarkan dirimu. Karena itulah, aku tidak akan menyerah untuk membuatmu tersadar! Bahkan jika harus memukulmu dattebayo!’’
Flashback off
Temujin langsung melepaskan genggamannya di kaki Kamira membuat wanita itu menyusulnya ke bawah.
‘’Apa yang kau lakukan Temujin? Kita harus tiba dan melaporkan kejadian kepada Guru Haido,’’ kata Kamira.
‘’Kau tidak perlu melaporkan situasi. Beritahu Guru Haido untuk segera datang karena aku sudah menemukan Batu Gelel itu,’’ kata Temujin.
‘’Apa? Kau sudah tahu lokasi Batu Gelel itu berada?!’’ pekik Kamira.
‘’Aku tidak tahu. Tapi seseorang mungkin tahu. Jadi cepatlah kembali ke markas!’’ perintah Temujin kembali ke arah yang berlawanan.
Aku tidak pernah bertemu dengan orang yang dimaksud Naruto. Tapi dia tahu aku dan Naruto akan bertemu. Kemungkinan besar, dia juga mengetahui lokasi Batu Gelel. Aku benar-benar penasaran dengan orang yang dimaksud anak itu, kata Temujin dalam hati.
__ADS_1