
‘’Sepertinya mereka benar-benar tertipu saat melihatmu Kakashi,’’ kata Obito.
‘’Mereka berpikir kalau kau akan menyerang, padahal sebenarnya itu adalah kode untuk Obito,’’ kata Rin.
Bugh!
Kedua anak laki-laki itu melotot saat Rin terhempas ke tanah. ‘’Rin!’’
Kakashi berbalik dan melihat kelima anak tadi menyusul. Obito yang menghampiri Rin langsung membantunya bangun.
‘’Rin, apakah kau tidak apa-apa?’’
‘’U-Um, tidak apa-apa. Terima kasih Obito,’’ ringis Rin.
Obito menatap salah satu dari kelima anak tadi, dan melihat tulang ekor muncul dari belakang anak berambut putih. ‘’Jadi kau yang menyerang Rin! Teme!’’
Ia hendak menyerang tapi Kakashi menghentikannya.
‘’Rin baik-baik saja, selain itu lihatlah. Anak berambut putih itu tampak berbeda dari sebelumnya. Jangan gegabah dengan langsung menyerangnya,’’ kata Kakashi.
‘’Serang mereka dan bawa anak itu kemari!’’ perintah anak berambut putih.
‘’Melihat cara bicaramu, sepertinya kau adalah pemimpin mereka,’’ kata Kakashi.
Kakashi mengeluarkan kunai dan hendak menyerang.
‘’Shikokumojin!’’ kata anak berambut abu-abu.
‘’Karena kau yang paling merepotkan, maka kau harus dibungkam lebih dulu,’’ lanjut anak berambut abu-abu.
Obito dan Rin terbelalak karena Kakashi terperangkap. Kelima anak itu menatap ke arah Rin.
‘’Sekarang giliranmu,’’ kata anak berambut putih.
Anak berambut merah hendak meniup seruling. ‘’Mateki : Mugen Onsa!’’
Deg!
‘’A-Akh!’’ ringis Obito dan Rin sambil memegang telinganya.
‘’Hen-Hentikan,’’ pekik Obito.
__ADS_1
Namun, Rin tidak menyerah dan tetap ingin menyerang. Melihat hal itu membuat anak berambut kuncir satu merasa jengkel.
‘’Dasar keras kepala. Kumo Senkyu : Suzaku!’’
Panah perang laba-laba perobek dashyat langsung melukai Rin.
‘’Tidak!’’ seru Obito karena seluruh tubuh Rin tergores dan terluka karena serangan tadi.
Deg!
Keluar darah dari sudut bibir Rin, membuat Obito terpaku.
‘’O-Obito … Cepat la … ri….’’
Bugh!
Tubuh Rin terjatuh sambil kelima anak tadi melihatnya. Anak berambut putih itu menyuruh yang lainnya untuk membawa Obito yang masih terdiam membisu.
‘’Kalian melukai Rin,’’ kata Obito dengan tatapan kosong.
‘’Sekarang waktunya kau kembali bersama ka—‘’
Tiba-tiba keluar akar kayu dari tangan kanan Obito. Kelima anak tadi terdiam hingga anak berambut putih menyadari sesuatu.
‘’Cepat menyingkir!’’
Akar kayu yang keluar tadi langsung menjalar ke arah kelima anak itu. Namun, kelima anak tadi berhasil menghindar dan berada di dahan pohon sekarang.
‘’Apa-apaan itu? Hampir saja melukai kita,’’ kata anak rambut jumbai tiga orange.
Bugh!
Serangan tadi membuat kelima anak itu langsung melompat. Mereka hanya menghindar terus sambil menatap Obito yang hanya berdiam diri.
‘’Anak itu yang melakukannya, ya?’’ tanya anak berambut merah.
Tidak punya pilihan lain, membuat kelima anak tadi memilih untuk menyerang akar-akar kayu tersebut.
Kakashi yang terperangkap menatap ke sekitar. ‘’Apa yang terjadi? Kenapa tanah seperti bergetar?’’
Obito hilang kendali dan tujuannya hanya satu yaitu menghabisi kelima anak tadi. ‘’Zettai yurusenai(Aku tidak akan memaafkan kalian)!’’
__ADS_1
‘’Itu suara Obito. Tunggu, apakah Obito bertarung seorang diri melawan kelima anak tadi? Cih, itu sangat gegabah, aku harus mencari cara untuk segera keluar dari sini,’’ kata Kakashi.
‘’Kayu-kayu ini tidak ada habisnya!’’ kesal anak berambut kuncir satu.
‘’Kalau begitu, satu-satunya cara adalah menyerang anak itu,’’ kata anak berambut abu-abu.
Namun, mendekat saja mereka tidak bisa karena Obito menghalangi. Mereka hendak menyerang, namun muncul akar kayu dari tanah yang melilit kaki mereka. Kelima anak itu terpojok melihat serangan kayu dari berbagai arah akan menghantam mereka sebentar lagi.
‘’Karamatsu no Mai!’’ kata anak berambut putih berhasil menangani semua serangan dari berbagai arah dalam sekejap.
Keempat anak itu menatap beberapa tulang keluar sekaligus dari tubuh anak berambut putih tadi.
‘’Jirobo!’’ seru anak berambut putih.
Anak dengan tiga jumbai rambut warna orange yang tidak lain adalah Jirobo, langsung melakukan segel tangan.
‘’Doton Kekkai : Doro Domu!’’ seru Jirobo.
Kubah penjara tanah pemakan chakra langsung mengurung Obito. Sayangnya mereka lengah. Akar-akar kayu yang lebih besar muncul dari tanah mengunci pergerakan kelima anak itu.
Brough!
Kakashi berhasil keluar namun ia langsung terbelalak melihat ke sekitar. Apalagi kelima anak tadi sedang terpojok. Ia menoleh melihat kubuh tanah yang di dalamnya ada Obito
‘’Obito? Apakah dia yang melakukan semua ini?’’
Ia kembali menatap kelima anak tadi yang susah bergerak, membuat Kakashi memanfaatkan situasi itu untuk membawa Rin.
‘’Obito! hentikan, kita harus segera membawa Rin kembali!’’ teriak Kakashi.
Obito yang hilang kendali langsung terdiam saat melihat Rin yang mengeluarkan darah dari sudut bibirnya. Saat itu juga, urat-urat kayu dari tangannya mulai menyusut.
Brough!
Kelima anak tadi berhasil menghancurkan kayu tersebut. Namun, mereka sudah kehilangan ketiga anak itu.
‘’Mereka berhasil membawanya pergi,’’ kata anak berambut merah.
‘’Kita harus segera menyusul,’’ kata anak berambut kuncir satu.
Anak berambut putih itu mengurungkan niat, karena ketiga anak tadi akan segera tiba di gerbang. Dan jika mengejar, ada begitu banyak shinobi kuat dari desa Konoha. Dengan terpaksa, kelima anak itu pergi ke arah yang berlawanan.
__ADS_1