
‘’Jadi karena hal itu, kalian sampai bertengkar?’’ tanya Maroi.
‘’Paman, selain dirimu tidak ada yang lebih dekat dengan ayahku. Apakah kotak itu benar-benar membawa malapetaka seperti yang dikatakan Naruto?’’ tanya Muku.
‘’Hei, bukankah sudah kubilang, jangan terpengaruh oleh ucapan pria itu,’’ kata Ryuuzetsu.
Maroi yang telah mengerti situasi hanya menghela nafas. ‘’Sebelumnya, aku ingin bertanya apakah kalian tidak mengenali Uzumaki Naruto?’’
Kedua anak itu menjawab kalau mereka hanya bertemu dengan pria itu beberapa jam yang lalu diluar. Mendengar hal itu membuat Maroi sedikit terkejut. Ia menduga Naruto #1 menggunakan Sennin Mode agar bisa melewati gerbang yang sudah dibatasi segel Tenrou tanpa terbakar.
‘’Aku hanya tahu dia dari desa Konoha,’’ kata Muku.
‘’Kalian sudah dengar mengenai Perang Dunia Shinobi Kedua & Ketiga yang berlangsung sangat panjang, kan? Dikatakan, saat Perang Dunia Shinobi Ketiga, pertempuran di Jembatan Kannabi adalah yang terbesar. Dan Naruto menjadi kunci keberhasilan Konohagakure yang memenangkan perang atas Iwagakure,’’ kata Maroi.
‘’Kunci keberhasilan?’’ tanya Ryuuzetsu.
‘’Un. Dia salah satu anggota tim Si Kilat Kuning sekaligus anak angkat beliau. Waktu itu, ratusan Iwagakure mengepung tim mereka, tapi Naruto menjadikan dirinya umpan agar Si Kilat Kuning menuju ke Jembatan Kannabi untuk menghancurkannya,’’ kata Maroi.
‘’Maksud Paman, dia melawan ratusan shinobi itu seorang diri?’’ tanya Muku.
Maroi mengangguk membenarkan. ‘’Saat itu umurnya masih 12 tahun. Tidak lama kemudian, setelah kembali ke desa, hanya 7 hari di akademi dia langsung dipromosikan menjadi Jounin.’’
Muku dan Ryuuzetsu langsung terkejut. ‘’Du-Dua belas tahun?!’’
‘’Kurang lebih sama seperti umur kalian berdua saat ini,’’ kata Maroi.
__ADS_1
Ia kembali menceritakan tentang kisah lainnya yang menyangkut Naruto #1. ‘’Semua orang tidak ada yang tidak mengenalnya. Jika dia sudah mengatakan sesuatu kepada kalian, sebaiknya percayalah kepadanya.’’
‘’Tapi kalau dia adalah pahlawan sehebat itu, kenapa dia ada di tempat seperti ini?’’ tanya Muku.
Maroi memicingkan mata. ‘’Sudah aku bilang, kan? Dia mengetahui sesuatu yang belum terjadi. Kedatangannya kemari pasti memiliki alasan. Sesuatu mungkin akan terjadi di sini, meskipun aku tidak tahu.’’
‘’Terima kasih Paman sudah mau meluangkan waktu bersama kami. Aku tiba-tiba teringat sesuatu,’’ kata Muku.
Melihat hal itu membuat Ryuuzetsu juga menyusul anak laki-laki tadi.
Flahback on
‘’Aku akan melupakan hal itu jika Ossan melakukan sesuatu untukku,’’ kata Naruto #1.
‘’Kau adalah ajudan paman Mui, jadi otomatis kau juga dekat dengan Muku. Paman harus membantuku mendapatkan kepercayaan anak itu,’’ kata Naruto #1.
‘’Tapi itu tidak ada untungnya bagiku,’’ kata Maroi.
‘’Tentu saja ada dattebayo. Misi Paman adalah memastikan kotak itu tidak digunakan lagi. Jika aku berhasil mencegah kotak itu dibuka, maka misi Paman juga akan tercapai,’’ kata Naruto #1.
Flashback off
Maroi hanya tersenyum menatap kepergian kedua anak tadi. ‘’Aku sudah melakukan tugasku. Sisanya ada di tanganmu bocah.’’
......................
__ADS_1
Ryuuzetsu yang mengejar Muku langsung menghadang anak laki-laki itu. Ia merasa bersalah dan meminta maaf karena sudah tidak mengerti dengan perasaannya, serta berjanji akan mendengarkannya.
Muku yang juga tidak tahan saling diam dengan Ryuuzetsu, memaafkan gadis itu. Ia pun bergegas menemui seseorang.
......................
Halaman Belakang
Mui yang memantau dari atas memicingkan mata melihat Muku dan Ryuuzetsu menghampiri Naruto #1. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
‘’Oh, kalian datang lebih cepat yang aku kira,’’ kata Naruto #1.
‘’Eh? Apa kau tahu kami akan menghampirimu?’’ tanya Muku.
‘’Ehe, sudah kubilang, kan? Aku bisa melihat masa depan dattebayo,’’ kata Naruto #1 tanpa merasa bersalah.
‘’Kau tidak mengerti semenyeramkan apa kotak itu! Selain diriku, tidak ada yang mengenal kotak itu lebih baik. Muku, jika kau memang tidak ingin melakukannya, aku bisa membantumu.’’
‘’Apa kalian berdua ingin mati?!’’
‘’Percayalah kepadaku. Kotak Surga itu tidak akan membawa kejayaan Kusagakure, melainkan kehancuran.’’
‘’Aku bisa melihat masa depan! Sebelum malapetaka itu terjadi, sebaiknya jangan membuka kotak itu!’’ (Muku teringat)
Tangannya mengepal sambil mengigit bibir bawahnya, lalu menatap Naruto #1 dengan wajah serius. ‘’Aku sudah membuat keputusan.’’
__ADS_1