God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 182 Ledakan Tiba-tiba


__ADS_3

Raja mengerutkan dahi dan membuka matanya.


‘’Ayah akhirnya sadar! Hiks, jangan lakukan hal itu lagi. Ayah membuatku sangat ketakutan,’’ isak Pangeran Michiru memeluk ayahnya.


‘’Syukurlah kakek baik-baik saja,’’ tangis Hikaru.


Korega dan yang bawahannya menangis dengan haru, karena merasa sangat bersyukur Raja masih hidup.



‘’Apa yang terjadi? Bukankah seharusnya aku sudah tiada?’’ tanya Raja begitu lemah.


Flashback on


Sakura yang melihat hal itu, langsung bergegas dan melakukan segel tangan, lalu meletakkan cahaya di dada Raja. Pangeran Michiru dan Hikaru semakin terisak karena Raja menutup matanya. Korega dan bawahannya juga merasa hal yang sama.


‘’Tidak, tidak, hiks! Ayah~ jangan tinggalkan aku,’’ tangis Pangeran Michiru.


‘’Kenapa kakek pergi secepat ini?’’ tangis Hikaru.


Pangeran Michiru menggertak gigi dan memukul tanah. ‘’Ini salahku! Jika saja aku tidak pergi dan meninggalkan Negara ini, ayah tidak akan seperti ini, hiks … Hiks, Amayo hiks, ayah sudah tiada.’’

__ADS_1


‘’Sakura, kau hanya melakukan hal yang sia-sia. Raja sudah mening—‘’


‘’Aku sudah berjanji untuk menyelamatkannya. Meskipun aku tidak yakin bisa menyembuhkannya, tapi aku bisa pastikan, Yang Mulia tidak akan mati,’’ kata Sakura memotong ucapan Kakashi.


‘’Apa maksudmu?’’ tanya Kakashi.


‘’Sebenarnya ada salah satu jurus medis yang bisa membantu. Tapi, Tsunade-sama mengatakan itu hanya bisa dilakukan sekali saja, dan efeknya hanya bisa bertahan untuk beberapa hari saja. Dan selama itu, kita harus segera melepaskan segelnya sebelum efeknya berhenti ,’’ kata Sakura.


‘’Apakah itu berarti ayahku bisa diselamatkan?’’ tanya Pangeran Michiru.


Sakura mengangguk membenarkan. ‘’Tapi, jika segelnya tidak dilepaskan secepat mungkin, maka Raja tidak akan benar-benar tertolong lagi.’’


‘’Tolong selamatkan ayahku! Aku akan menyerahkan apa pun asalkan ayahku kembali!’’ kata Pangeran Michiru.


‘’Kalau begitu, kami akan berjaga di luar, dan menunggumu sampai selesai,’’ kata Kakashi.


Korega dan kelompoknya berdiri. ‘’Kami juga akan membantu! Kami akan melakukan apa pun demi Raja.’’


Semuanya mengangguk dan berjalan keluar meninggalkan Sakura seorang diri di dalam.


Flashback off

__ADS_1


Kakashi menoleh ke arah Sasuke yang duduk di depan Sakura yang terbaring tidak sadarkan diri. ‘’Sasuke tidak sengaja mendengar suara aneh dari dalam gua, dan melihat Sakura jatuh pingsan, lalu memberitahu kami. Sepertinya Sakura mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyelamatkan Yang Mulia.’’


Raja menolehkan kepalanya secara perlahan dan melihat ke arah Sakura. ‘’Begitu, ya? Aku berhutang budi kepada gadis itu.’’


‘’Sekarang sudah pukul 4 subuh. Yang Mulia sebaiknya beristirahat,’’ kata Korega.


Tidak lama kemudian, salah satu bawahannya datang dan berbisik. Korega membungkuk sebelum bergegas keluar. Pasukan itu keluar dan menuju ke pantai sekitar.


Boom!


Naruto #2 dan yang lainnya yang berada di dalam gua, menoleh ke arah luar.


‘’Apa itu? Sepertinya suara ledakan,’’ tanya Naruto #2.


‘’Suara itu dari pantai sekitar. Kakashi Sensei dan yang lainnya baru saja keluar. Jangan-jangan mereka diserang,’’ kata Rock Lee bergegas keluar.


‘’Satu orang sebaiknya menjaga mereka berempat, dan orang itu adalah kau Naruto,’’ kata Sasuke menyusul.


‘’Ha?!’’ protes Naruto #2 tidak terima.


Sasuke menyuruhnya untuk menurut, dan mempercayakan perlindungan empat orang itu.

__ADS_1


Naruto #2 menatap Sakura, Raja, Pangeran Michiru dan Hikaru, lalu kembali menatap keluar gua dengan wajah serius.


‘’Apa yang sebenarnya terjadi?’’


__ADS_2