God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 125 Sennin Mode


__ADS_3

Ada empat sosok Pain yang berada di desa ini sekarang, itu berarti jumlahnya ada lima orang dengan masuknya Yahiko. Tapi aku tidak melihatnya sejak tadi, kata Minato dalam hati.


Tidak ingin membuat waktu, Minato menggunakan Hiraishin Jutsu level 2, seperti yang ia gunakan kepada sosok bertudung waktu itu, dan benar ia berhasil melumpuhkan Ningendou Pain.


‘’Aku harus segera bergabung dengan yang lainnya,’’ kata Minato lalu menghilang.


......................


Rantai chakra Kushina mengikat Shuradou Pain yang penampilannya seperti robot.


‘’Rasengan!’’


‘’Minato?!’’ pekik Kushina melihat suaminya berhasil melumpuhkan sosok Pain itu.


‘’Apa kau tidak apa-apa?’’ tanya Minato.


Kushina mengangguk meskipun tadi ia sempat kewalahan melawan Shuradou Pain yang tidak henti-hentinya mengeluarkan senjata dari tubuhnya.


‘’Kita akan menyebar, aku akan pergi ke tempat Sandaime-sama dan kau pergi ke tempat Tsunade,’’ kata Minato.


‘’Aku mengerti,’’ kata Kushina.


Keduanya pun mengangguk sebelum akhirnya bergegas pergi.


......................


‘’Shannarou!’’ seru Tsunade.


Bugh!


Tanah di sekitar menjadi hancur, dan serangannya mengenai Chikusodou Pain wanita. Namun, ia ia terbelalak melihat sosok itu kembali berdiri.

__ADS_1


‘’Apa? Meskipun tubuhnya terluka, dia tidak merasakan sakit,’’ kata Tsunade.


‘’Kalau kau ingin merasakan rasa sakit, aku akan memberikannya kepadamu,’’ kata Chikusodou Pain melayang ke arah Tsunade.


Tsunade terbelalak karena melihat rantai chakra langsung menghentikan Chikusodou Pain. Ia menoleh dan melihat Kushina datang membantu.


‘’Tsunade! Cepat serang bagian vitalnya!’’ seru Kushina.


Tangan Tsunade kembali mengepal dengan urat-urat yang sudah menegang. Ia memukul Chikusodou Pain dengan tenaga penuh lalu melompat ke udara sambil menghantamnya dengan kaki. ‘’Shannarou!’’


Bugh!


Tsunade dan Kushina mendarat sambil melihat Chikusodou Pain. Keduanya kembali tersentak karena sosok Pain wanita hendak merangkak, namun akhirnya tidak jadi.


‘’Syukurlah, terima kasih sudah datang,’’ kata Tsunade.


‘’Sama-sama. Selain itu, kita harus mengurus hewan Kuchiyose yang bermunculan ini,’’ kata Kushina.


‘’Eh? Apa maksudmu wanita itu yang memanggilnya?’’ tanya Kushina.


Tsunade membenarkan ucapan Kushina sambil menatap Chikusodou Pain.


......................


‘’Sandaime-sama!’’ panggil Minato tiba.


Sandaime menoleh yang sudah memegang tongkat Sun Wukong. ‘’Baguslah kau datang kemari.’’


Minato menatap sosok pria besar dengan rambut kuncir ke belakang yang tidak lain adalah Gakidou Pain.


‘’Jangan gegabah untuk menyerang, dia bisa menghisap ninjutsu,’’ beritahu Sandaime.

__ADS_1


‘’Apa?’’ tanya Minato tidak percaya.


Sandaime menceritakan bagaimana dirinya sudah menyerang berulang kali, tapi jurusnya malah diserap dan tidak mempan.


‘’Kalau begitu, hanya jurus itu satu-satunya yang bisa dilakukan untuk mengalahkannya. Sandaime-sama, bisakah Anda mengulur waktu?’’ tanya Minato.


Sandaime yang terdiam akhirnya mengangguk mengerti. ‘’Serahkan kepadaku.’’


‘’Kupikir bala bantuan yang datang, tapi pria itu malah pergi. Benar-benar mencoreng nama Hokage,’’ kata Gakidou Pain.


‘’Tidak peduli dia pergi atau tidak, akulah lawanmu!’’ seru Sandaime.


Tongkat Sun Wukong kembali bertransformasi menjadi Raja Monyet Enma. Dan mereka kembali bertarung dengan dua lawan satu. Mengetahui kemampuan Gakidou Pain yang menyerap chakra, membuat Sandaime memilih menyerang secara langsung bersama Raja Monyet Enma.


Sandaime dan Raja Monyet Enma saling mendarat sambil menatap Gakidou Pain.


Minato, cepatlah! Kita tidak boleh membiarkan hewan-hewan Kuchiyose itu menghancurkan desa ini, kata Sandaime dalam hati berbalik ke belakang.


Deg!


Lengah karena ceroboh, Sandaime tersentak saat menyadari kedua tangan Gakidou Pain mengunci gerakannya dengan mengangkat kedua tangannya itu ke atas.


‘’Apa?!’’ pekik Sandaime tidak bisa bergerak.


Namun, saat itu juga Minato bertukar tempat dengannya, membuat tubuhnya yang dikunci oleh Gakidou Pain.


Sebelum Minato pergi, ia sempat menandai tubuh Sandaime dengan segel teleportasinya. Sandaime yang menatap Minato, hanya memasang wajah cemas.


Tidak lama kemudian, Sandaime terbelalak saat melihat Gakidou Pain yang menyerap chakra Minato tadi langsung mengeras menyerupai katak.


Minato melepaskan diri dan jatuh bersujud sambil terengah-engah sedikit. Sandaime langsung menghampiri.

__ADS_1


‘’Sennin Mode, ya? Karena chakra-nya terlalu besar, dia tidak bisa menyerap chakra itu dan akhirnya berubah seperti ini,’’ kata Sandaime.


__ADS_2