
‘’Sepertinya hanya jutsu itu yang bisa mengalahkan mereka,’’ kata Minato.
‘’Aku yang akan mengulur waktu untukmu,’’ kata Kushina.
‘’Tapi, bagaimana kau bisa menahannya seorang diri? Tidak usah memaksakan dirimu. Kyuubi baru saja keluar dari tubuhmu dan menyegelnya ke dalam tubuhku. Aku yang akan menyelamatkan Naruto dan kalian semua sebagai Hokage Keempat,’’ kata Minato.
Melihat tekad kedua orang itu, membuat semua shinobi bangkit dengan perasaan semangat.
Kushina tersenyum. ‘’Lihat, aku tidak sendiri. Semua orang di desa ada bersama kita.’’
Minato dan Kushina mengangguk dengan wajah serius. Mereka kembali menatap Naruto yang di sekitarnya ada enam Pain.
Semua menyerang keenam Pain sekuat tenaga sambil Minato duduk bersila dengan tenang. Warna orange di sudut matanya sedikit redup. Ia bisa mendengar suara semua orang yang berjuang, meski mereka tidak berhasil.
Sedikit lagi, kata Minato dalam hati.
Dalam sekejap, Ningendou Pain sudah berdiri di belakang sambil memegang kepala Minato.
Syut!
‘’Cih, padahal tinggal sedikit lagi,’’ kata Minato.
Minato terbelalak karena semua orang sudah terkapar. Ia menatap ke arah Naruto yang meringis setelah menerima beberapa besi yang membatasi tubuhnya.
‘’Jika aku mengenai area vital, anak ini akan tewas. Kalau kau ingin dia selamat, maka menyerahlah,’’ kata Tendou Pain.
Tangan Minato mengepal. Saat itu juga, tubuhnya tertarik ke arah Pain seperti magnet. Pain mencekik Minato dan menghantam pria itu ke tanah.
__ADS_1
‘’Minato!’’
‘’Yondame-sama!’’
‘’Touchan!’’
Tubuh Minato seperti remuk setelah serangan tadi. Ia meringis sambil menatap Pain.
‘’Kau yang paling merepotkan di sini. Aku akan membuat semuanya menyerah setelah mereka menyaksikan kematianmu,’’ kata Pain.
Pupil mata Pain sedikit melebar sambil ia mengulurkan tangan. ‘’Shine(Matilah).’’
‘’Tidak!’’ seru semuanya.
Bugh!
‘’Di-Dia?’’ tatap Sasuke.
‘’Oee, katakan padaku kalau kita belum mati,’’ kata Kiba.
‘’Apakah aku sedang berhalusinasi?’’ tanya Sakura.
‘’E-Eh?!’’ pekik Ino.
__ADS_1
Sai yang melihat kedatangan orang itu tersenyum. ‘’Akhirnya sampai juga.’’
Naruto menatap sosok berambut kuning berjubah merah yang selama ini ingin ia temui. Ia benar-benar tidak percaya setelah melihat rupa sosok itu.
‘’Kau?’’ tatap Pain.
‘’Apa yang kau lakukan? Kau telah menghancurkan desaku. Hentikan semua ini!’’
‘’Penghakiman tetap akan berjalan, karena Konoha telah menghianati kami bertiga,’’ kata Pain.
‘’Sudah kubilang kau salah paham dattebayo,’’ kata sosok berambut kuning.
‘’Salah paham di saat kami bertiga dijebak? Lalu kau tidak pernah menampakkan dirimu semenjak waktu itu. Sejak awal kau adalah ninja dari Konoha. Apakah kau mendekati kami sebagi mata-mata dari mereka?’’ tanya Pain.
Sosok berambut kuning menggertak gigi. ‘’Apa katamu?’’
‘’Orang kuat yang akan menyerang orang yang lebih lemah, kalian sama saja,’’ kata Pain.
Pain mengeluarkan tongkat besi dari tangannya. ‘’Sepertinya kau juga harus menjalani penghakiman.’’
‘’Kalau begitu, lakukan jika kau bisa,’’ kata sosok berambut kuning langsung bergegas pergi.
Keenam Pain bergegas mengikuti sosok itu dan meninggalkan tempat tersebut. Minato bangkit dan menghancurkan besi yang membatasi tubuh Naruto.
‘’Kau tidak apa-apa?’’ tanya Minato.
‘’Naruto!’’ seru Kushina langsung memeluk.
__ADS_1
‘’Aku tidak apa-apa, tapi orang itu,’’ kata Naruto bergegas.
Semuanya terbelalak melihat kedelapan hewan Kuchiyose milik Pain telah dikalahkan. Saat itu juga, mereka langsung tahu kalau orang yang melakukan ini pasti adalah sosok tadi.