
Satori yang menembakkan bulu ditangkis oleh Gyuki dan Shukaku yang berdiri menghadang agar tidak menyerang Naruto #1.
‘’Dia tidak akan bergerak sampai memasuki Sennin Mode. Lindungi Naruto!’’ perintah Tsunade.
‘’Ryoukai!’’ seru semuanya.
Gyuki mengulurkan ekornya dengan kombinasi serangan angin dari Shukaku, tapi berhasil dihindari oleh Satori. Dari atas, Sai meluncurkan singa chakra yang dihancurkan dalam sekali cakaran, lalu disusul Sakura yang melompat untuk memukul. Kemudian dilanjutkan dengan serangan kombinasi Guy dan Rock Lee.
Shino mengerahkan para serangga dengan kombinasi Kiba dan Akamaru. Sebelah tangan Yamato menyelimuti Naruto #1 dengan kayu, dan sebelahnya meluncurkan serangan.
Kelompok serangga tadi malah ditelan Satori, sedangkan serangan combo Kiba-Akamaru dihindari. Lalu serangan kayu yang menjalar, di sisi bawahnya sudah berdiri Kakashi dengan posisi terbalik sebelum meluncurkan serangan elemen listrik.
Begitu Satori menghindar, Obito dari sisi belakang memberikan serangan api, hingga formasi Ino-Shika-Cho menyusul. Bahkan serangan combo Neji-Hinata #2 dan Naruto #2-Sasuke juga berhasil dihindari. Tidak ada jurus dari Kurenai, Tenten, dan Asuma yang bisa menyentuhnya, atau Rin dan Hinata #1.
‘’Apa kau sudah selesai bocah datteba?!’’ teriak Gyuki dan Shukaku.
Muku dan Ryuuzetsu mengepalkan tangan karena makhluk yang dipanggil Satori itu tidak bisa disentuh. Sampai akhirnya mereka terkejut melihat binatang itu terhempas jauh. Keduanya menoleh untuk melihat siapa yang telah mengenainya, hingga mereka membulatkan mata. ‘’Naruto….’’
Naruto #1 dalam Sage Mode menatap Satori yang bangkit. Ia kemudian melayangkan serangan bertubi-tubi membuat semua orang tidak menyangka anak itu bisa mengenai binatang tersebut.
__ADS_1
Setelah memberikan serangan telak, Naruto #1 mengerahkan seluruh tenaganya untuk memukul Satori membuat makhluk itu terhempas.
‘’Bukankah tanganmu itu dibuat untuk menghentikan perang? Kau sudah melihat orang yang dicerahkan tidak bisa kembali menjadi manusia. Jika kau merasakan hal yang sama denganku, kau seharusnya tahu apa yang kupikirkan sekarang dattebayo! Mui ossan!’’ teriak Naruto #1.
Saat itu juga Mui muncul dengan chakra api menyelimuti tangannya. ‘’Katon : Gouka Tenrou!’’
Ia pun melompat ke arah Satori yang terkapar tadi lalu memukul tubuh makhluk itu untuk memberinya segel.
Di saat bersamaan, Naruto #1 muncul dari atas. ‘’Menjauhlah darinya!’’
Tanpa membuang waktu, Mui langsung menjauh dari sana. Sosok berambut kuning itu pun melemparkan gumpalan chakra besar menyerupai shuriken ke arah Satori.
Push! Boom!
Daya ledak dan hembusan angin membuat area sekitar sedikit terkikis sambil semua orang menahan dorongan itu. Tidak lama kemudian, Satori berubah wujud dan kembali menjadi pria tua tadi. Mui menyegel pria tua itu dan di saat bersamaan, pusaran angin dari mulut Kotak Surga menyedot pria tua tadi ke dalam, sebelum kembali tertutup.
Saat itu juga Muku langsung berlari ke arah Mui dan memeluk ayahnya. Mui meminta maaf karena keegoisannya untuk membangkitkan Kusagakure hampir membuatnya kehilangan Muku. Setelah istrinya meninggal, hanya Muku satu-satunya hal berharga yang dimilikinya.
__ADS_1
Naruto #1 yang melihat hal itu hanya tersenyum sambil semua orang menghampirinya.
‘’Woah, B-Ossan terlihat lebih muda di sini dattebayo,’’ kata Naruto #1.
Saat itu juga Killer B menjitaknya di bagian kepala. ‘’Aku belum setua itu bakayarou~ konoyarou! B-sama ini masih muda seperti pria bujangan lainnya yey!’’
Mui menghampiri Naruto #1 di antara rombongan orang tadi.
‘’Setelah melihat dirimu, aku menyadari sesuatu. Bagiku, desa adalah tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri. Aku tidak akan menyerah seperti dirimu.’’
‘’Aku dan Ryuuzetsu akan membantu Ayah untuk membangun ulang Kusagakure,’’ kata Muku.
Ia kembali menatap Naruto #1. Namun, matanya membulat melihat sosok anak seumurannya yang seperti versi kecil Naruto #1.
‘’Are? Apakah itu bunshin?’’ tanya Muku.
‘’Ore wa bunshin janai dattebayo! Aku ini adalah Uzumaki Naruto, tapi bukan Nigou. Suatu hari aku akan menjadi seorang Hokage,’’ kata Naruto #2.
Muku sedikit terbelalak hingga akhirnya tersenyum. Ia mengulurkan tangan membuat anak tadi mengerutkan dahi. ‘’Aku memang kecil, tapi aku akan menjadi lelaki yang mampu melindungi apa yang penting bagi desaku.’’
Itulah arti dari seorang pemandu, kata Naruto #1 dalam hati tersenyum sambil menatap Ryuuzetsu.
__ADS_1
Naruto #2 membalas uluran tangan itu sambil tersenyum meyakinkan. Muku merasa saat berjabat tangan dengan anak itu, ia juga seperti berjabat tangan dengan Naruto #1.
Setelah mengalahkan Satori dan menyegelnya ke dalam kotak, Killer B menempatkan kotak itu ke arus laut di sekitar pulau Kastil Houzuki, sehingga tidak akan pernah digunakan lagi.