God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 9 Bangkitnya Sharingan Obito


__ADS_3

Syut!


‘’Mataku!’’ ringis Kakashi.


Obito dan Naruto membulatkan mata.


‘’Kakashi!’’ pekik Obito.


‘’Kakashi, apa kau baik-baik saja?!’’ tanya Obito membantu Kakashi duduk.


Tap! Tap!


‘’Meskipun dia hanya bocah, dia perlu diwaspadai. Aku akan melakukannya dengan perlahan,’’ kata shinobi Iwagakure yang menghilang tadi.


‘’Musuh kita cukup kuat, dia melemparkan kunai dengan bau darahku. Jangan bilang kau terkena debu lagi di matamu? Seorang shinobi tidak boleh menangis, aku belum mati,’’ kata Kakashi yang melihat Obito menangis.


Obito menarik pelindung matanya sedikit ke atas lalu menyeka air matanya.


‘’Tetaplah fokus!’’ perintah Kakashi.


Tidak mungkin debu bisa masuk ke dalam matamu saat kau mengenakan kacamata pelindung. Jika kau menyarankan pengendalian diri, jangan hanya ngomong saja. Bersikaplah kuat juga. (Obito teringat)


Aku hanya bicara dan selalu diselamatkan. Aku hanya pecundang bermulut besar, kata Obito dalam hati.


Aku percaya Shiroi Kiba adalah pahlawan sejati.

__ADS_1


Di dalam dunia ninja, shinobi yang melanggar aturan memang dianggap sampah. Tapi … Shinobi yang meninggalkan sahabat mereka ... maka dianggap lebih rendah dari sampah! (Obito teringat)


Aku akan membuktikan perkataan itu, kata Obito dalam hati.


Ia pun berdiri sambil shinobi Iwagakure yang menghilang itu mendekat untuk membunuhnya.


Syut!



‘’Ke-Kenapa … kau bisa tahu?’’


‘’Obito … kau?!’’ pekik Kakashi karena Obito berhasil menikam shinobi Iwagakure yang menghilang tadi.


Shinobi Iwagakure itu melotot saat melihat mata Obito. ‘’A-Apa? Mata itu!’’


Namun, belum sempat shinobi itu menyelesaikan kalimatnya, tubuhnya sudah terjatuh.


‘’Kali ini, aku yang akan melindungi teman-temanku!’’ kata Obito.


Naruto semakin memuji niat Obito. Ia benar-benar kagum melihat sosok pria itu di masa lalu. ‘’Aku masih tidak percaya, Obito adalah dalang dibalik terjadinya Perang Dunia Shinobi ke-4. Aku seperti melihat diriku di masa lalu di dalam dirinya.’’


Kau sendiri juga tahu kenapa dia yang menjadi alasan terjadinya perang dunia ninja ke-4. Saat menarik kesembilan bijuu di dalam tubuhnya, kurasa kau melihat ingatannya.


Naruto hanya diam dengan wajah sendu.

__ADS_1


‘’Obito, matamu itu,’’ tatap Kakashi.


Obito menatap seluruh tubuhnya. ‘’Ya, kurasa ini adalah Sharingan. Sekarang aku bisa melihat pergerakan dan aliran chakra.’’


Kakashi kembali meringis karena rasa sakit di mata kirinya.


‘’Kakashi, apakah kau baik-baik saja?’’ tanya Obito.


‘’Sepertinya aku kehilangan mata kiriku. Tapi aku punya kotak ini. Aku bisa menggunakannya untuk pertolongan pertama. Kita akan segera menyelamatkan Rin,’’ kata Kakashi.


Obito mengangguk mantap. ‘’Ya!’’


Shinobi Iwagakure yang satunya berdecih karena meskipun Rin dibawah genjutsu, anak itu tetap berpegangan teguh untuk melawan.


‘’Cih! Kau keras kepala juga!’’


Ia menoleh saat Kakashi dan Obito sudah tiba. ‘’Menyedihkan sekali dia dikalahkan oleh seorang bocah seperti kalian. Tapi Kakko-sama ini tidak akan bisa kalian kalahkan.’’


‘’Aliran chakra Rin terganggu. Ini berbeda dari chakra milik kita,’’ tatap Obito.


‘’Mungkin dia berada dalam di bawah genjutsu,’’ kata Kakashi.


‘’Hee~ sepertinya mereka bukan bocah biasa,’’ kata Kakko.


‘’Kita sudah pernah bertarung dengannya. Dia cepat … waspadalah!’’ kata Kakashi memperingati.

__ADS_1


Ketiganya pun terlibat pertarungan. Berbeda sebelumnya yang tidak ada kerja sama tim, kali ini Obito dan Kakashi bekerja sama untuk melawan Kakko dan berhasil melumpuhkan pria itu. Obito dan Rin langsung menghampiri Rin dan melepaskan genjutsu dalam diri gadis itu.


‘’Kakashi? Obito?’’ tatap Rin.


__ADS_2