God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 99 Ninja Boneka


__ADS_3

Kakashi dan yang lainnya tiba dan melihat perangkap yang dipicu oleh Naruto. Dengan menggunakan teropong mini, Kakashi melihat situasi yang dihadapi Naruto.


‘’Kurasa ini akan menjadi latihan yang baik untuk kalian semua. Aku akan memberikan kalian misi. Pergi dan bantu Naruto yang bersama Konohamaru!’’ perintah Kakashi.


......................


‘’Konohamaru, serahkan mereka semua kepadaku. Larilah saat ada kesempatan,’’ kata Naruto.


‘’Tapi tidak mungkin kau bisa mengalahkan mereka semua seorang diri,’’ kata Konohamaru.


‘’Apakah kau tidak mau bertemu dengan Kaede? Hari ini dia akan pergi, apakah kau tidak akan bertemu dengannya?’’ tanya Naruto melawan beberapa ninja boneka.


Mata Konohamaru berkaca-kaca. ‘’Naruto no onii-chan ... Kenapa kau mempertaruhkan nyawamu?’’


Naruto tersenyum remeh sambil melakukan segel tangan. Namun, belum sempat ia menyelesaikannya, sudah ada serangan lain membantunya.


‘’Katon Goukakyou no Justu!’’


‘’Sasuke?!’’ pekik Naruto.


‘’Channarou!’’ seru Sakura memukul dan ikut bergabung.


Ketiga anak itu saling membelakangi punggung dan menyerang ninja boneka tadi. Sakura memberitahunya kalau patung batu itu dikembalikan ke tempatnya maka ninja boneka itu akan berhenti.


Naruto mengandalkan Konohamaru sambil mereka bertiga bertarung.


__ADS_1


‘’Chakra-ku mulai habis,’’ kata Sasuke terengah-engah.


‘’Aku tidak bisa bertarung lagi. Mereka tidak ada habisnya,’’ kata Sakura mencapai batasnya.


Naruto meringis. ‘’Jangan menyerah, jangan menyerah.’’


Pasukan ninja boneka itu menyerang membuat ketiga anak tadi melotot.


Deg!


Ketiga anak itu terbelalak karena ninja boneka langsung terdiam dan terjatuh ke tanah. Mereka menoleh dan melihat Konohamaru yang bersandar setelah berhasil mengembalikan patung batu ke tempat semula.


‘’Haa,’’ ucap ketiga anak itu menghela nafas panjang.


Tidak lama kemudian, Kakashi muncul. ‘’Kerja bagus semuanya.’’


‘’Tentu saja,’’ kata Konohamaru memperlihatkan.


Namun, salah satu daun semanggi merah tersebut terjatuh membuat Naruto dan Konohamaru teriak.


......................


Pada akhirnya, Konohamaru tetap memberikan semanggi merah berdaun empat tadi yang sudah ia tempel dengan lem sambil tim 7 memantaunya dari jauh.


‘’Ini adalah semanggi merah berdaun empat itu kore. Buatlah harapanmu,’’ kata Konohamaru.


Kaede mengambil semanggi merah itu dan membuat permohonan.

__ADS_1


‘’Apakah sungguh membuat harapan kenyataan?’’ tanya Sakura.


‘’Genin pada masa lalu memimpikan untuk menjadi ninja terbaik dan pergi ke Akagahara. Hanya mereka yang kembali dengan selamat diterima menjadi Chuunin. Lalu hal tersebut berubah menjadi legenda yang mengatakan bahwa keinginanmu akan terwujud jika kau kembali dengan selamat,’’ kata Kakashi.


‘’Kalau begitu aku berharap menjadi Hokage suatu saat nanti dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Aku … Kalau aku berharap bisa menikah dengan Sasuke-kun suatu saat nanti,’’ kata Sakura terang-terangan.


Sasuke membuang wajah, sedangkan Naruto langsung heboh. Kakashi hanya terkekeh.


‘’Kaede, kita akan segera berangkat!’’


‘’Haa, ternyata ini tidak berhasil mencegahmu pergi karena salah satu daunnya jatuh,’’ kata Konohamaru.


Kaede tersenyum. ‘’Tidak. Harapanku sudah terwujud, karena aku memiliki ini. Itu sama saja kalau kau selalu bersamaku. Arigatou Konohamaru.’’


Deg!


Wajah Konohamaru langsung merah seperti tomat setelah Kaede mengecupnya di bagian pipi sebelum akhirnya berjalan pergi.


Konohamaru dengan mata berbinar-binar menatap kepergian kereta kayu itu. ‘’Dia cinta pertamaku kore.’’


......................


Hari berikutnya, Tim 7 diberi misi melindungi Desa Air Terjun. Ini permintaan dari Shibuki yang merupakan pemimpin desa.


‘’Haa, padahal kemarin kita bertarung habis-habisan. Tenangaku masih belum pulih channarou,’’ kata Sakura lesu.

__ADS_1


__ADS_2