
Kediaman Uchiha
‘’Moushiwake arimasen, karena diriku menyebabkan kekacauan yang berdampak kepada klan Uchiha,’’ kata Itachi.
Sasuke yang duduk disampingnya hanya diam seperti biasa. Fugaku menyilangkan kedua tangannya sambil memejamkan mata.
‘’Awalnya memang sedikit rumit, tapi Yondaime Hokage membantuku untuk mengatasinya. Tapi mungkin, masih ada beberapa orang yang akan bersikap kasar kepadamu,’’ kata Fugaku.
Itachi hanya mengangguk mengerti.
‘’Saat aku tahu Sasuke juga menuju ke Negeri Salju, aku begitu cemas. Syukurlah kalian berdua baik-baik saja,’’ kata Mikoto.
......................
Kediaman Minato & Kushina
‘’Tadaima,’’ kata Hinata #1 dan kedua Naruto.
‘’Hara ga suita(Aku lapar),’’ kata Naruto #1 yang mencium aroma enak.
Kushina tersenyum sambil meletakkan hidangan ke meja. ‘’Okaeri. Kebetulan aku hampir selesai menyiapkan makan malam dattebane. Minato memberitahuku kalau dia akan pulang terlambat. Naruto, bisakah kau membawakan ayahmu bekal setelah selesai makan?’’
‘’Tentu saja dattebayo,’’ jawab kedua Naruto kompak.
‘’Ka-chan menyuruhku, bukan dirimu dattebayo,’’ kata Naruto #2.
‘’Ha? Bukan kau tapi aku yang disuruh dattebayo,’’ kata Naruto #1.
Kushina menghela nafas. ‘’Aku menyuruh Naruto #1, karena tidak baik seorang anak sepertimu keluyuran di malam hari dattebane,’’ kata Kushina.
‘’Ehe,’’ ledek Naruto #1 puas membuat Naruto #2 cemberut.
Hinata #1 langsung mengalihkan topik ‘’Wah, arigatou Kushina-sama.’’
__ADS_1
‘’Chotto? Bukankah sudah kuperingatkan, panggil aku ibu dattebane. Meskipun kau terlihat seperti bagian dari klan Hyuga, aku sudah menganggapmu seperti putriku juga,’’ kata Kushina.
‘’A-Aku mengerti, Ibu,’’ kata Hinata #1.
Heh … Ibu, dia memang dari klan Hyuuga, kata Naruto #1 dalam hati dengan wajah bodohnya.
‘’Tapi kau istrinya Naruto, jadi seharusnya memanggilku ibu mertua. Tapi aku juga ingin kau memanggilku sebagai ibu dattebane,’’ bingung Kushina.
Naruto #2 hanya tersenyum dengan wajah bodohnya.
Kenapa harus mendebatkan hal yang sepele? Dattebayo, katanya dalam hati.
......................
Di sisi lain, terjadi pertempuran di tepi laut.
‘’Apa-apaan mereka ini? Tubuhnya kekal,’’ kata seorang anak laki-laki pengguna Kugutsu.
‘’Semuanya mundur!’’ kata seseorang yang menyadari tanah bergetar.
‘’Sabaku Taisho!’’ seru anak laki-laki memukul tanah.
Pengguna Kugutsu tadi kembali mendarat sambil tersenyum. ‘’Kau terlambat, Gaara.’’
‘’Kankuro, siapa sebenarnya mereka?’’ tanya Gaara menyilangkan kedua tangan di depan dada.
‘’Kami tidak tahu. Mereka tiba-tiba muncul dari laut saat kami hendak mendirikan tenda untuk mala mini,’’ jawab Kankuro.
Beberapa musuh yang berhasil lolos, langsung mundur dan melompat ke laut.
‘’Kita berada di posisi yang tidak menguntungkan di tengah gelapnya laut,’’ kata Kankuro.
Gaara memberi perintah untuk melepaskan bola api untuk membuat cahaya. Begitu para bawahan menembakkan bola api tersebut ke tengah laut dan meledak, terlihat sebuah armada laut dari jauh.
__ADS_1
‘’Apa itu?’’
‘’Aku belum pernah melihat jenis kapal seperti itu sebelumnya.’’
Saat itu juga armada laut tadi melemparkan serangan mendadak.
‘’Ini buruk!’’ pekik Gaara langsung mengatupkan kedua tangannya.
Pasir di sekitar digunakan menjadi perisai untuk melindungi semua orang. Serangan tadi menghantam perisai pasir tersebut tanpa ampun.
......................
Keesokan harinya di Konoha
‘’Ada misi lagi? Yosh! Akhirnya,’’ senang Naruto #2.
‘’Ini hanya misi C-Rank, kenapa kau begitu bersemangat?’’ tanya Shikamaru.
‘’Tidak peduli itu misi apa. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dattebayo,’’ kata Naruto #2.
Sakura mengerutkan dahi. ‘’Chotto Naruto … Jangan bilang kau mengharapkan misi ini akan sama seperti misi di Negeri Salju? Buang imajinasimu itu. Kita hanya disuruh untuk menangkap seekor musang dan mengembalikannya kepada pemiliknya.’’
‘’Bagaimana kalau terjadi sesuatu di tengah-tengah misi ini? Kalian tidak boleh lengah,’’ kata Naruto #2.
Minato yang melihatnya hanya tersenyum kaku. ‘’Baiklah. Semoga kalian berhasil. Shikamaru, maaf karena kau harus menggantikan Sasuke, karena dia tiba-tiba menerima misi lain.’’
‘’Aku mengerti. Kami mungkin terlambat pulang karena memiliki sebuah masalah di sini,’’ kata Shikamaru.
Minato yang mengerti maksud Shikamaru sedang menyindir Naruto #2 hanya tersenyum kaku. ‘’Baik-baiklah dengan putraku.’’
‘’Mm? Memangnya ada apa denganku? Aku dan Shikamaru tidak bertengkar begitu juga dengan Sakura-chan,’’ kata Naruto #2.
Shikamaru dan Sakura membungkuk untuk pergi. Naruto #2 yang masih bingung hanya ikut menyusul.
__ADS_1
‘’Oee Shikamaru, apa yang dikatakan ayahku barusan? Kenapa kita memiliki sebuah masalah?’’
Minato hanya menghela nafas disertai senyuman melihat hal itu.